
Tanpa menjawab Ivone pun hanya diam mengangguk, setelah sang Papa berdiri dengan beberapa jarak darinya, ia pun memutuskan untuk menunggu Papanya sambil tak lupa melihat keadaan Araxi yang telah terbangun dari masa kritisnya itu.
Kevin yang berdiri beberapa jarak dari putrinya itu pun dengan cepat mengambil ponsel dari saku celananya, tak lupa ia menekan sebuah nomor ponsel milik Andra.
Yang mana deringan ketiga tersambung dari arah seberang. “Ada apa kau menghubungiku Vin?” tanya Andra tanpa berasa-basi.
“Aku hanya ingin menanyakan dan memastikan apa di kantor aman? Dan juga apa kau bisa mengatasi rapat itu Ndra?” jawab Kevin balik bertanya.
“Rapatnya terpaksa aku tunda Vin. Karena aku tak bisa konsentrasi sebelum mendapat kabar dari Theo,” jawab Andra yang merasa cemas dengan putranya itu.
“Memangnya apa yang sedang kau cemaskan Ndra? Putramu itu baik-baik saja, bahkan aku sudah bertemu dengannya!” Kevin pun berusaha menenangkan kecemasan dari sahabatnya itu.
__ADS_1
“Lalu ke mana dia sekarang? Aku belum di hubungi sama sekali, bahkan dia meneleponku sejak tiba di rumah sakit itu saja. Selebihnya aku tak tahu apa yang dia lakukan sekarang.”
“Kau tenang saja Ndra, putramu itu sedang menemani Alexa dan Alex kembali ke desa itu. Untuk menyelesaikan sebuah kasus yang menimpa Araxi,” terang Kevin sambil menjelaskan tentang keadaan Araxi pada sahabatnya itu.
“Vin apa kau lupa Theo itu masih memiliki rasa takut bila berhadapan dengan makhluk dari dunia lain, kau pasti melupakan hal itu.”
Kevin pun seakan lupa dengan keadaan dari putra Andra yang mempunyai kemampuan sama dengan ketiga kembar tersebut, meskipun begitu Kevin merasa sangat acuh tak terlalu memahami, akan tetapi ia tetap menghormati dan menghargai setiap kakinya melangkah.
“Apa kau bilang Vin. Ada anak dari rekan bisnismu menyusul Theo? Apa kau tak takut terjadi sesuatu pada si kembar?” tanya Andra panik.
“Sudahlah tak perlu panik begitu, aku sudah pasti akan menerima risiko itu Ndra. Sudah waktunya mereka harus tahu siapa sebenarnya diri mereka itu.”
__ADS_1
Terdengar helaan napas gusar, Andra pun tak bisa berbuat banyak pada sahabatnya itu. Mengingat ia terlalu mencemaskan keberadaan si kembar, “Ya sudah kalau begitu Vin. Intinya kau harus siap konsekuensinya jika si kembar di temukan oleh wanita itu.” Panggilan pun terputus dengan Andra yang memutuskannya secara sepihak.
Karena Andra merasa kecewa pada sahabatnya itu, bagaimana bisa Kevin membongkar rahasia yang selama ini tertutup dengan rapi, tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya.
Perihal Kevin yang terlalu gegabah dalam hal bertindak, tanpa berpikir ke arah belakang bagaimana mantan istrinya itu tiba-tiba mengetahui keberadaan si kembar.
Hal tersebut itulah yang di sesali oleh dirinya, mengingat ia memang terlalu gegabah, akan tetapi ia juga tak mungkin menutup rahasia itu dengan terus-menerus.
Bahkan jika memang ketiga kembar bertemu dengan keluarganya, ia harus dengan rela melepaskannya yang selama ini ia jaga dan ia lindungi itu.
Harus merelakan kembalinya mereka pada sebuah keluarga yang seharusnya berkumpul bersama.
__ADS_1