
Di pagi hari yang cerah dengan Kevin yang tengah terlelap di luar kamar inap Araxi itu tanpa sadar membuatnya terbangun dari alam mimpinya, sembari membuka mata ia pun tersenyum saat melihat putrinya terlelap di atas pahanya dengan ia sendiri yang tidur sambil duduk, tanpa merasakan di sekujur tubuhnya itu sangat remuk redam.
Karena tak nyaman saat tertidur dengan posisi duduk, akan tetapi ia berusaha memaklumi dengan keadaan sekitarnya.
Kemudian Kevin membangunkan putrinya dari alam mimpi, dan memintanya untuk mencari sarapan terlebih dahulu, agar putrinya selalu kuat menghadapi kenyataan kehidupan yang ia dan putrinya alami itu.
“Sayang,” panggil Kevin dengan lembut. “Bangun ya ini sudah pagi loh,” Lanjutnya sambil membelai lembut panjang putrinya tercinta.
Ivone yang mendengar panggilan dari Papanya merasa kesal, bagaimana mungkin saat sedang asyik terlelap di alam mimpi, sang Papa tercinta justru membangunkannya lantas hal tersebut membuat Ivone mengerucutkan bibirnya. “Aku masih mengantuk Pa!”
“Iya sayang Papa tahu, akan tetapi ini sudah hampir siang dan juga apa kamu tak ingin masuk ke dalam. Karena Papa akan masuk untuk melihat keadaan Araxi.”
Dengan malas Ivone pun hanya menggeleng kepala. Karena sekarang ia merasa perutnya sedikit keroncongan, hal tersebut membuat Kevin tertawa senang jika menyangkut putrinya tercinta.
“Apa kamu lapar sayang?”
“Iya Papa bolehkah aku makan ke kantin di rumah sakit ini?” jawab Ivone sambil bertanya balik.
“Kenapa ingin makan sendiri di kantin sayang? Apa sebaiknya kamu tunggu Papa dulu?” jawab Kevin sambil bernegoisasi pada putrinya.
__ADS_1
Ivone pun menggeleng kepala, bukannya tak ingin menunggu Papanya mengobrol dengan si kembar, akan tetapi ia ingin menikmati waktunya dengan sendiri tanpa merasa terhalang dengan keberadaan Papanya. “Ayolah Pa kan kantinnya dekat dari sini.” Dengan wajah yang memelas Ivone pun juga berusaha membujuk Papanya untuk membiarkan makan sendiri tanpa harus menunggunya.
Karena tak tega melihat raut wajah memelas itu dengan terpaksa Kevin pun membiarkan Ivone pergi ke kantin sembari ia menunggu di dalam kamar inap tersebut, serta tak lupa ia menyuruh putrinya untuk mencuci muka sebelum pergi ke arah kantin, agar wajah putrinya terlihat lebih segar sebelum menyantap sarapan pagi. “Baiklah kalau itu maumu, sebelum itu sebaiknya kamu mencuci muka terlebih dahulu ya sayang. Agar kamu bisa menikmati sarapanmu dengan nyaman.” Selesai memberinya petuah dengan tersenyum tipis Ivone pun menghadiahkan ciuman di pipi untuk Papanya tercinta.
Lalu setelah itu Ivone melangkahkan jenjang kakinya menuju ke arah kamar mandi sebelum melangkah ke arah kantin tersebut.
Saat melangkah masuk ke arah kamar mandi, seketika Bulu kuduk Ivone pun berdiri. Karena kamar mandi yang ia masuki itu pun terlihat sedikit menyeramkan, walaupun tak bisa melihat apa pun di sekitarnya, akan tetapi Ivone pun sangat memercayai kemungkinan besar di kamar mandi tersebut ada penghuninya.
Karena Ivone tak ingin di ganggu oleh penghuni kamar mandi tersebut, dengan sopan Ivone tak lupa menyapa ke arah di mana penghuni itu berada.
Setelah di rasa tak mengalami gangguan di dalam kamar mandi tersebut, Ivone melangkahkan kakinya untuk keluar menuju arah kantin yang jaraknya tak begitu jauh dari tempat kamar mandi yang ia pakai.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hai-hai aku kembali lagi
Jangan pernah bosan ya dengan karya receh ini
Kalau Leonard di bikin spin apa kalian mau baca?
Dan juga jodoh Leonard itu bukan Ivone, karena Ivone murni menganggapnya seorang sahabat.
Gimana kejutan kemarin yang Albert mencium mesra bibir Araxi
Hayo ada yang penasaran dengan kebucinan di antara ketiga kembar indigo?
Pantau terus yuk
Sebentar lagi masuk ke dalam dunia mereka ya yang suka jalan-jalan dengan para hantu
See next time
__ADS_1
Love you all sekebon rel sepur