Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Tak Sengaja Mencuri Ciuman Pertama Araxi


__ADS_3

...“Biarlah orang berkata tentang hubungan beda dunia ini. Akan tetapi hatiku tetaplah menjadi milikmu.” (Albert Van Derk Wirjk)...


.


.


.


.


.


Sementara itu Alexa yang mendapat teguran dari Alex sama sekali tak meresponsnya, akan tetapi ia memperlihatkan sikapnya yang begitu sangat tenang.


Seolah-olah ada bagian lain di dalam diri Alexa yang memintanya untuk selalu bersikap tenang dalam menghadapi situasi.


Theo yang sedari tadi mendengarnya itu, hanya bisa tersenyum ketika melihat perdebatan yang dilakukan oleh Adik dari sahabatnya tersebut. Le lihatlah adik kembarmu ketika berdebat membuat mereka sangat menggemaskan, apalagi adik perempuanmu itu. Bolehkah aku berkata bahwa aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama untuk adik perempuanmu itu Leonard?


Seketika langkah kaki Alex berhenti, kemudian ia memicing mata ke arah Theo yang hanya diam tersenyum, bahkan Alex tergugu saat mendengar apa yang di katakan oleh Theo tentang ungkapan jatuh cinta pada pandangan pertama untuk Alexa kembarannya.


Sial mengapa mereka berdua cepat sekali bisa di cintai oleh seseorang yang mampu memikat hati, aku sangat berharap bisa seperti mereka. Yang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama, beginilah nasib jomlo. Ma apa aku boleh iri dengan keadaan mereka? Batin Alex iri.


Melihat dua kembarannya bisa di cintai oleh seorang pria yang sangat ingin menaklukkan hati kedua kembarannya tersebut.


Sementara itu di ruangan perawatan dengan Araxi yang tengah terbaring di atas brankar tanpa bisa membuka mata.


Karena dokter yang menanganinya mengatakan bahwa Araxi berada dalam masa kritis, tentunya hal tersebut membuat seorang Albert yang tengah menunggu dengan menatap sendu ke arah dirinya.


Sebagai seorang yang menyimpan perasaan mendalam, Albert hanya bisa menatap wajah pucat tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


Bahkan sebelum kejadian menimpa sang pujaan hati, ia sendiri pun bisa merasakan firasat buruk yang mengganggu hati dan pikirannya.


Namun kejadian yang menimpa Araxi tersebut, merupakan firasat buruk yang memang tengah di rasakan olehnya sebelum itu.


“Mengapa harus terjadi padamu Ra? Apa kau betapa sakitnya hati ini, ketika aku secara tak sengaja melihatmu dalam keadaan terbaring tak berdaya di atas brankar itu. Sungguh sangat membuatku sakit,” gumam Albert lirih.


Tentunya sebagai seorang arwah hantu yang selama ini menemaninya, tak kuasa melihat keadaan yang sangat lemah di atas brankar itu.


Bahkan ia lebih suka melihat kedinginan yang ada di dalam diri Araxi, tentunya hanya ialah yang mau menampung sikap Araxi yang dingin.


Bukan tanpa alasan yang membuat gadis pujaan hatinya itu mempunyai sikap dinginnya, akan tetapi ada sesuatu yang tak bisa di jelaskan oleh siapapun.


Bahkan ia sendiripun tak mengerti tentang sikap dari pujaan hatinya tersebut.


“Aku lebih suka melihatmu bersikap dingin Ra. Bahkan pada diriku sendiri pun tak masalah, asal bisa membuatmu bangun kembali untukku, untuk dua kembaranmu, untuk mendiang Mamamu tercinta, dan juga tentunya untuk Papa serta Kakakmu itu Ra.” Albert pun tak bisa berhenti mengoceh di depan gadis tomboi dingin pujaannya itu.


Namun saat di dekatnya, Albert selalu tak bisa berkata banyak. Bahkan ia terlalu malu untuk mengungkapkan perasaannya itu, tentunya sebagai seorang yang berupa arwah penasaran.


Setelah di rasa cukup mengungkapkan perasaan yang terpendam itu, tanpa sadar manik mata dingin itu menatap ke arah bibir pucat dengan mata yang terpejam, sehingga membuat jiwa Albert yang berupa hantu arwah itu menjadi bergejolak.


Saat secara tak sengaja menatap bibir pucat itu dengan dalam, seakan-akan ingin mendorongnya melakukan sesuatu yang tengah bergejolak tersebut.


Tanpa sadar ada sesuatu yang bergerak dengan sendiri, ya Albert pun dengan terangan menempelkan bibir pucat pasi miliknya ke arah bibir pucat Araxi dengan mata yang terpejam.


Bibir mereka pun bertemu dengan menempel agak sedikit lama, bahkan Albert pun tak segan melu’mat sedikit bibir pucat pasi tersebut.


Meskipun ia sadar apa yang di lakukannya itu tanpa mendapat reaksi dari si pemilik bibir tersebut, sehingga selang beberapa detik kemudian Albert menyudahi sebelum semua melihat kelakuannya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Sudah up ya gaes


Oh iya ges mau promo karya teman


Selain suka karya recehku ini


Kira-kira kalian juga suka gk sama Genre romantis, komedi?


Nih aku kasih ya


Silakan mampir ya di jaman baper loh


Oke cukup sekian terima gaji


See you next time


Love you sekebon rel sepur 🤣🤣



__ADS_1



__ADS_2