Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Pertemuan Yang Sangat Singkat


__ADS_3

“Sayang kamu tak perlu mencemaskan keadaan Alex ya. Apa bisa?” jawab Siska dengan lembut. “Kalau soal itu sepertinya ada di dalam tubuh Alex, ada sesosok yang mendiami tubuhnya! Akan tetapi yang berada di dalam tubuh Alex orang ini sangat misterius. Mama tak bisa melihatnya dengan jelas!”


Setelah mendengar jawaban dari mamanya tersebut Araxi pun berdiam diri, memikirkan sesosok yang mendiami tubuh kembarannya tersebut.


Yang mana membuat Araxi semakin penasaran dengan wujud sesosok yang mendiami tubuh Alex adik bungsunya itu.


“Sudah ya jangan terlalu penasaran dengan sesosoknya. Kamu akan segera bertemu dengannya, akan tetapi tidak sekarang!” ucap Siska yang begitu memahami keinginan putri sulungnya tersebut. “Oh iya Mama ingin bertanya satu hal pada kalian berdua?”


“Tanya soal apa memangnya Ma?” tanya Araxi dan Alexa dengan kompak.


“Apa di antara kalian berdua ada yang sudah bertemu dengan Papa?” tanya Siska dengan raut wajah yang terlihat serius.


“Kenapa Mama bertanya seperti itu? Bahkan aku tak pernah bertemu dengan Papa, kami bertiga masih bersembunyi dari kejaran seseorang!” jawab Alexa dengan bingung, sehingga sedetik kemudian Alexa teringat dengan seseorang saat mendengar suara curhat yang berjarak jauh kilometernya. “Aku ingat sekarang meskipun baru beberapa minggu, aku seperti mendengar seseorang yang tengah curhat di sebuah makam. Aku bisa menebak kalau di sana adalah rumah terakhir Mama, untuk itulah aku bisa mendengar curahan hatinya.”


“Lalu kamu Araxi bagaimana?” tanya Siska pada putri sulungnya itu.


Karena tak mendapati dari jawaban Araxi, Siska pun bisa menebak bahwa putri sulungnya ini sangat irit bicara, tentunya putri sulungnya sangat semakin mirip dengan suaminya tercinta. “Baiklah Mama tak akan bertanya lagi denganmu. Sepertinya Mama bisa menebak sendiri apa yang kamu pikirkan!”


Dasar kamu Ray! Mengapa bisa meninggalkan sifat dan tingkah lakumu itu, aku tak menyangka putri sulung kita benar-benar sangat dingin. Sama sepertimu saat pertama kali mengenal dekat denganku! Batin Siska dengan sendu.


Namun Siska tak menyangka ketiga kembar anak mereka harus terpisah dari Papanya dengan Kakak kandung mereka, ia pun menyadari perpisahan mereka akibat oleh wanita yang pernah membunuhnya itu.


Hal tersebut membuat ketiga kembar anaknya harus berpisah, dan bersembunyi di tempat yang jauh dari kejaran wanita itu.


Kini ia pun semakin menyadari, bahwa wanita yang kini menjadi istri dari suaminya tersebut. Merupakan orang yang tengah di buru oleh dua leluhur yang mendiami tubuh kedua putri kembarnya.


Siska pun terpaksa menyuruh mereka untuk keluar dari tubuh kedua putrinya, agar ia bisa leluasa bertanya pada mereka.


Bagaimana cara ketiga anak kembarnya bertahan hidup, tanpa kasih sayang dan cinta dari suami tercinta, serta juga dari putra sulungnya tersebut.


Seperti biasa tanpa dipanggil pun keduanya muncul secara tiba-tiba, dan hal tersebut membuat kedua putrinya terkejut dengan sesosok asli leluhur mereka.


“Ada apa kau memanggil kami Sis?” tanyanya dengan ketus.

__ADS_1


Dengan senyum merekah Siska pun tak dapat berkata banyak setelah mendengar nada ketus dari sesosok tersebut.


“Kau tak pernah berubah ya! Sifat dinginmu itu seperti ...” ucap Siska terhenti setelah melirik ke arah putri sulungnya tercinta.


“Hei kau membandingkanku dengan putrimu begitu,” omelnya dengan dongkol.


“Kalian berdua seperti anak kecil,” tegur leluhur ketiga kembar indigo.


“Dia duluan Kek yang mulai!” adunya pada sang Kakek tercinta. “Kenapa mereka bisa ada di sini?” tanyanya kemudian sambil menatap ke arah Araxi dan Alexa.


“Aku yang menarik mereka ke tempat ini. Karena aku sangat merindukannya, kau tahu bukan sejak kelahiran mereka ke dunia. Aku bahkan tak sempat melihat wajah ketiganya saat aku melahirkan dulu, itupun aku melakukan hal itu dengan memanggil kalian karena untuk menjaga mereka dari tangan wanita itu.” Dengan menahan air mata akhirnya penantian Siska pun terbayarkan.


Meskipun harus terbatas waktu, akan tetapi ia sangat bahagia bisa bertemu dengan putri kembarnya tersebut. “Maafkan Mama yang saat kalian lahir itu, tak bisa menemani kalian bertiga. Meskipun begitu Mama sangat begitu mencintai kalian, Mama harap kalian bisa mengikhlaskan kepergian Mama. Bersabarlah meski harus lama, karena Mama sangat yakin kita akan berkumpul kembali seperti dulu!”


Kedua putri kembarnya pun dengan erat memeluk tubuhnya, seolah-olah tak ingin melepaskannya begitu saja.


Namun mereka bisa apa? Yang terpenting mereka bisa bertemu, meskipun hanya di alam mimpi seperti ini pun.


Seakan-akan mengerti dengan cepat, leluhur dari kedua kembar tersebut memberi penjelasan perjalanan tumbuh kembang di antara ketiga kembar anaknya tersebut.


“Kau tak perlu cemas, mereka adalah anak-anak yang kuat. Kau tahu bukan, di dunia mereka anak-anakmu mendapat perlindungan dari seseorang yang begitu sangat melindunginya, meskipun orang itu mempertaruhkan nyawanya.” Ujarnya sembari menjelaskan tentang ketiga kembar tersebut.


Agar ia tak terlalu mencemaskan keadaan mereka, karena tanpa di jelaskan secara rinci.


Siska sendiri pun mengerti tentang siapa orang yang begitu melindungi ketiga kembar anaknya itu, bahkan ia sangat berterima kasih karena dengan rela memberi mereka perlindungan dari kejaran wanita itu.


Yang sialnya wanita tersebut merupakan mantan istri dari pria yang melindungi anak kembarnya.


“Terima kasih dan maaf sudah merepotkanmu,” ucap Siska sembari mengucap rasa terima kasih yang dalam untuk leluhurnya. “Sudah jangan cengeng ya anak cantik, Mama tak apa-apa kok sekarang!” hibur Siska pada kedua putri kembarnya.


Yang paling menyedihkan ialah Alexa pun tak kuasa menahan air mata, setelah mendengar penjelasan dan kisah kedua orang tuanya itu.


Air matanya pun tak berhenti menangis, meskipun sang mama tercinta menghiburnya.

__ADS_1


Namun batas waktu bertemu mereka pun telah habis, saatnya kedua kembar putrinya itu kembali.


Karena Siska dapat melihat dan mendengar dengan jelas bahwa si bungsunya tersebut tengah membangunkan kedua saudara kembarnya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Boleh minta kopi sama kembangnya gak?


Biar makin semangat buat nge update ya.


Wokeh see you nex time


Warning mengandung bawang dan awas ini aku gak jualan bawang loh ya


Tetap beri dukungan untuk karya recehan ini ya


Love you sekebon rel sepur 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2