
Baik Alex maupun Araxi keduanya pun sama-sama memendam perasaan amarah yang menggebu-gebu, saat mereka mengetahui sebuah rencana yang akan dilakukan oleh seseorang yang sangat membenci mendiang mamanya tercinta.
“Lex, apa kamu tak ingin mengatakan sesuatu denganku tentang pertemuanmu dengan Mama?” tanya Araxi dingin.
Alex yang mendengarnya pun terkejut bukan main, bagaimana mana mungkin Araxi bisa melihat gambaran tentang hal itu. “Ra apa kamu juga melihat suatu gambaran yang barusan aku lihat?” jawab Alex kaget sambil balik tanya pada Araxi.
“Hei apa kamu lupa dengan kemampuanku hah?” dengan nada dingin Araxi pun mengingatkan Alex tentang kemampuannya yang satu ini. “Kalau bisa untuk yang ini jangan sampai Alexa tahu Lex, dia meski pun tak pernah terlihat menggunakannya seperti milik kita. Akan tetapi marahnya dia sangat berbahaya di bandingkan denganmu. Apa kamu mengerti?”
__ADS_1
Tanpa menjawabnya Alex pun mengangguk kepala pertanda ia pun setuju dengan ucapkan yang di lontarkan oleh Araxi.
Yang mana membuat mereka tak akan pernah membiarkan Alexa mengetahui perihal masalah tentang, mengingat biarpun Alexa dan Alex sama-sama misteri dengan kemampuannya, akan Alexa yang tak terlalu menampakkan hal tersebut.
“Ngomong-ngomong Ra, apa kamu sudah pernah bertemu dengan Kakak?” tanya Alex yang masih penasaran dengan seseorang pria yang telah ia lihat melalui kemampuannya itu.
Sudut bibir Araxi pun berkedut ia tak menyangka akan mendapat pertanyaan itu dari kembarannya. Seakan-akan Araxi menangkap ada kecemburuan di dalam diri Alex tentang Kakak kandung mereka. “Sebentar lagi mereka akan datang ke mari Lex. Aku lihat kamu seperti cemburu saja dengan Kakak.”
__ADS_1
“Sudahlah kamu itu tak perlu terlalu cemburu dengan Kakak. Yang ada itu nanti dia yang akan cemburu setelah melihat penampilanku saja pasti membuatnya merasa cemburu,” hibur Araxi untuk menenangkan hati Alex. Agar kembarannya tak terlalu mencumburui kakak kandungnya.
Keduanya pun kompak saling berbalas obrolan, sampai mereka tak menyadari ada sepasang mata yang mengawasinya.
Tentunya Alexa yang berusaha bangun pun tanpa sengaja mendengar obrolan dari keduanya, sehingga ia kembali memejamkan mata untuk berpura-pura tidur kembali.
Namun perkataan dari Araxi membuatnya penasaran, tanpa sadar Alexa juga melakukan hal yang sama dengan keduanya. Dan alangkah kagetnya ketika Alexa tak sengaja melihat gambaran yang sedang menimpa mendiang mama tercinta, membuat darahnya mendidih dan sebisa mungkin Alexa untuk tak memperlihatkan pada kedua kembarnya tersebut.
__ADS_1
Alexa pun menyembunyikan kemampuannya, yang mana ia dapat menutup suara batinnya agar kedua kembarannya tak dapat mendengar suara jeritan amarah dari seorang Alexa Wesley Wiratmaja.
Jadi wanita iblis itu ingin membakar barang milik Mama, ini tak bisa di biarkan begitu saja dan sama saja iblis itu menabuh genderang perang dengan kami bertiga. Karena di dalam jiwamu ada sesosok yang mendiaminya, maka aku pastikan sudah waktunya tiba kau berhadapan dengan kami wahai iblis dari masa lalu. Dengan batinnya, Alexa pun bertekad akan mempertahankan tulang milik Mamanya. Serta tak lupa mereka pun sudah waktunya membinasakan sesosok yang tengah mendiami tubuh wanita iblis yang telah merenggut kebahagiaan mendiang Mamanya tersebut.