Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Reunian Antara Leonard, Theo, Ivone


__ADS_3

Karena Araxi juga melihat suatu gambaran yang sangat berhubungan dengan orang yang telah melahirkannya, sehingga hal tersebut membuat darah Araxi mendidih, secepatnya ia harus menyelamatkan tulang belulang milik Mamanya tersebut.


*******


Sementara itu setelah Theo mengobrol dengan dokter yang menangani salah satu dari adik Leonard, dengan tergesa-gesa ia menghampiri sang sahabat yang tengah berada di kantin rumah sakit tersebut.


Berjalan dengan cepat dan terkesan terburu-buru melewati tiap lorong koridor rumah sakit tersebut, sampai langkah kakinya tiba di kantin yang menjadi tujuan Theo.


Namun pandangan manik netra matanya menangkap ke arah Leonard yang tengah mengobrol dengan Ivone, akan tetapi mereka dalam keadaan membisu membuatnya menghampiri mereka dan menyapa Ivone.


Mengambil kursi yang tengah kosong kemudian Theo menggabungkan kursi tersebut, lalu setelahnya itu ia pun menyapa dua orang yang tengah membisu.


“Hei kalian kenapa saling membisu?” sapa Theo sambil menyeruput kopi hitam milik Leonard.

__ADS_1


Leonard yang mendengar nada milik Theo seketika dirinya terkejut, saat melihat Theo yang tengah meminum kopi hitamnya tanpa merasa bersalah.


“Hei, Kau datang-datang meminum jatahku!” protes Leonard jengkel. “Sana pesan sendiri jangan seenaknya minum milik orang lain.”


“Salah sendiri kalian berdua melamun. Ya sudah ada minuman dingin menganggur aku minum saja,” sahut Theo enteng. “Ngomong-ngomong apa yang sedang kau dan dia bicarakan?” tanya Theo penasaran sambil menunjuk ke arah Ivone yang tengah memelototkan mata ke arah dirinya.


“Hei jangan tunjuk-tunjuk begitu ke arahku. Kau sungguh menyebalkan,” ucap Ivone dengan jengkel. “Kau juga tak perlu tahu apa yang sedang kita berdua bicarakan.”


Leonard yang mendengar perdebatan antara Theo dan Ivone itu pun seketika tawanya menjadi pecah, ia pun tertawa terbahak-bahak sampai tak menyadari orang lain menatap aneh ke arah dirinya.


“Apa yang sedang kau tertawakan?” tegur Theo dan Ivone dengan kompak sembari bertanya.


Seketika tawa Leonard pun terhenti setelah menegur teguran dari kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


“Begitu saja kalian langsung menegurku,” sahut Leonard acuh. “Lalu apa kau sudah melakukan apa yang aku minta?” tanya Leonard dengan raut wajah serius.


Dengan mengangguk kepala Theo pun menyampaikan pesan dari dokter Arif yang di sampaikan langsung oleh Leonard, akan tetapi ia akan memastikan pembicaraan mereka di tempat lainnya.


“Aku sudah bertanya pada dokter itu,” ucap Theo. “Sebaiknya kita obrolkan di tempat lain. Kita habiskan waktu masa reunian terlebih dahulu!” ajak Theo dengan memberi Leonard sebuah kode kerlingan mata, agar obrolan mereka tentang hasil tes DNA tersebut tak terdengar dari orang lain.


Bahkan dari Ivone sendiri pun merasa heran dengan tingkah laku kedua sahabatnya tersebut. “Hei apa yang sedang kalian rencanakan?” tanya Ivone yang dengan bingung.


“Tidak ada!” jawab Theo dan Leonard bersamaan.


“Ya sudah itu memang urusan kalian berdua, dan juga mungkin tak ada hubungannya denganku!” sahut Ivone sambil menghabiskan minuman yang tersisa dengan tandas. “Hei kalian aku pamit ya! Apa kalian berdua mau ikut aku ketemu dengan Papaku?” ajak Ivone pada keduanya.


Namun kedua orang tersebut menggeleng kepala. Karena mereka harus membicarakan tentang hasil tes milik Leonard.

__ADS_1


“Duluan saja Von, nanti aku dan Theo menyusulmu untuk bertemu dengan Papamu.” Tolak Leonard halus yang di angguk kepala oleh Ivone.


__ADS_2