Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Janji Raymond Pada Ketiga Anak Kembarnya


__ADS_3

Setelah itu Raymond pun mendorong kursi rodanya keluar dari ruangan itu, dan kemudian ia berpapasan dengan sekretaris yang masih mengerjakan beberapa berkas tersebut.


Menghampiri sekretarisnya tersebut agar ia segera menyuruhnya pulang ke rumah. Karena tak mungkin juga ia sebagai presdir memberinya pekerjaan yang sangat melelahkan.


Dengan berdehem Raymond pun menanyakan perihal kedatangan seseorang yang datang ke kantornya itu. “Apa hari ini ada yang datang menemuiku?”


“A–ada Tuan baru saja sekitar dua puluh menit yang lalu Nyonya datang ke mari, dan menanyakan perihal tentang anda.” Katanya sambil menjawab pertanyaan dari presdir atasannya itu.


“Kalau pun dia datang lagi untuk menemuiku, katakan seperti itu terus padanya. Karena untuk akhir-akhir ini aku memang tak ingin di ganggu, termasuk kau yang ingin mengantarkan berkas ini ke dalam ruanganku. Apa kau paham?” Perintah Raymond tanpa menoleh kepala ke arah sekretarisnya itu.

__ADS_1


Tanpa membantah dan juga tanpa menjawabnya, sekretaris itu langsung tanggap dengan perintah yang tak pernah bisa di ganggu gugat.


“Oh iya untuk hari ini dan seterusnya kau tak perlu lembur, pulang jam sewajarnya saja seperti rekanmu lainnya. Dan juga untuk urusan berkas ini, kau tinggal serahkan saja pada Sean. Karena dia yang akan menggantikan posisiku, jika aku berhalangan hadir. Kau cukup mengatur semua jadwal kegiatanku selama ke depannya.” Setelah mengatakan hal tersebut Raymond mendorong kursi rodanya untuk beranjak dari kantornya menuju apartemen pribadi miliknya.


Yang mana semua tersebut tak pernah orang tahu termasuk putra sulungnya pun tak mengetahui sebuah rahasia yang di sembunyikan olehnya.


Bahkan istri keduanya itu pun tak pernah mengetahui tentang rahasia yang di sembunyikan olehnya, termasuk juga tentang dirinya yang bisa berjalan kembali.


Saat ia sudah di depan parkiran mobil kesayangan, ia pun juga menyuruh dua orang satpam penjaga untuk membawanya masuk ke dalam mobilnya, dan juga tak lupa ia memberi kedua penjaga peringatan tentang istrinya untuk tak terlalu memberitahukan keberadaannya tersebut.

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian tibalah mobil kesayangan milik Raymond di basement apartemen miliknya, meminta bantuan kembali pada dua penjaga lobi untuk mengantarkan sampai ke dalam lantai kamar unitnya sendiri.


Setelah semua di rasa selesai, di lantai unit miliknya Raymond pun menjadi dirinya sendiri. Tentunya tak ada semua orang pun yang mengetahui, bahwa seorang Raymond Wesley Wiratmaja bisa berjalan kembali.


Karena Raymond dengan sengaja menyembunyikan semua hal tersebut, agar semua orang memandangnya sebagai seorang yang cacat seumur hidup.


Di kamar unit apartemennya, Raymond menyimpan semua kenangan tersebut, termasuk saat sang istri tercinta hamil anak kembarnya, dan juga ia tak menyangka istrinya tercinta benar-benar meninggalkannya seorang diri tanpa ada yang mengetahui sisi rapuh Raymond di balik wajah dinginnya itu.


Di apartemen miliknya itu pula, Raymond menumpahkan semua kesedihan yang melanda hatinya, tentunya ia semakin rapuh saat putranya tiba-tiba mengirim sebuah gambar foto yang mana hal tersebut mengingatkannya pada masa semua kenangan itu.

__ADS_1


Aku sangat yakin dan jika tak salah tebakanku, bahwa kau adalah putriku yang hilang. Bahkan tanpa harus DNA pun aku langsung bisa menebaknya, bahwa darah yang mengalir tubuhmu memanglah berasal dari darah yang berada di tubuhku. Batin Raymond sendu sambil ingatannya menerawang ke dalam masa semua kenangan yang tak terlupakan itu.


__ADS_2