
Sayang sesakit ini perasaanmu yang tak pernah dianggap oleh mamamu? Maafkan semua kebo.dohan papamu ini! Janji papa sampai mati akan tetap melindungi dan menjagamu selalu. Tak akan ku biarkan siapa pun menyakitimu lagi.
Tak berselang lama pintu kamar Araxi pun di ketuk oleh seorang perawat yang datang untuk memeriksa keadaannya. Namun, kali ini berbeda hantu anak kecil itu pun terus mengikutinya. Seolah-olah ia tak akan pernah tenang sebelum menangkap orang yang telah membunuhnya.
“Bagaimana keadaan lukanya, Sus?” Kevin melancarkan aksinya untuk berbasa-basi dengan suster tersebut.
“Lukanya sudah tak terlalu dicemaskan, Pak.” Jawaban suster itu membuat Araxi lega.
“Lalu kapan aku bisa pulang, Sus?” sela Araxi sambil menatap tajam ke arah hantu anak lelaki itu.
“Tunggu sampai besok saja, dan permisi ….”
“Tunggu, Sus,” ucap Ivone yang berusaha mencegah suster tersebut pergi. “Papaku ada perlu denganmu.”
Berdehem lalu berucap Kevin tanpa berbasa-basi langsung melontarkan pertanyaan pada suster yang menangani Araxi. “Apa Anda mempunyai seorang anak lelaki, Sus?”
Suster yang menangani Araxi terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Kevin.
“Bagaimana Anda bisa mengetahuinya, Pak?”
“Maaf, Sus, yang mengetahuinya adalah keponakanku ini … dia bisa melihat arwah anak Anda.” Kevin menjelaskan sambil menunjuk Araxi dengan menggunakan dagunya.
“Saya tak percaya dengan ucapan dari keponakan Anda, Pak! Permisi!” Menahan air mata yang berkaca-kaca suster itu pun akan beranjak dari kamar inap Araxi. Namun, lengannya ditahan oleh Ivone.
“Sus, dia ingin, kau sebagai ibunya tak perlu takut dengan orang yang telah membunuhnya.” Araxi berucap dengan menatap ke arah Ivone yang berhasil menahan langkah suster tersebut.
“A-aku tak begitu mengerti mengapa harus membohongiku.” Suster itu pun menangis setelah mendengar penjelasan dari Araxi.
“Bagaimana, Sus, apa yang akan kau lakukan? Dia belum bisa tenang sebelum kau terbebas darinya.” Araxi sedikit pusing saat menerima klien yang ini.
__ADS_1
“Lalu dia mau apa?”
“Pergi jauh dari Sus itu yang diinginkan oleh anak Anda.” Kevin mewakili karena ia tak begitu tega dengan keadaan Araxi yang belum begitu pulih.
“Terima kasih! Kalau begitu saya pamit undur diri.” Begitu suster berpamitan anak lelaki itu pun menghampiri Araxi dan mengatakan bahwa ia senang bertemu.
“Aku pergi dulu ya, Kak!” Hantu anak lelaki itu berpamitan dengan Araxi.
Hal tersebut membuat Araxi merenung sedih karena ia yang sekarang masih belum bisa bertemu dengan kedua kembarannya.
“Kalau begitu Om Kevin dan putriku ini mau ke penginapan, Ra! Apa kamu tak keberatan kami tinggal?”
Mengangguk setuju Araxi benar-benar ingin sendiri. Sebelum hari itu tiba.
Setelah tak melihat keberadaan Kevin. Araxi membuka suara yang mana ia sedang menegur Albert.
“Maaf.” Mengambil tangan Araxi dan membelai punggung tangan dengan penuh cinta.
“Apa sudah memastikan tempat yang aku pilih aman dari gangguan iblis itu?” Araxi berusaha memastikan keamanan untuk mendiang sang mama tercinta.
“Bukankah di sana akan ada yang menjaga mamamu, Ra.” Albert mengetahui hal tersebut karena ia baru saja memantau kegiatan ke sana.
“Apa kau tahu di dalam tubuhku ada dia yang tak begitu mendengar kabar itu.” Araxi juga tak lupa mengingatkan Albert tentang sesosok yang bersemayam didalam tubuhnya.
“Ra ….” Suara berat Albert begitu terlihat serak saat ia terlalu lama menatap ke arah Araxi.
Tanpa sadar ....
.
__ADS_1
.
.
.
Hai hai jumpa lagi dengan othor si tomboi mau mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA Mohon maaf lahir dan batin
TERIMA KASIH DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA
Tetap dukungan 3A
Nah sekalian aku bawa karya salah satu temanku
Mampir dan beri dukungan ya
See you next time
.
Tak saling kenal, tak pernah bertemu. Namun Semesta yang menuntunmu. Itulah takdir, tak pernah ada yang tahu bagaimana kedepannya. Soal jodoh ada yang berwarna, ada yang kelam, ada yang penuh keseriusan dan ada juga yang penuh dengan canda tawa.
Shazfa Aiysha Humaira atau sering dipanggil Sasa , seorang mahasiswi yang memiliki tiga orang sahabat yaitu Safia (Sapi), Fathulila (Patul), dan Fifa (Pipa). Bukan sahabat namanya , jika tidak mengganti nama sahabatnya.
Shazfa pernah jatuh cinta dengan seorang Ustadz bernama Sakha. Tapi sayang, takdir berkata lain karena Ustadz Sakha dijodohkan dengan Patul. Mengikhlaskan adalah hal yang sulit sampai akhirnya datang seorang lelaki dengan gagahnya ingin menikahinya. Lelaki yang sebelumnya tidak ia kenali, tidak bertegur sapa namun ternyata ia lah takdirnya.
Ya, Begitulah Takdir. Lalu, siapakah lelaki gagah itu?
__ADS_1