
Untuk membuktikannya dengan terpaksa Araxi menanyakan tentang perasaan Albert terhadap dirinya. “Tingkahmu semakin aneh saja Al? Apa kau suka denganku?” tanya Araxi dingin.
Mendengar pertanyaan dari Araxi membuat hati Albert membeku, ia tak menyangka gadis pujaannya itu menanyakan perihal tentang perasaannya terhadap gadis tomboi dingin dihadapannya tersebut. “Kau tahu dari mana Ra? Bahwa aku memang menyukaimu apa itu salah?” jawab Albert dengan tanya balik.
“Apa aku harus menjawab pertanyaanmu itu Al?” jawab Araxi dingin.
Albert pun menggeleng kepala, akan tetapi ia kembali berpikir bagaimana caranya mengungkapkan perasaannya yang selama ini ia pendam dengan sendiri, mengingat Araxi tak begitu mengetahui perihal cinta.
Karena sejatinya Araxi sendirilah yang menutup seluruh hatinya, agar ia tak terlalu mengenal yang namanya cinta.
Tanpa berpikir panjang Albert pun mendekat ke arah Araxi, wajah pucat pasinya itu pun sangat dekat hanya beberapa centi di antara wajahnya itu.
__ADS_1
Araxi pun tak menyangka Albert kembali mencuri ciumannya, tentunya ia sangat terkejut dengan kegesitan yang dilakukan oleh Albert.
Dengan berani Albert pun mengecup bibir Araxi sembari melu’mat, mencecapnya dengan penuh perasaan yang mendalam.
Beberapa detik kemudian Araxi pun berusaha mengatur napas kembali sambil menatap dingin ke arah Albert, yang merasa senang bisa mengungkapkan perasaan terhadap gadis tomboi dingin tersebut.
“Apa kau marah denganku Ra? Maaf aku melakukan ini padamu, bahkan membuatmu muak dengan sikapku. Hanya saja jujur aku tak tahu dan tak terlalu mengerti bagaimana mengungkapkan isi hatiku untuk dirimu,” ucap Albert dengan tulus tanpa ada kebohongan di raut wajahnya itu.
“Tidak!” jawab Araxi singkat padat dan jelas. Jadi ini yang di katakan oleh Mama? Lihatlah Ma kedua kali ini, Albert mencuri cuimanku lagi. Apa yang harus aku lakukan? Aku tak tahu mengapa hatiku tak bisa menolak saat dia menciumku ini.
“Aku tak tahu Ra,” jawab Albert jujur. “Saat kau dalam masa kritismu, aku yang menunggumu di sini.”
__ADS_1
Karena tanpa bertanya pada Albert, memang Araxi telah mengetahui keberadaan dua kembarannya, bahkan saat ini ia dapat merasakan kedua kembarannya tengah berada diluar kamar inapnya.
Yang mana kedua kembarannya tersebut tengah mengobrol dan menanyakan pada orang yang tengah menunggunya sejak ia di rawat di rumah sakit tersebut.
“Apa kau sedang merindukan mereka Ra?” tanya Albert yang merasa heran.
Araxi pun menggeleng kepala, bukan itu yang ingin ia tahu, akan tetapi Alexa saat ini yang sedang ingin ia tahu.
Tentang kemampuan Alexa. Apakah Alexa bisa melewatinya saat bertemu dengan makhluk tersebut, sampai-sampai ada seorang pria yang mengalahkan mereka dalam hal bertindak saat akan melawan makhluk jenglot itu.
Bahkan Araxi pun sangat tahu siapa pria itu sebenarnya, mengingat Araxi dapat melihat gambaran masa lalu di mana ia melihat seorang Kakek tua, di sebuah rumah sederhana dengan memegang dada kirinya.
__ADS_1
Akibat tembakan yang di letuskan oleh seorang wanita. Yang sialnya wanita tersebut sangat berhubungan dengan seorang ia anggap sebagai keluarga karena melindungi dan menjaganya, dan orang itu ialah Kevin Morgan Adhitya.
Sungguh takdir yang sangat kebetulan, bagaimana bisa Papanya menikah dengan seseorang yang telah membuatnya terpisah dengan mendiang Mamanya tercinta.