
Sementara itu Leonard yang tengah terlelap itu pun, tanpa sadar dirinya masuk ke dalam sebuah tempat yang sangat indah menurut pandangan matanya, tempat yang belum lama di datangi oleh Araxi yang sangat bahagia bisa bertemu dengan mendiang sang mama tercinta.
Kini Leonard pun mengalami hal yang sama dengan Araxi, tanpa di minta oleh Siska sendiri pun dengan senang hati, saat melihat kedatangan putra sulungnya tercinta yang tengah berjalan mengitari tempat yang sangat nyaman tersebut.
Tak lama kemudian Leonard pun menangkap sesosok yang selama ini ia rindukan itu, dengan mata yang berkaca-kaca Leonard pun berdiam menatap sesosok tersebut yang tengah menghampirinya, sehingga kemudian Leonard pun memeluk tubuh tersebut sambil menumpahkan kerinduannya terhadap sesosok yang telah melahirkannya ke dunia.
“Apa kabar anak Mama yang satu ini?” sapa Siska sambil bertanya dengan nada yang sangat lembut. “Kamu sekarang sudah besar ya sayangnya Mama, dan juga otomatis tubuhmu begitu sangat kekar seperti Papamu, bahkan Mama sangat heran dengan salah satu adik kembarmu itu!”
Ia pun tak mengerti dengan perkataan yang terlontar dari mamanya tersebut. “Maksud Mama apa? Apa Mama juga sudah bertemu dengan mereka?” tanya Leonard yang merasa penasaran dengan wajah ketiga adik kembarnya itu.
“Bukankah kamu sudah bertemu dengannya?” tanya Siska balik. “Bahkan Mama melihatmu mendonorkan darah untuk Araxi, dan juga kamu pasti melakukan tes DNA itu supaya mereka bisa memercayai bahwa kamu memang Kakak kandungnya.”
“Maaf aku melakukan hal itu pada mereka. Karena aku ingin memastikan apakah mereka adik kembarku atau bukan, mengingat wajahnya begitu sangat mirip dengan Papa.” Keluh Leonard sambil menceritakan tentang Araxi yang sangat mirip dengan Papanya itu.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut Siska pun terkekeh, entah mengapa putri tomboinya itu benar-benar jelmaan dari Raymond saat masa mudanya, bahkan saat pertama kali Siska jatuh cinta pada pria yang saat ini masih tetap mengisi hatinya itu.
“Ma,” panggil Leonard dengan sendu. “Apa Mama marah saat mengetahui Papa menikah lagi?” tanya Leonard dengan hati-hati.
Sudah Siska duga putra sulungnya tersebut pasti menanyakan perihal tentang suaminya yang menikah lagi dengan seseorang. Yang mana orang tersebut membuat keempat anaknya menjadi seorang anak piatu. “Mengapa bertanya seperti itu pada Mama?” tanya Siska balik.
“Karena aku membencinya Ma, bahkan sampai sekarang aku tak pernah menganggapnya ada. Dan Mama juga tak akan pernah bisa tergantikan dari hatiku ini,” jawab Leonard lugas sambil menunjuk ke arah dada bidangnya. Agar Mamanya tersebut bisa merasakan cinta yang begitu sangat besar dari putra sulungnya tercinta.
“Maaf! Bukan maksud Mama meninggalkanmu dan juga si kembar, akan tetapi ada banyak hal yang tak bisa Mama jelaskan padamu. Dan Mama harap kamu bisa memakluminya,” ucap Siska yang merasa bersalah pada putranya tersebut.
“Bahkan aku sangat bangga bisa mempunyai malaikat tak bersayap sepertimu Ma. Untuk itulah aku tak akan pernah mau menggantikanmu dari posisi hatiku,” lanjut Leonard sambil terisak di pelukan hangat Mamanya tersebut.
Angin sepoi dengan daun yang berguguran itu menjadi saksi bisu antara pertemuan dua orang yang sangat berharga dalam kehidupan masing-masing di antara keduanya tersebut.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Sudah up ya ges
Jangan lupa terus dukung karya receh ini
__ADS_1
Love you