
...“Aku Telah Gagal Menjaga Berlian Itu.” (Kevin Morgan Adhitya)...
.
.
.
.
.
“Bukankah anda sendiri sudah mendengar kabar tentang ketiga bayi kembar itu pastinya telah mati bersama dengan mobil yang meledak itu Nyonya.”
“Apa kau sangat yakin dengan perkataanmu itu? Kalau kau sampai mengkhianatiku. Kau akan tanggung hukuman dariku!”
Mengancam anak buahnya untuk memberinya laporan tentang sebuah rahasia tujuh belas tahun yang lalu, tanpa ia duga anak buahnya sendiri itupun menutupi sesuatu yang telah di sembunyikan dengan rapi.
“Lebih baik kau persiapkan semuanya. Ingat besok kau harus menjemputku di tempat seperti biasa.”
Dengan kasar Marista pun melemparkan ponsel tersebut ke sembarang arah, tanpa memedulikan bunyi retakan yang dihasilkan oleh ponselnya tersebut.
Sialan kau Ray. Sampai kapan pun kau tak akan pernah bisa menemukan mereka, tentunya bayi kembarmu itu telah menyusul wanita sial itu ke alam baka. Akan tetapi jika aku menemukan sesuatu, jangan harap kau bisa bertemu mereka lagi. Dengan seringai licik Marista bertekad tak akan pernah melepaskan Raymond yang telah menjadi suaminya itu.
__ADS_1
Tentunya ia juga tak akan pernah bisa membagi kasih putrinya pada ketiga anak kembar Raymond, jika saja anak sulung Raymond sangat membenci dirinya, untuk itulah ia tak akan pernah membiarkan posisi putrinya di gantikan oleh ketiga anak kembar Raymond dengan wanita yang sangat ia benci itu.
Di sinilah mereka berada dengan Kevin yang memesan minuman pada Leonard sebelum membicarakan tentang rahasia tersebut. “Maaf tiba-tiba membawamu ke tempat ini. Karena memang ada yang sangat ingin aku katakan padamu,” ucap Kevin dengan raut wajah yang serius.
“Jadi apa yang ingin anda katakan dengan saya Tuan?” sahut Leonard sambil bertanya.
“Bagaimana dengan kabar Papamu? Maaf untuk soal makan malam tempo hari, aku sungguh tak menyangka bisa bertemu dengan kalian. Dan tentunya kau juga paham kan dengan rahasia yang di sembunyikan olehnya?”
Sambil mengetuk-ngetuk meja dibalik wajah dinginnya itu sedikit mulai memahami tentang situasi yang terjadi pada rekan bisnis Papanya itu. “Saya sendiri pun tak menyangka Papa telah menikahi seseorang yang pernah menjadi istri anda, bahkan saya sendiri bisa melihat dengan jelas bagaimana ia bisa membenci putri kandungnya sendiri. Sungguh sangat di sayangkan sikapnya tak mencerminkan sebagai seorang ibu.”
Mendengar perkataan tersebut membuat mata Kevin membulat sempurna, dirinya tak menyangka putra dari rekan bisnisnya itu bisa memahami posisi yang di alami oleh Ivone putrinya tersebut. “Apa Ivone pernah menceritakan tentang privasinya?” tanya Kevin.
Leonard pun menggeleng kepala, tentunya ia bisa mengetahui peringai ibu tirinya itu dari tatapan mata saat tak sengaja menatap mata tersebut. “Tidak juga Tuan. Karena selama menjadi ibu tiri saya, berkali-kali saya memergoki mereka secara tak sengaja bertemu.”
Ingatan Leonard menerawang pada saat masa bangku sma, di saat ia sedang bersama Ivone dan Theo. Saat itulah ia sedikit mengerti tentang posisi yang di alami oleh sahabat atau lebih tepatnya adik tirinya itu.
Tanpa menjawabnya Leonard pun hanya diam mengangguk sambil tangan mengangkat sebuah gelas kemudian menyesap kopi yang di suguhkan itu, seraya bertanya tentang pembicaraan yang ingin di sampaikan oleh orang yang sedang duduk di depannya tersebut.
“Oh iya Om apa yang ingin anda bicarakan denganku? Karena anda menyuruhku memanggilmu Om. Maka aku tak perlu bersikap formal seperti ini.”
“Terserah kau saja bagiku mau formal atau tidak, tak ada hubungannya denganku!” ucap Kevin acuh. “Aku langsung saja bicara pada intinya. Saat ini aku sedang mencari beberapa kantong darah untuk seseorang yang tengah berbaring di rumah sakit, tentunya aku tak menyangka biarpun mereka bertiga kembar. Akan tetapi golongan darah diantara mereka sangat berbeda, dan yang paling langka ada di tubuh si sulung itu.”
Terang Kevin dengan raut wajah yang sendu, tentunya ia telah gagal menjaga harta berharga dari seseorang.
__ADS_1
Sebagai seorang yang di titipkan sesuatu hal tentang harta itu, sebisa mungkin ia harus bisa menjaganya, akan tetapi hari ini ia telah gagal menjaga harta itu.
.
.
.
.
.
Ges sudah up ya
Oh iya minta dukungan dong
Karyaku lagi ikutan lomba tim
Nah mau tahu caranya?
Nanti ada di part selanjutnya ya
See next time
__ADS_1
Love you all
Sekebon rel sepur