Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Part 202


__ADS_3

Raymond Wesley Wiratmaja mengeleng karena waktunya bertemu dengan sang Putri pun semakin terbatas, dan ia sendiri pun tak bisa berlama-lama sebab saat ini juga harus berpamit dengan Raja yang akan menggantikannya.


“Sayang ....” Angin sepoi yang bertiup kencang begitu sangat menyejukkan mata. Namun, Araxi tak kuasa menahan tangis ketika ia harus berpisah dengan kedua orang tuanya.


“Siap atau tidak kami akan segera pergi, kamu tak perlu bersedih hati karena Mama, dan juga Papamu tak akan pernah pergi kemana-mana. Kami akan selalu ada disini.” Siska mewakili sang suami sembari mengangkat tangan dan menunjuk ke arah dada Araxi.


Enggan membalas. Namun, sebisa mungkin Araxi tak terlalu bersedih ketika kedua orang tuanya melambaikan tangan, dan perlahan-lahan menghilang dari pandangan mata.


Membuat peluh keringat membasahi kening sampai ia tak menyadari kehadiran Albert di samping yang saat itu terus memanggil karena hantu tampan itu pun mencemaskan keadaannya. “Ra, kamu bermimpi apa? Sampai keringat membasahi seluruh wajahmu.”


“Ra ...,” panggil Albert kembali yang membuat Araxi mendengkus kesal.


“Jangan berisik, Al!” ketus Araxi dingin.


“Aku mencemaskan keadaanmu, Ra! Apa aku salah?”


Pertanyaan dari Albert, Araxi enggan menjawabnya. Namun, justru ia menanyakan apakah makam sang Mama tercinta sudah aman dari iblis tersebut. Itulah yang membuatnya enggan menjawab pertanyaan dari hantu tampan itu.


“Apa makam Mama sudah aman, Al?”


“Kamu jangan cemas semuanya sudah aman. Lagipula iblis itu tak akan lagi mengejar Mamamu, Ra.” Jawaban dari Albert tak membuat Araxi lega karena ia sedikit merasakan ada kejanggalan dengan makam yang baru saja di tempati oleh sang Mama tercinta.


Keadaan masih dini hari pukul dua malam terpaksa Araxi melanjutkan kembali tidurnya. Namun, berbeda yang dilakukan oleh kedua kembarannya dan juga Leonard setelah selesai mengantarkan, dan menguburkan jasad tulang belulang sang Mama tercinta. Mereka terpaksa menginap di sebuah penginapan yang jaraknya tak jauh beberapa kilometer dari area makam tersebut untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya.


Alexa, dan Alex yang satu kamar di penginapan itu pun tak bisa tertidur dengan nyenyak karena mereka terganggu dengan sebuah suara mencekam yang berasal dari tempat kamar tidur tak jauh kamar inapnya.

__ADS_1


“Apa kamu mendengar suara itu, Lex?” tanya Alexa.


Alex mengangguk. Namun, ia tak menyangka di tempat ini masih saja mendengar suara yang terlihat begitu mencekam. “Kamu masih takut, Sa?”


Ya, sesuai apa yang diucapkan oleh Alex. Alexa masih takut dengan suara yang begitu sangat jelas di telinga mereka. Bahkan malam dini hari seperti sekarang ini suara tersebut semakin keras dan mencekam yang membuat bulu kuduk Alexa merinding saat mendengarnya.


“Aku masih takut, Lex! Suara itu sangat jelas sekali.”


Suara-suara itu pun saling bersahutan sampai mereka mendengar suara yang berasal dari teriakan seseorang yang meminta pertolongan. Namun, keduanya enggan gegabah dalam bertindak karena mereka selalu teringat pesan dari Araxi ketika menghadapi situasi seperti sekarang ini.


Sampai Alex tak menyadari bahwa suara-suara tersebut berasal dari arwah penasaran yang telah dijadikan tumbal di tempat mereka menginap, dan membuat Alex melihat gambaran tersebut yang mana seketika itu ia tiba-tiba masuk ke dimensi milik salah satu arwah yang sengaja menariknya.


“*Arwah itu sengaja menarikmu ke dimensi ini. Agar kau mau membantunya.”


“Aku tak seperti Ara yang bisa bertahan lama di tempat ini*!”


Alex tak menduga pemilik penginapan itu pun melakukan pesugihan dengan menumbalkan beberapa bagian tulang manusia untuk memperkuat tempat penginapan yang di tempat oleh dirinya.


“Jadi, orang itu menargetkan setiap tamu untuk dijadikan tumbal? Kalau begitu ....”


Tiba-tiba pikirannya tertuju pada Leonard dan Theo, dan Alex menduga yang akan menjadi target kali ini adalah ....


.


.

__ADS_1


.


.


.


Mohon maaf ya readersku karena aku jarang up dan sebagai ganti tetap terus beri dukungan karena aku tetap akan mengadakan GA untuk satu tahun kalian menemani 3A beraksi


Insha allah nanti aku akan membocorkan GA untuk kalian


Yakin enggak mau?


Syaratnya apa?


Enggak banyak kok


Cukup dukung terus yang dengan memberi gift dan vote di setiap aku up karena nanti aku hanya pilih 5 orang yang selalu setia membaca karyaku ini.


Oke cukup di sini


Sampai ketemu


Tenang nanti aku kasih tahu hadiah GA untuk kalian


See you next time

__ADS_1


Love you all sekebon cabe


__ADS_2