Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Akhir Kehidupan Arwah Minerva


__ADS_3

Tanpa menjawab pertanyaan dari rekannya, suruhan Sherly itu pun lebih asyik menikmati minuman khas yang ia sesap sebelum melancarkan aksinya.


Minerva itu sendiri pun tak berdaya saat dua orang tengah memandangnya dengan sorotan tatapan yang *****.


“Jangan mendekat,” teriak Minerva dengan raut wajah takut. “Apa yang ingin kalian lakukan terhadapku?” tanyanya kemudian sembari menatap Sherly istri simpanan suaminya itu dengan sorotan kebencian.


“Kami hanya menjalankan perintah dari bos nyonya,” jawab suruhan Sherly itu dengan santai. “Karena tubuh nyonya sangat tak seru, kalau belum kami nikmati.”


Ia pun tak menyangka nasib kehidupannya di pertaruhkan dan sekarang ia benar-benar pasrah sembari terus meracau memanggil nama sang suami tercinta saat salah satu di antara suruhan Sherly tengah menghujankan kenikmatan surga yang bagai candu itu.


Dengan di derai oleh air mata yang terus mengalir, ia pun tak kuasa saat mendapat pelecehan dan siksaan yang terus menyiksanya.


Hingga beberapa jam kemudian ia pun akhirnya tumbang dengan sebuah darah yang mengalir di bawah paha miliknya, saat ia di lecehkan tanpa sadar istri simpanan suaminya itu telah membunuh sebuah bayi buah cintanya dengan Marco tanpa berdosa.


“Cukup,” ucap Sherly yang sedari tadi hanya diam menyaksikan sang korban yang kini tak berdaya akibat siksaan dan pelecehan yang ia dapatkan. “Sekarang giliranku waktunya untuk memandikannya dengan sebuah cairan khusus untuk menjadikan tubuhnya memenuhi koleksiku yang terakhir,” gumam Sherly dengan tersenyum licik.


Seperti yang di mau oleh bosnya, salah satu di antara suruhannya itu dengan gerakan cepat tengah mengambilkan sebuah cairan khusus yang di buat untuk menjadikan tubuh manusia sebagai manekin.


“Lalu bos bagaimana dengan keadaannya, karena kami melihat ada beberapa bercak darah yang mengalir dari tubuhnya,” lapor suruhan Sherly yang sebelumnya menikmati tubuh lemah Minerva.


“Darah ya!” beo Sherly. “Ya sudah biarkan saja, kalian acuhkan saja darah itu. Bagaimana apa kalian puas menikmati tubuhnya?” tanyanya kemudian pada suruhannya satu persatu.


Suruhan dari Sherly istri simpanan Marco pun kompak mengangguk, setelah mendengar pertanyaan yang di tuju oleh mereka.


“Kerja bagus ... Setelah kalian mendapat bonus dariku. Dan juga apa kalian sudah membuat video yang aku minta?” ujar Sherly dengan bertanya.


“Sudah ada yang merekam video itu bos,” jawab salah satu suruhannya itu.

__ADS_1


“Setelah ini kalian semua tinggalkan aku sendiri, biarkan aku yang memulainya. Ingat jangan sampai gagal saat kalian menyebar sebuah berita yang menghebohkan itu,” perintah Sherly dengan tegas.


Beberapa di antaranya pun membubarkan diri meninggalkan seorang bos mereka yang akan melancarkan aksinya kala itu.


Sembari mengelus perutnya yang membuncit, tanpa merasa takut dan berdosa ia pun menyalurkan hasratnya yang selama ini ia pendam.


Bukan karena mengidam, bukan pula karena senang. Akan tetapi justru obsesinya semakin besar saat ia membenci sebuah keluarga yang terlihat bahagia itu.


Kini ia pun bisa menyalurkan pada calon korbannya dengan kondisi yang tengah pingsan tersebut, akibat pelecehan yang ia dapatkan.


‘Bersiaplah untuk menjemput malaikat mautmu ini, karena aku sangat begitu membenci kebahagiaan yang selalu kau rasakan. Maka dengan ini aku pula datang menghancurkanmu’ lirih Sherly berbisik sembari berjalan ke arah tempat cairan itu berada.


Namun sebelum melancarkan aksinya, ia pun membangunkan sang korban terlebih dahulu. Guna bisa melihat bagaimana cara kerja tangannya ketika melumuri tubuh korbannya yang tak berdaya.


Minerva pun terbangun dari pingsannya, alangkah terkejutnya ia mendapati sebuah darah yang tengah mengalir di tubuhnya.


‘Oh tidak bayiku ... Mas kenapa kamu sama sekali tak mengkhawatirkan keadaanku dengan calon bayi kita’ jerit pilu Minerva ketika melihat tubuhnya bersimbah darah di bagian tertentu.


Hingga kini ia benar-benar tak menyangka takdir kejam telah merenggut semua kebahagiaan Minerva dengan Marco suaminya tercinta.


‘Maafkan mamamu yang lalai dalam menjagamu, tenang di atas sana. Tunggu kedatangan mama, bila memang mama akan di bunuh oleh wanita itu. Mama bersumpah dengan segenap jiwa raga. Jika arwah mama nanti akan terus menghantui anak dari orang yang menghancurkan kebahagiaan kita, sebelum wanita menyerahkan dirinya’ setelah mengatakan sumpah yang ia ucapkan.


Tak lama kemudian tiba-tiba terdengar sebuah petir yang menyambar begitu maha dahsyat, menandakan langit menjawab sebuah sumpah darinya yang terluka.


“Oh sudah bangun rupanya ... Bagaimana apa kau suka dengan pelayanan dari pria-pria yang menjamah tubuhmu?” tanya Sherly.


“Kau,” ucap Minerva dengan sorotan mata kebencian yang mendalam yang di tuju untuk istri simpanan suaminya itu. “Wanita seperti tak akan pantas berada di sisi suamiku, karena kau wanita licik yang pernah di nikahi oleh suamiku.”

__ADS_1


“Pantas tidaknya, cepat atau lambat. Aku sendirilah yang pantas berada di sisi suamimu, bukan wanita lemah sepertimu,” ujar Sherly sinis. “Baiklah aku tak ingin berbasa-basi terlalu lama yang membuatku sangat muak. Secepatnya kau harus menjadi manekin cantik, untuk menghiasi koleksiku yang terakhir.”


Dengan pasrah menghadapi takdir yang menyakitkan, mau tak mau Minerva pun harus menerima segala sesuatu yang tengah merenggutnya.


Tanpa merasakan kesulitan dengan perutnya yang tengah hamil. Sherly itu pun melancarkan aksinya, setelah berbasa-basi dengan Minerva.


Tanpa membuang waktu banyak ia pun melumuri tubuh polos dengan darah yang telah mengering itu dengan sebuah cairan khusus yang sengaja ia gunakan untuk menjadi bagian tubuh Minerva sebagai manekin koleksinya yang terjadi.


Setelah merasa puas pada korbannya, kemudian ia pun menyimpan tubuh Minerva yang telah menjadi manekin itu di tempat yang telah di sediakan olehnya sebelum kematiannya datang merenggutnya.


Ia pun juga melancarkan aksinya untuk mengelabui suaminya itu, tanpa merasa bersalah ia membuat kejadian waktu yang tak terduga.


Hingga beberapa bulan kemudian ia telah berhasil menggantikan posisi Minerva sekaligus menyingkirkan posisi yang memang seharusnya di tempati oleh Minerva, namun takdir merenggut segalanya.


Dan kini dengan penuh dendam amarah yang begitu besar, arwahnya itu pun tak akan pernah tenang sebelum tubuhnya di kuburkan dengan layak.


Karena hingga sekarang tubuh polosnya tersebut tersimpan dengan awet, akibat obsesi yang di derita oleh Sherly.


Alex itu sendiri pun sedikit tak percaya, bahwa kematian dari arwah penasaran itu merupakan buntut balas dendam yang tengah di lakukan oleh Minerva sebagai arwah penasaran itu.


“Jadi kau ingin tubuh yang menjadi patung itu di kuburkan dengan layak begitu?” tanya jiwa Alex pada arwah Minerva. “Sebentar-sebentar aku harus kembali dulu ke tubuhku, nanti di sana kau bisa berbicara dengan dua saudara kembarmu.”


Tak ingin terlalu lama menunggu, Alex pun kembali ke dalam tubuhnya sendiri setelah ia berhasil menemukan titik terang di balik kematian arwah tersebut.


Benar-benar menguras energi yang begitu besar, saat ia memasuki ruang dimensi milik arwah Minerva itu.


Ia pun tak menyangka ada manusia berhati iblis lain yang selalu berusaha merenggut kebahagiaan orang lain, bukan dirinya saja yang merasakannya.

__ADS_1


Sang arwah Minerva itu pun menunjukkan buktinya, bahwa kesetiaan itu sangat mahal harganya.


Ya sampai sekarang pun arwah Minerva itu selalu mengikuti serta berusaha untuk menuntut balas dendam atas perlakuan dari Sherly, yang hanya seorang istri simpanan dari suami arwah Minerva.


__ADS_2