Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Permintaan Leluhur Ketiga Kembar Indigo


__ADS_3

“Kau itu tak usah berlebihan begitu Kak, kan ada mereka yang menjaga Alexa. Selagi kita membantu Araxi dan Alex melawan penghuni hutan alam gaib ini.” Tanpa banyak Angel dengan terpaksa menarik tangan sang Kakak untuk segera bergabung karena sebelumnya Angel telah mendapat tatapan tajam dari Alexa yang tanpa di sadari oleh Kakaknya tersebut.


Sementara itu Alexa setelah memastikan Angel menghilang dari pandangan matanya, kini ia beralih menatap ke arah sesosok dua hantu yang secara tak sengaja ia tarik memasuki kawasan alam gaib ini.


“Apa kau arwah yang ditolong oleh Araxi?” tanya Alexa pada arwah Sumarni. “Jangan takut aku bukan ingin melenyapkanmu melainkan ingin membantumu. Setelah urusan dengan penghuni alam gaib ini selesai, aku akan mengantarkan kalian langsung ke tempat asalmu.”


Kedua hantu tersebut merasa bingung dengan nada suara yang dilontarkan oleh Alexa, merekapun berpikir bahwa mereka tengah mengobrol dengan sesosok yang mendiami tubuh Alexa.


“Ah iya kalian pasti kaget kan dengan nada suaraku ini?” tanya leluhur Alexa yang merasa heran pada dua hantu tersebut.


Arwah Sumarni dan pocong tersebut kompak mengangguk.


“Kalau begitu aku tak akan berbasa-basi lagi. Aku ingin kalian menjaga rahasia ini dari kedua saudara kembarnya.” Titahnya dengan tegas. “Aku tak bermaksud muncul seperti ini. Kalau bukan Alexa yang memanggil kalian, aku tak akan muncul seperti sekarang.”


“Lalu untukmu aku sangat berterima kasih padamu. Kau begitu mau menjaga Alexa, di saat ia belum terlalu bisa menggunakan kemampuannya,” ucapnya sembari berterima kasih pada pocong yang menjaga Alexa.


“Saya hanya menjalankan tugas. Ada sesuatu yang membuat saya ingin melindunginya,” sahut pocong tersebut dengan tegas.


“Untukmu kau tak perlu risau, sebentar lagi kau akan kembali ke tempat asalmu. Apa kau tak merindukan ibumu?” tanya leluhur Alexa pada arwah hantu Sumarni.


“Terima kasih sudah mau menolong saya,” ucap Sumarni sembari berterima kasih bisa dipertemukan dengan Araxi. “Saya sudah terlalu lama merindukan ibu saya.”


“Kalau begitu kau tak perlu bersedih lagi. Aku sangat yakin Araxi akan membantumu melakukan tugasnya.” Sahutnya seraya menghibur arwah hantu Sumarni tersebut.


Tak ada lagi obrolan yang mereka bicarakan, tanpa sadar sesosok leluhur Alexa menghilang secara perlahan.


Masuk kedalam jiwa Alexa yang tak dapat di sentuh oleh siapapun.

__ADS_1


“Aku ada di mana?” beo Alexa yang tersadar dari tidurnya.


Tentunya akibat sang leluhur telah muncul di waktu yang tak tepat, sehingga membuat energi Alexa terkuras habis. Akan tetapi sang leluhur telah mengembalikan energi Alexa tanpa ia sadar.


Melihat keliling sekitar sampai akhirnya netra matanya menatap ke arah arwah hantu Sumarni dan juga pocong yang menatapnya dengan tatapan yang bingung.


“Ada apa? Mengapa kalian menatapku seperti orang bingung?” tanya Alexa yang merasa heran.


Keduanya pun kompak menggeleng.


“Apa kau melihat Angel dan Albert?” tanya Alexa yang merasa heran.


“Mereka sudah bergabung dengan saudara kembarmu,” jawab arwah hantu Sumarni.


“Ya sudah kalau begitu kita tunggu mereka kembali. Semoga mereka bisa mengalahkan penghuni hutan gaib ini.” Putus Alexa sembari menunggu kedua saudara kembarnya.


Sementara itu dengan Albert dan Angel tengah berdebat kembali, saat Albert merasa tak terima meninggalkan Alexa seorang diri.


Bukan karena menyukai Alexa, karena bagi Albert Alexa adalah separuh nyawa Araxi. Untuk itulah sebisa mungkin Albert melindunginya, agar Araxi tak terlalu kecewa terhadap dirinya.


“Hei Angel apa tak masalah Alexa kita tinggalkan?” tanya Albert cemas.


“Sudahlah Kak. Lebih baik kau tak perlu terlalu memikirkan Alexa, dia itu sudah ada yang menjaganya!” jawab Angel jengah. “Kenapa kau sensitif sekali terhadap Alexa?”


Albert hanya bisa meringis mendengar pertanyaan dari sang adik tercinta.


Yang membuat Albert begitu menggebu melindungi Alexa, karena Albert tak ingin melihat kesedihan dan kerapuhan didalam diri Araxi.

__ADS_1


Wanita yang telah berhasil mencuri hatinya yang membeku, wanitanya yang begitu Albert cintai dengan dalam.


Meskipun berbeda dunia, akan tetapi Albert hanya tetap mencintai Araxi Wesley Wiratmaja, si gadis tomboi nan dingin.


“Aku mengaku kalah, tak mau berdebat lagi denganmu.” Sahut Albert dingin.


Tak lama kemudian merekapun sampai di tempat Araxi dan Alex, yang sama-sama tengah berjuang melawan penghuni hutan alam gaib tersebut.


“Apa kau yang mengundang mereka?” tanya penghuni hutan alam gaib itu. “Rupanya aku terlalu meremehkanmu wahai anak manusia.”


.


.


.


.


.


.


.


Sudah up lagi ya guys


Aku cuman minta kopi sama bunga

__ADS_1


See you next time all


__ADS_2