
“Tempatkan mama di daerah minim jangkauan darinya.” Araxi berkata karena ia telah mempunyai sebuah tempat untuk kepindahan makam sang mama tercinta.
“Apa ada lagi permintaan darimu, Ra?”
“Hm, sudah lakukan apa yang ku minta tadi.”
“Ngomong-ngomong, Ra, itu ap–”
“Aku sangat tahu dengan apa yang ditanyakan olehmu!”
Alexa meringis pelan karena dia tak menyangka kembarannya ini mengetahui pertanyaan yang sedang diajukan.
“Jangan banyak tanya cukup diam. Apa kamu lupa betapa posesifnya Alex pada diriku yang selalu menggampangkan energi untuk menolong arwah hantu penasaran itu.”
“Maaf.”
“Sudah jangan banyak tanya yang perlu dilakukan sekarang cepat pindahkan makam mama sebelum semuanya terlambat.”
Alexa dan Araxi memutuskan obrolan yang melalui pikiran masing-masing. Yang mana membuat Theo terdiam membisu dengan cara komunikasi yang dilakukan oleh ketiga kembar indigo tersebut.
“Ada apa, Kak?” tanya Alexa.
Theo menggeleng kepala. Namun, dia sedikit teringat bagaimana caranya menyembunyikan keberadaan makam yang akan di pindahkan, tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya.
Sampai akhirnya dia dikejutkan dengan sesosok yang selalu melindungi dan menjaganya itu.
“Kau jangan cemas dan risau karena aku yang akan melindungi dan menjaga tempat itu.”
“Apa maksudmu itu?” tanya Theo kaget dengan kemunculan sesosok tersebut.
__ADS_1
Bukannya menjawab makhluk tersebut tertawa pelan dengan reaksi dari seorang anak lelaki yang selama ini ia jaga sesuai amanat ditinggalkan oleh mendiang tuannya. “Reaksimu saat melihatku sudah tak terlalu takut lagi, heh!”
“Kalau tak mau memberitahuku tak masalah bagimu.” Theo berucap dingin tanpa memedulikan sesosok makhluk yang berkulit hijau dengan tubuh tinggi tegap terus menggoda dirinya.
“Oke-oke aku tak akan menggodamu lagi. Sepertinya kau sedikit berbeda dari biasa yang ku lihat. Tenang saja makam itu nanti di sana kan ada yang menjaga dan melindungi dari incaran orang-orang jahat.”
“Terserah katamu yang penting makam itu biar tak menjadi incaran kembali.”
Tanpa sadar obrolan antara Theo dengan makhluk tersebut menarik perhatian kedua kembaran yang sedang menyaksikan dan hal tersebut membuat mereka sedikit kaget dengan kemampuan dari dirinya sendiri. Namun, hanya satu orang yang mengetahuinya lebih tentang kemampuan dipunya oleh sahabat kakak mereka.
Didorong rasa penasaran Alexa sengaja mendekati sahabat kakak kandungnya. Yang mana membuatnya merasa bingung bagaimana bisa Theo dapat berbicara dengan makhluk tersebut.
“Siapa makhluk itu, Kak?” tanya Alexa sambil tak lupa manik matanya terus menatap ke arah makhluk tersebut.
Tanpa di sangka makhluk tersebut memperkenalkan diri dan juga dengan gamblang ia mengatakan semua tentang keluarganya.
“Jadi kau tahu apa yang terjadi dengan kematian mamaku?” Alexa di buat penasaran dengan cerita yamg yang dilontarkan oleh makhluk tersebut.
Pernyataan dari makhluk tersebut membuat keduanya tercengang saat mendengar cerita bahwa nyawa mereka dulunya diincar hingga sekarang ibu tiri dari ketiga kembar tersebut tak memercayai sepenuhnya bahwa ketiganya masih hidup.
“Aku merasa nyawa kalian saat ini sedang diincar kembali karena pada waktu itu orang suruhan dari wanita tersebut telah gagal menjalankan perintah.” Makhluk itu pun melanjutkan kembali pernyataan yang begitu menyakitkan.
“Untuk apa nyawa kami diincar.” Alexa dan Alex membeo bersamaan.
Mereka semua pun tak menyadari bahwa sedari tadi Leonard berdiam menyimak obrolan antara Theo, kedua kembar itu dengan sesosok makhluk yang tiba-tiba menampakkan diri.
“Kalian ini sedang mengobrol dengan siapa?” Leonard berjalan menghampiri ketiganya.
Alex menyeringai sinis karena hanya satunya Leonard yang tak bisa melihat keberadaan makhluk tersebut. Seketika jiwa usil di dalam dirinya pun tergerak untuk menggoda kakaknya tercinta. “Ingin bertemu dengan orang sedang mengobrol bersama kami?”
__ADS_1
Leonard bukannya tak mengetahui perihal kemampuan dari Theo dan kedua adik kembarnya. Namun, justru ia sangat mengetahui tentang mereka dan juga sedikit kesal dengan kejahilan yang ada di dalam diri adik lelakinya tersebut.
Akan tetapi ketika menjahili sang kakak. Alex justru mendapat teguran langsung dari kembarannya.
“Bisakah kamu tak jahil pada, Kak Leon!” Alexa menegur sang kembaran sembari mendengkus kesal karena Alex ternyata mempunyai sifat yang jahil.
Ditegur seperti itu membuat Alex mengerucutkan bibir karena Alexa dengan berani dan terang-terangan menegurnya di depan Leonard. Yang mana membuat ia merasa malu dengan perkataan dari kembarannya ini.
Tak kuasa menahan tawa melihat wajah Alex yang terlihat lucu dan menggemaskan dihadapannya. Leonard menghampiri untuk memberinya sebuah pelukan hangat yang sejak dulu ingin ia lakukan.
“Aku baru tahu adik kembar satu ini bisa juga ya jahil padaku.”
Merasa hangat di dalam dekapan sang kakak membuatnya tak ingin melepaskan diri dari pelukan tersebut. Namun, justru Alexa yang menggoda dirinya.
“Ck, ada yang bilang tadi katanya tak terlalu menyukai keberadaannya tapi kenapa bisa nyaman berpelukan seperti sepasang kekasih saja,” goda Alexa sambil terus menertawai sang kembaran tercinta.
Pelukan mereka pun terlepas dengan Alex menatap tajam ke arah Alexa karena telah mengganggu waktunya.
“Sudah, ya, kalian jangan bertengkar terus lebih baik kita fokuskan pada pemindahan makam mama.” Leonard membuka obrolan sambil ia melerai perdebatan yang akan dilakukan oleh kedua adiknya ini. “Lalu untuk yang tadi aku tak ingin tahu lebih banyak tapi jangan kira tak mengerti dengan privasi dari kalian semua.”
Setelah mengatakan hal tersebut Leonard mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang yang akan ditugaskan membongkar dan memindahkan makam mamanya tercinta.
Sementara itu kembali lagi pada makhluk yang masih bersama Theo ini merasa lega dengan kehidupan dari cucu tuannya. Bahkan ia menebak anak lelaki yang selalu dijaga itu saat ini sedang menyimpan rasa pada seorang gadis yang tak lain seorang bayi yang dulu sempat ditolong dari incaran wanita tersebut.
Tuan cucu Anda sekarang sudah dewasa dan saya menebak saat ini dia tengah menaruh hati pada gadis yang berdiri di depannya. Bahkan saat hamba menampakkan diri cucu Anda sudah tak terlalu takut lagi dengan kehadiran saya. Terima kasih atas kebaikan yang pernah Anda lakukan selain itu sampai sekarang hingga nanti akan tetap terus menjaga dan melindunginya.
Selesai mengatakan perlahan-lahan ia menghilang dari pandangan Theo untuk mempersiapkan diri dengan penyambutan atas kepindahannya makam seseorang yang akan dijaga dari jangkauan incaran orang-orang yang berbahaya.
Theo sedikit terkejut saat ia tak sengaja mendapati makhluk yang menjaganya itu menghilang tanpa berpamitan dengannya.
__ADS_1
“Kemana ia menghilang?” Theo membeo dengan raut wajah yang terlihat sangat sedih.
Lalu kemudian setelah Leonard ....