
Jika keempatnya sedang bertemu untuk melepas rindu, lain halnya dengan Kevin saat ini masih tengah menarik tangan putrinya, sehingga membuat sang putri merasa kesal dengan tindakan yang dilakukan oleh Papanya tersebut.
“Pa, sudahlah jangan terus di tarik-tarik tanganku!” ucap Ivone sembari mengerucut kesal, ia tak segan-segan menegur sang Papa tercinta yang terlihat tak baik-baik saja setelah mereka keluar dari kamar inap. “Papa kenapa?”
“Maaf!” hanya itu yang bisa di lontarkan oleh Kevin, semenjak keduanya keluar dari kamar inap Araxi. Ia terus dilanda perasaan kalut dan gelisah, akibat kebodohannya yang merasa gagal melindungi kembar tiga indigo yang berada dalam lindungannya. “Temani Papa makan dan Papa akan menceritakan suatu rahasia yang harus kamu tahu.”
Lalu keduanya pun tetap terdiam membisu, setelah Kevin mengeluarkan mobil kesayangannya ia pun melajukan mobil tersebut ke arah tempat yang menjadi tujuan Kevin.
Namun sebelum itu Kevin menghubungi Andra untuk mengabarinya, bahwa putra Andra memiliki tugas yang sangat penting, dan tugas tersebut bersangakutan dengan nyawa ketiga kembar adik dari sahabat putranya itu.
__ADS_1
Karena di rasa jalanan mulai sepi, Kevin pun bisa melakukan panggilan pada Andra sembari satu tangannya tetap fokus setir kemudi tersebut.
Begitu panggilan telepon tersambung dengan tanpa menyapa Kevin pun langsung mengatakan tujuannya tentang hasil tes DNA yang diam-diam dilakukan oleh Leonard itu sendiri.
“Kau ada di mana Ndra?” tanya Kevin tanpa menyapa. “Ada hal yang ingin aku katakan padamu mengenai putramu.”
“Aku sedang berada di kantor Vin. Memangnya apa yang ingin kau katakan padaku?” jawab Andra dari seberang telepon tersambung sambil balik bertanya. “Lalu apa yang terjadi dengan Theo?”
Andra yang mendengar hal tersebut terkejut bukan main, dirinya tak menyangka putranya membongkar rahasia yang selama ini tertutup, sehingga besar kemungkinan ketiga kembar itu masih dalam incaran mantan Tuannya tersebut.
__ADS_1
“Vin, apa kau tahu resiko yang akan terjadi nanti? Kau tahu bukan mantan istrimu itu tak akan pernah melepaskannya. Jika mengetahui ketiga bayi kembar yang sempat ia bunuh itu ternyata masih hidup, dan aku menduga mereka pasti akan diincar kembali olehnya.”
“Aku sangat mengerti perasaanmu Ndra. Bahkan kau juga memikirkan nyawa putramu sendiri bukan? Kau tenang saja bukankah putramu itu sangat istimewa dan aku sangat yakin dia bisa melindungi dirinya sendiri.” hibur Kevin yang merasa Andra terlalu mencemaskan putranya sendiri.
“Tadi aku mendapat informasi dari putriku sendiri, bahwa putramu itu membicarakan tentang hasil tes DNA itu. Dan aku bisa menebak kalau dia benar-benar sangat bisa dipercaya oleh sahabatnya sendiri, mengingat putramu itu sangat bisa menjaga rahasia kita. Jadi kau tak perlu terlalu mencemaskannya secara berlebihan.”
Dari arah seberang telepon Andra pun menghembuskan napas kasar, dirinya pun merasa sedikit lega saat mendengar penjelasan dari sahabatnya itu sendiri.
“Lalu sekarang kau akan apakan mereka, jika memang mereka benar-benar kembali ke keluarga aslinya?” tanya Andra sembari memastikannya.
__ADS_1
“Ndra, aku tak begitu yakin jika si kembar mau hidup bersama dengan keluarga kandungannya, mengingat mereka bertiga biasa hidup sederhana. Bahkan aku sangat yakin kalau mereka menolak untuk tinggal bersama keluarga kandungannya ...