
“Aku sudah tak berminat bertanya lagi denganmu Al. Kau sama menyebalkan dengan Araxi,” ucap Alexa ketus.
“Sa mengapa kau menyangkutkanku dengan Araxi? Kau juga lebih sensitif dari Araxi?” tanya Albert yang merasa heran dengan tingkah laku Alexa.
Tak mendapat jawaban dari Alexa, Albert pun semakin dibuat bingung dengan perkataan yang terlontar dari Alexa.
‘Sebenarnya apa yang ia pikirkan? Mengapa menyangkutkanku dengan kembarannya? Dan lihatlah sekarang mengapa juga aku jadi mencemaskan Araxi ya?’ batin Albert bermonolog.
Tanpa Albert sadari Alexa pun mendengarkan semua batinan yang dilontarkan olehnya.
“Albert sebaiknya kau meminta bantuan Angel,” sahut Alexa dengan membuyarkan lamunan Albert.
Karena Alexa tak mendapat respon dari Albert, tanpa menduga Alexa pun memanggil Angel sendiri sehingga bukan hanya Angel saja yang muncul, melainkan juga ada arwah Sumarni hingga pocong itu yang datang menemuinya.
“Aku hanya memanggil Angel. Mengapa kalian semua bisa kemari?” tanya Alexa yang merasa heran.
Kedua hantu tersebut kompak menggeleng, karena mereka sendiripun tak mengerti mengapa bisa terpanggilkan di alam gaib, yang tak seharusnya mereka masuki.
Hal tersebut membuat Angel mengernyit bingung, saat mendapati ada yang tak beres didalam tubuh Alexa.
Angel menjadi semakin yakin, dengan aura yang terjadi didalam tubuh Alexa. Menandakan tubuhnya mendapat respon yang berasal dari sesosok yang mendiami tubuh Alexa, dengan terpaksa Angel menyapa sesosok tersebut.
“Mengapa anda bisa muncul seperti ini bukankah ini belum saatnya? Pantas saja anda bisa membuat dua hantu memasuki kawasan yang tak boleh dimasuki!” tanya Angel lewat telepati pada sesosok tersebut.
“Aku sebenarnya tak ingin muncul dalam keadaan seperti ini Angel, akan tetapi karena kau telah menyadari keberadaanku. Aku memintamu untuk membantuku.” Kata sesosok tersebut seraya menjelaskan kemunculannya yang secara tiba-tiba. “Kau tahu bukan Angel penghuni hutan alam gaib ini tak akan membiarkan mangsanya lolos begitu saja, kau dengan Kakakmu harus membantu anak buahku yang akan bertarung dengannya.”
“Saya tak yakin di izinkan bergabung dengan mereka,” ucap Angel dengan ragu. “Bahkan saya bisa melihat dengan jelas, bahwa Araxi tak ingin di anggap lemah.”
__ADS_1
“Angel dengarkan ini dengan baik. Sekuat apapun Araxi, akan tetapi hatinya itu sangat rapuh!” sahutnya memberitahu kelemahan Araxi. “Kau tahu kenapa?”
Angel pun menggeleng, sungguh dirinya tak menduga Araxi bisa mempunyai sisi kerapuhan yang ditutup oleh wajah dinginnya.
“Karena dia sangat merindukan kasih sayang dari Papa kandungnya. Kau mungkin akan kaget setelah aku beritahu satu hal, saat ini Araxi sudah mulai bisa mengurai benang. Sedangkan untuk Alexa sendiri, ia hanya merasakan perasaan sedih yang berasal dari Kakak kandungnya saat mendatangi makam Mamanya, orang yang telah dibunuh oleh iblis itu.”
“Jadi Araxi sudah mengetahui wajah Papa kandungnya?” tanya Angel sembari memastikan.
“Tidak juga! Bahkan Araxi sudah bertemu dengan Kakak kandungnya,” jawab sesosok tersebut pada Angel. “Yang terpenting sekarang kau harus bisa membantu mereka untuk melawan penghuni hutan alam gaib ini. Aku kasihan mereka dibuat pingsan oleh Araxi seperti ini.”
“Lalu sampai kapan mereka harus sembunyi seperti ini. Bukankah semakin bagus jika masing-masing di antara mereka bertemu dengan keluarga kandungnya,” ucap Angel dengan senang.
“Sebaiknya kau jangan merasa senang terlebih dahulu Angel, karena saat ini aku selalu berusaha mengunci hati Raymond. Agar tetap Raymond tak berpaling dari mendiang istrinya, akan tetapi sepertinya aku telah meremehkan wanita itu. Dan kau tahu bukan wanita itu adalah ...”
“Tidak mungkin,” ucap Angel yang sedikit syok dengan perkataan yang terlontar dari sesosok tersebut. Yang tak lain leluhur ketiga kembar yang mendiami tubuh Alexa.
“Kau benar dia yang sedang aku dan anak buahku kejar itu berada di dalam tubuh istri kedua dari Papa ketiga kembar itu. Seorang iblis yang begitu sangat keji, akan tetapi ia saat ini masih belum menunjukkan wujud aslinya. Kau tenang saja aku sudah mengerahkan kemampuanku, untuk mengunci hati Raymond kelak akan kembali ke tempat seharusnya berasal.”
“Bagaimana kau bisa tahu anak buahku muncul?” leluhur ketiga kembar justru bertanya balik.
“Saya juga tak mengerti,” jawab Angel bingung. “Akan tetapi saya bisa merasakan hawa dingin yang bukan dari kemauan Araxi. Kalau saya boleh tahu, mengapa Araxi membiarkan tubuhnya di alih kendali oleh anak buah anda?”
“Angel kemarahan seseorang bisa berasal dari rasa simpatik yang begitu besar, untuk itulah anak buahku bisa muncul di waktu yang tak menentu. Apa kau tahu mengapa anak buahku bisa muncul?”
Mendengar pertanyaan yang terlontar dari leluhur ketiga kembar tersebut, membuat Angel berpikir pada dua orang yang sedang mereka bicarakan.
“Dia muncul karena dua orang yang hidupnya terlalu mendalam mendapat luka hati. Kau pasti tahu bukan orang yang aku maksud, tanpa bertanya pada lainnya.”
__ADS_1
“Saya mengerti. Lalu kapan saya bisa melakukan tugas kembali, sudah lama saya tak menggunakan kemampuan saya!” ujar Angel sembari bersemangat berapi-api.
“Sepertinya kau sangat bersemangat sekali,” ledeknya pada Angel. “Kau juga harus berhati-hati saat akan melawan penghuni alam gaib tersebut.”
Setelah Angel mendapat peringatan, mereka pun memutus komunikasi. Untuk segera melaksanakan perintah membantu Araxi dan Alex menghadapi penghuni alam gaib tersebut.
Sampai Alexa memanggil dirinya. “Angel kau kenapa juga melamun?” tanya Alexa yang merasa heran dengan dua arwah yang selama ini menemaninya.
Angel pun hanya meringis saat mendapati pertanyaan dari Alexa, tanpa secara sengaja sebenarnya tadi Angel tengah bertelepati dengan leluhur Alexa.
Yang mana membuat Alexa merasa heran dengan tingkah laku Angel.
“Kau tadi sedang melamunkan apa?” tanya Alexa kembali. “Apa sesuatu terjadi dengan Araxi dan Alex?”
Angel pun menggeleng, sebisa mungkin ia harus merahasiakan. Bahwa di tubuh Alexa, di dalam jiwa itu terdapat seseorang yang mendiaminya.
“Lalu mengapa kau dan Albert tadi melamun?”
“Aku dan Kakakku akan membantu Araxi dan Alex. Apa kau tak apa bila aku tinggal?” sela Angel sembari memijit pelipisnya.
Meskipun Angel hanyalah arwah, akan tetapi ia masih tak bisa mengimbangi kecerewetan Alexa.
Untuk itulah ia segera cepat mungkin membawa sang Kakak melawan penghuni hutan alam gaib tersebut.
“Kau daritadi melamun Kak?” tanya Angel dengan mengagetkan sang Kakak.
“Hei tunggu dulu sejak kapan kau ada di sini?” jawab Albert kaget melihat kemunculan sang adik tercinta.
__ADS_1
“Apa aku perlu menjawab pertanyaan darimu Kak?” sahut Angel ketus. “Kau harus ikut denganku Kak!”
“Kalau kita pergi! Siapa yang menjaga Alexa?” tanya Albert pada Angel. “Apa kau siap dimarahi oleh Araxi, bila terjadi sesuatu dengan Alexa!” Kata Albert sembari memberi sang adik peringatan, untuk tak terlalu melakukan kesalahan yang berhubungan dengan Alexa.