
Yang tanpa di sadari olehnya, terdengar langsung dari seseorang yang sedang berjalan berjarak beberapa meter dari tempatnya berdiri.
Sedangkan masih dengan Ara yang tengah berjalan tersebut tersenyum dengan misteri, saat ia tak sengaja mendengar semua perkataan yang terlontar dari Prisilia.
‘Anak dan ibu sama-sama orang yang serakah dan tamak’ bisik Ara dengan datar.
Prisilia sendiri itu pun masih dalam keadaan tercengang, saat ia tak sengaja mendengar bisikan dari seseorang yang tak di kenal olehnya.
Bagaimana mungkin orang itu bisa mengetahui semua yang di alami oleh dirinya, bahkan di keluarganya saja.
Hanya dirinya dan Leonard yang statusnya anak dari Raymond Wesley Wiratmaja, namun tanpa ia sadari.
Bahwa sang ibu sendirilah yang menyimpan sebagian rahasia masa lalunya, yang mana saat itu setelah membunuh dukun yang merupakan ayah dari Andra asisten pribadi Kevin itu.
Kemudian sang ibu yang tak lain Marista Mayang mendatangi seorang dukun yang lebih terkenal di banding dukun yang di bunuh oleh sang ibu.
Kemudian berkat bantuan dari dukun baru sang ibunya tersebut, berhasil melenyapkan dan menggantikan posisinya sebagai seorang istri dari Raymond.
Namun pernikahan yang terjadi itu tak membuat sang ibu bahagia, itu terjadi akibat kutukan dari salah satu pasukan makhluk tak kasat mata dari dukun yang di bunuh tersebut.
Yang mengutuk sang ibu, ya hingga sekarang sang ayah yang tak lain Raymond Wesley Wiratmaja selalu bersikap dingin terhadap dirinya.
Karena sang ayah itu sendiri merasa tak mempunyai seorang anak dari pernikahan keduanya, karena akibat dampak dari kecelakaannya beberapa tahun lalu bersama mendiang istri pertamanya yang sangat di cintai olehnya sendiri itu pun secara mistis mengalami kelainan di dalam tubuhnya.
Yang mana ia tak akan pernah bisa mempunyai anak kembali, dalam arti ada seseorang yang memanipulasi kelainan yang di alami oleh Raymond Wesley Wiratmaja itu.
Hingga dengan terpaksa pula Marista Mayang memanipulasi data status Prisilia yang merupakan seorang anak yang tak di inginkan kehadirannya oleh Raymond itu sendiri.
‘Bagaimana mungkin bisa terjadi? Apa yang sedang di sembunyikan ibu dariku’ batin Prisilia sembari melamun.
Hingga tanpa sadar sebuah tepukan halus dari rekannya itu membuyarkan lamunannya.
“Bos,” panggilnya seraya menepuk pundak sang bos yang tengah melamun itu. “Apa yang sedang kau pikirkan?”
“Ah tak ada,” jawab Prisilia dengan singkat. “Tak usah di kejar, biarkan saja.” Sahut Prisilia sembari mengajak rekan gengnya itu untuk beranjak dari tempatnya berdiri menuju kelas yang akan menjadi tempatnya belajar.
Namun sebelum sampai di depan kelas, kemudian ia pun menghubungi sang ibu tercinta. Guna memastikan sesuatu yang sejak tadi mengganggu pikirannya, sembari menahan emosi yang sedang di tahan olehnya.
Dengan cepat jari lentiknya menekan sebuah nomor ponsel milik sang ibu, nada dering dari arah seberang tersambung.
__ADS_1
Yang mana terdengar suara lembut milik dari sang ibu menyapa dirinya.
“Halo sayang,” sapa Marista.
“Ibu,” adu Prisilia dengan manja.
“Iya sayang ada apa!” ucap Marista.
“Bu, aku ingin bertanya padamu?” sahut Prisilia bertanya dengan raut wajah yang terlihat serius.
“Tanyakan saja sayang! Ada apa menghubungi ibu,” jawab Marista.
“Benarkah aku bukan anak ayah Bu?” ucap Prisilia sembari mengadu pada sang ibu.
“Siapa yang bilang begitu sayang? Tentu saja kamu anak ayah Raymond sayang,” tanya Marista dengan menahan emosi yang dalam. Setelah ia mendengar aduan dari putrinya itu.
“Itulah Bu, dia seorang anak yang datang dari desa. Apa ibu akan memberinya pelajaran?” jawab Prisilia dengan bertanya balik.
“Sayang! Tanpa kamu suruh ibu akan melakukan sesuatu padanya. Ibu mana ingin kamu di tindas begitu saja, ini namanya penghinaan diri. Jadi biar ibu sendiri yang membereskannya,” ucap Marista.
“Baiklah Bu! Aku ingin dia dengan kedua saudara kembarnya di keluarkan dari sekolah milik keluarga kita,” pinta Prisilia pada sang ibu.
“Iya sayangku ibu akan meminta kepala sekolah untuk mengeluarkan mereka bertiga!” sahut Marista. “Apa ada lagi yang ingin kamu sampaikan?”
Sambungan telepon tersebut terputus, yang di putus oleh Marista Mayang sang ibu dari Prisilia. Yang mana dua orang tersebut sama-sama seorang wanita yang berambisius.
Di tempat Marista Mayang berada, tengah menahan emosi. Setelah ia mendengar pertanyaan dari putrinya tersebut.
Entah mengapa bagaimana sang putri bisa bertanya seperti, mengingat selama ini ia sendiri yang memanipulasi data tentang putri.
Agar semua mengira bahwa putrinya anak dari Raymond, yang sialnya tak ada darah sedikit pun mengalir di tubuh pria yang ia nikahi secara paksa beberapa tahun lalu.
Semenjak Raymond mengalami kecelakaan, yang membuatnya menjadi cacat seumur hidup.
‘Sialan! Siapa yang telah mengetahui semua tentangku yang selama ini aku sembunyikan dengan baik. Apa jangan-jangan anak wanita sialan itu? Tak mungkin mereka masih hidup. Bukankah saat kecelakaan itu mereka semua mati termasuk wanita sialan itu, lalu dari mana orang itu mengetahui semua tentangku. Aku harus memastikan sesuatu, sebelum aku menyingkirkan orang itu. Jika saja memang benar anak dari wanita sialan itu!’
Gumam Marista dengan berbisik serta tak lupa seringai licik tersungging senyuman itu menandakan, bahwa ia akan meminta bantuan pada seseorang yang selama ini membantunya.
‘Aku pastikan akan menemukanmu, bila memang kau anak wanita sial itu. Yang pasti aku yang terlebih dahulu mengirimkanmu ke alam baka untuk bertemu dengan mamamu itu’
__ADS_1
Batinnya tertawa terbahak-bahak, namun tanpa ia sadari dari jarak jauh beberapa kilometer dari tempatnya sekarang.
Seseorang misterius itu mendengar semua perkataan yang terlontar darinya, dengan meninggalkan sejuta tanda tanya di dalam diri orang misteri tersebut.
*******
Sementara itu, Alex pun membawa Alexa meninggalkan tempat Ara berdiri dari arah tempatnya. Untuk membantu Ara memperlihatkan kejadian yang di alami oleh arwah penasaran penuh dendam amarah itu, yang selalu mengikuti salah satu rekan geng dari gadis sombong tersebut.
Sampailah ia dan Alexa di tempat sepi, agar ia bisa melakukan apa yang di minta oleh Ara. Guna segera mengetahui penyebab dendam amarah yang terhubung pada arwah penasaran tersebut.
Sebelum memulai rencananya, Alexa pun membuka suara. Sang kembarannya itu pun menjadi penasaran apa yang di lakukan oleh Alex tanpa sepengetahuan dirinya.
Jika Araxi, Alexa maupun Alex sama-sama bisa melihat apa yang terjadi pada arwah tersebut.
Maka lain halnya dengan Alex itu sendiri pun mampu masuk ke dalam dimensi ruang waktu, tempat kejadian peristiwa yang di alami oleh para arwah yang selalu mereka tolong.
Di antara ketiganya yang lebih menonjol dalam kemampuan tersebut ialah Alex, sehingga ia sendiri pun selalu berusaha menutupinya dari siapa pun. Termasuk pada kembarannya, namun ia sendiri pun tak menyadari bahwa Araxi yang selalu bisa mengetahui segala tentangnya.
Kembali pada dua orang tengah berjalan beriringan itu pun langkah mereka penuh kehati-hatian, agar tak ada orang lain pun yang bisa melihat dengan saksama. Bahwa ketiga kembar tersebut mempunyai kelebihan yang dimiliki oleh mereka.
“Alex,” panggil Alexa. “Kenapa kamu membawaku kemari?” tanyanya kemudian sambil menatap ke arah sekeliling tempatnya berjalan.
“Sudahlah jangan bawel!” Sahut Alex dengan tegas. “Kamu ikuti aku saja, jangan banyak tanya! Kalau kamu tak ingin mendengar omelan dari Ara,” kata Alex sembari memperingati Alexa, karena sang kembaran Ara tak ingin terjadi sesuatu yang berhubungan dengan Alexa.
Sambil mendengus Alexa pun dengan terpaksa mengikuti langkah kaki Alex, yang tengah berjalan mendahuluinya.
Yang tanpa di sadari oleh Alexa, bahwa Alex sang kembaran tengah bersiap melakukan perjalanan melintasi ruang waktu dimensi yang terhubung dengan arwah penasaran itu.
“Alexa,” panggil Alex. “Bisakah kamu membantuku,” pinta Alex dengan serius.
“Bantuan apa Alex?” tanya Alexa, yang mana ia melihat sang kembaran seperti sedang melakukan sesuatu. “Apa yang ingin kamu lakukan Alex?” ucapnya kemudian dengan bertanya.
“Bisa kamu panggilkan Albert dan Angel,” perintah Alex tanpa menjawab pertanyaan dari Alexa.
Di buat kesal oleh Alex sang kembarannya, mau tak mau Alexa pun memenuhi permintaan Alex.
Memanggil Albert dan Angel dengan bibirnya yang sedang mengerucutkan itu.
Lain halnya dengan Alex kini telah melakukan tugas yang di berikan oleh Ara. Saat ini jiwa Alex tengah memasuki dunia dimensi ruang waktu, tempat kejadian sebelum hantu arwah penasaran itu meninggal.
__ADS_1
Tak ada seorang pun yang mengetahui apa yang sedang di lakukan oleh dua orang berbeda gender dengan sejuta kelebihan yang di miliki oleh mereka.
Namun berbeda dengan Alexa, saat ia sedang menepuk pelan pundak Alex. Ia merasa sedikit tak beres .....