
Karena Albert tak menjawab permintaannya, Araxi dengan malas menatap ke arah Albert yang terus menatapnya tanpa berkedip, sehingga Araxi pun kembali memejamkan matanya untuk menghindari tatapan mata Albert.
Menatap ke arah Araxi, Albert semakin merasa senang. Karena gadis tomboi dingin itu bangun dari masa kritisnya, akan tetapi ia tak mendapat respons dari gadis pujaannya itu.
Merasa kesal Albert pun memutuskan menghilangkan diri, sebelum ia semakin kesal dengan tingkah laku dari gadisnya itu.
Namun Albert tak menyadari, bahwa Araxi enggan di tatap seperti itu. Karena baginya Albert telah lancang mencuri ciuman pertamanya, hal tersebutlah membuatnya merasa risih sekaligus heran pada sikap Albert.
Kau kenapa Ra? Apa aku telah melakukan kesalahan? Tak biasanya kau tak begitu dingin pada diriku. Batin Albert sendu sambil menghilang dari pandangan Araxi.
Tentunya Albert merasa heran dengan sikap Araxi yang begitu sangat dingin.
Setelah Albert menghilang dari pandangannya, Araxi yang berpura-pura menutup mata itu pun kembali membuka lebar, mencari sekeliling orang di tempat yang menurut sangat asing.
Tanpa sadar gerakan Araxi membuat bahunya yang mendapat jahitan itu merasa lebih ngilu, saat ia secara tak sengaja bergerak untuk berusaha bangun dari atas brankar tersebut.
Dengan bersusah payah tanpa bantuan siapa pun yang ada di ruangan itu, ia berhasil bangun dari atas brankar tersebut untuk mengambil air yang tergeletak di atas nakas, tak jauh dari tempatnya mendudukkan diri.
Ia pun mulai berpikir ke mana kedua kembarannya itu berada, tanpa sadar masih dalam keadaan lemah tak berdaya. Ia pun tanpa sengaja menggunakan semua kemampuannya, alangkah kagetnya saat ia dapat melihat bahwa dua kembarannya dikalahkan oleh seorang pria yang sangat familier di matanya.
Bodoh mengapa Alexa dan Alex bisa dikalahkan olehnya? Dan juga sepertinya aku pernah melihat pria itu, tapi di mana pernah melihatnya? Tunggu bukankah dia pria yang pernah menegurku saat aku mengobrol dengan Albert. Sialan jadi dia juga sedikit mempunyai kemampuan yang sama dengan kita bertiga. Umpat Araxi dengan geram.
Tentunya ia sungguh tak terima kedua saudara kembarnya dikalahkan oleh pria yang telah membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
Dengan marah Araxi tanpa sengaja memencet sebuah tombol yang ada di dekatnya, hal tersebut tanpa sadar membuat seorang suster berlarian masuk ke dalam kamar inapnya.
*******
Tanpa Theo sadari Alex yang mendengar umpatan batinnya sedikit memicing curiga ke arah Theo yang tengah menyetir itu.
Alex pun menebak siapa gerangan pria yang bernama Leonard itu, dan entah mengapa ada perasaan asing menyerang dilubuk hatinya, tentunya ia juga berusaha menepiskan perasaan tersebut.
Siapa pria itu? Mengapa wajahnya begitu sangat mirip Araxi dan diriku? Apa yang telah terjadi, mengapa aku tak mengetahui hal ini seperti ini? Batin Alex bertanya-tanya.
Namun Alexa tak menduga, bahwa Alex tak menahu tentang Kakak kandung mereka. Ia berpikir keras mengapa adik bungsunya tersebut sama sekali tak menahu tentang mereka yang mempunyai Kakak kandungnya itu.
Ada apa dengannya? Mengapa Alex tak tahu tentang Kak Leonard? Bahkan aku pun tahu, kalau kak Leonard mendonorkan darahnya untuk Araxi! Mengapa harus serumit ini kemampuanmu Lex?
“Kau masih di rumah sakit Al?” tanya Alexa tanpa berasa-basi melalui telepati yang ia gunakan.
“Aku tak ada di rumah sakit, melainkan aku sedang bersembunyi. Memangnya ada perlu apa bertanya hal seperti itu?” jawab Albert sambil balik tanya.
“Aku kira kau masih di rumah sakit Al,” sahut Alexa. “Lalu bagaimana dengan keadaannya? Apa dia sudah sadar?”
“Untuk soal itu sebaiknya kau harus segera datang ke rumah sakit. Aku tak akan memberitahumu tentang keadaannya.” Dengan jahil Albert pun sengaja memberi Alexa kejutan tentang Araxi yang telah sadar dari masa kritisnya.
Dengan bibir mengerucut kesal Alexa pun tak mendapat jawaban dari Albert, untuk memberinya kabar tentang keadaan Araxi. “Dasar pelit!” ucap Alexa ketus serta tak lupa ia memutuskan komunikasi yang melalui telepati itu.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Sudah up ges
Ada yang pernah baca Novel antologi?
Aku boleh promo?
Tertarik?
Silakan chat di no wa yang tertera
See you next time
Love you all sekebon rel sepur
__ADS_1