Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Bertemu Preman Desa


__ADS_3

“Apa!” teriak Andra yang merasa kaget dengan perkataan dari Kevin sahabatnya itu.


“Dari mana kau tahu hal ini Vin? Bukankah selama ini sekolah itu menutup pemilik aslinya, bahkan siapa pun tak ada yang mengetahuinya! Lalu dari mana kau bisa mengetahui rahasia hal besar ini?”


Menghela napas berat, dengan telepon yang masih tersambung Kevin akhirnya memberitahu serta memberi penjelasan tentang kaki tangan lain selain Andra sahabatnya itu.


“Selain kau yang menjadi kaki tanganku sejak dulu. Aku juga mempunyai mata-mata yang aku tugaskan tanpa sepengetahuanmu Ndra. Apa kau merasa keberatan?”


“Tidak!”


Sudut bibir Kevin pun berkedut, lalu kemudian setelah itu dia sedikit teringat dengan putra sahabatnya tersebut.


Ia pun juga memberi putusan untuk menyuruh Andra, agar Andra bisa memberitahu putranya untuk membuat laporan tentang si kembar tiga yang membolos hari ini.


“Oh iya Ndra mengapa kau tak meminta tolong pada putramu sendiri? Bukankah putramu itu bekerja pada putra sulung Raymond? Aku sangat yakin mereka kenal dekat, bahkan aku bisa menebak hubungan mereka bukan sekedar atasan dan asisten pribadi. Bisa di bilang hubungan mereka lebih dari itu.”


“Tanpa kau bilang aku sudah paham Vin. Kau tahu bukan karena aku menyembunyikan rahasia yang kita tutup, mau tak mau aku terpaksa mengatakan padanya kalau ketiga kembar yang kita lindungi itu merupakan adik dari sahabatnya di tempat anakku bekerja,” sahut Andra yang dengan sengaja membeberkan rahasia yang tertutup itu pada putranya.


“Jadi kau memberitahunya tentang rahasia yang kita tutup itu ya?” tanya Kevin dengan kaget.

__ADS_1


Andra yang berada di seberang telepon itu pun memijit pelipisnya yang berdenyut itu, karena tak ingin di musuhi oleh sang putra tercinta dengan terpaksa ia menceritakan segala semua yang ia ketahui, tanpa ada yang perlu di tutupi pagi dari putranya tersebut.


“Kau tenang saja Vin. Theo pasti akan menjaga rahasia ini, karena aku sudah memberinya peringatan dan ancaman untuk tak terlalu gegabah mengambil tindakan,” jawab Andra tanpa ragu.


“Apa hanya ini yang ingin kau sampaikan Vin?”


“Apa agendaku hari ini Ndra? Kalau pun ada rapat di kantor hasil rapat kemaren, kau yang memimpin rapat ini sekarang!” Perintah Kevin dengan tegas. “Itu saja yang ingin kau katakan padamu, ingat Ndra jangan lupa beritahu putramu untuk membuat laporan tentang si kembar yang membolos!”


Tut dengan kesal Kevin pun akhirnya memutus panggilannya secara sepihak.


Sembari menunggu keempatnya Kevin pun memutuskan, untuk beristirahat sejenak di dalam mobil miliknya.


Tentunya seseorang yang memantau dirinya itu merupakan seorang preman desa yang begitu sangat meresahkan masyarakat kampung di desa tersebut.


Preman-preman tersebut menghampiri mobilnya, untuk menyuruh Kevin menyerahkan semua barang-barang yang ia miliki, termasuk mobil kesayangannya itu.


“Keluar kau dari mobil dan serahkan semua barang-barang milikmu itu, termasuk juga kunci mobil ini!” ucap salah satu orang preman itu.


Dengan pasrah Kevin pun keluar dari dalam mobil untuk menghadapi preman yang membawa beberapa senjata yang di todongkan pada dirinya.

__ADS_1


“Kalau kau bergerak sedikit saja senjata ini akan melayang di tubuhmu,” sahut preman lainnya sembari mengancam Kevin.


Kevin hanya bisa mengumpati kelakuan dari preman-preman itu. Sialan kalau seperti ini terus aku tak akan bisa melawan mereka, apalagi senjata yang dibawanya. Bagaimana cara melawan mereka? umpat Kevin dengan membatin kesal.


Karena tak bisa melawan preman-preman tersebut, Kevin pun hanya bisa berdiam diri.


Sambil berdoa dalam hati, semoga ada seseorang yang mau datang menolongnya.


Untuk bisa terbebas dari para preman-preman yang tengah menodongnya dengan senjata yang mereka bawa.


Para preman-preman itu tak menyadari ada sesosok yang terbalut kain kafan putih itu tengah bersiap-siap akan menunjukkan aksinya, tentunya sebagai makhluk yang di tugaskan dari Alexa untuk menjaga dan melindunginya, pocong tersebut tak akan melepaskan mangsa yang empuk untuk menakut-nakuti mereka.


Melompat-lompat dengan bersiul-siul menghampiri dua preman yang tengah menodong senjata tersebut, untuk menampakkan diri dihadapan mereka.


Namun sebelum itu pocong itu akan membuat bulu kuduk dari preman-preman itu berdiri, dengan menepuk salah satu bahu dari preman yang tengah menodong senjata tersebut.


“Hei apa kau yang menepuk bahuku?” ucap preman itu pada rekannya.


Yang mana dirinya merasa heran, seperti ada seseorang yang tengah menepuk bahunya itu.

__ADS_1


“Sembarangan kau bicara,” cetusnya dengan sarkas. “Apa kau tak melihat tanganku ini menodong senjata ke arah tubuhnya itu!” sahutnya ketus.


__ADS_2