Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Araxi Yang Mulai Memahami Pengorbanan Mendiang Siska


__ADS_3

Perdebatan Araxi menarik perhatian Albert yang sedari tadi hanya diam mendengarkan semua obrolan antara gadis pujaannya itu dengan sesosok yang sangat Albert kenal.


Namun Albert tak menyangka ada perasaan sakit, ketika melihat Araxi begitu akrab dengan sesosok tersebut, akan tetapi Albert semakin tak berani menunjukkan sikapnya yang mana ia benar-benar mencintai Araxi dalam diam.


Karena Albert tak menyadari bahwa ia juga bisa mempunyai sifat cemburu pada seseorang yang dengan sengaja mengobrol dengan Araxi, akan tetapi ia begitu tak menyadari perasaannya yang cemburu tersebut.


Bahkan Alex yang tengah berjalan melintasi koridor tersebut tak kuasa menahan tawa, saat melihat kecemburuan yang ada di dalam diri si hantu tampan itu.


Alex sendiri pun merasa heran mengapa Albert begitu sangat menggilai Araxi, bahkan Alex pun sedikit tertegun dengan keberanian yang dilakukan oleh Albert, untuk seukuran hantu tampan seperti Albert mampu mencuri ciuman pertama milik Araxi gadis tomboi dingin tersebut.


Sampai kapan kau akan seperti ini terus Al? Apa kau tak tahu Araxi merasa sedikit kesal dengan kelakuanmu itu, kalau kau memang menyukainya katakan langsung saja pada Araxi. Dasar hantu bucin yang tak tahu tempat mengungkapkan perasaan, aku sangat yakin Araxi sekarang sedikit mulai mengerti dengan tingkah lakumu itu Albert.


Tak ada yang bisa mengetahui kelakuan yang dilakukan oleh Albert, hanya Alex sendiri yang mengetahuinya.


Saat di sampai di depan kamar Araxi mereka di kejutkan dengan keadaan Kevin dan Ivone yang sama-sama tertidur di luar ruangan tersebut, bahkan dalam keadaan sepi seperti ini pun justru mereka sedikit merasa tak takut dengan keadaan sekitarnya.

__ADS_1


Sementara itu kembali lagi pada dua orang yang berada di kamar inap tersebut, dengan tingkah laku Albert yang sedikit merajuk, hal itu menarik perhatian Araxi yang tengah memicing mata ke arah Albert yang tiba-tiba berdiam diri.


“Kenapa kau diam saja Al?” tegur Araxi membuyarkan lamunan Albert.


Albert pun terkejut bukan main saat mendengar teguran dari gadis pujaannya itu, dengan menggeleng kepala ia pun tak menjawab pertanyaan darinya.


“Sekali lagi aku minta maaf padamu Ra. Bukan maksudku merahasiakan semua tentang dirimu, hanya saja aku butuh waktu untuk menjelaskan semua hal itu padamu. Bahkan sampai saat ini aku masih merasa bersalah pada mendiang Mamamu, meskipun begitu Mamamu justru tak pernah menyesal melahirkan dan mengorbankan nyawanya hanya demi bisa melahirkan ketiga anak kembarnya, yang mana aku harus menjaga dan merawatmu serta tak lupa dengan dua kembaranmu itu.”


Sambil bercerita Albert mengatakan semua hal itu pada Araxi, bahkan setelah mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Albert, membuatnya berpikir besar kemungkinan mendiang Mamanya tercinta tersebut mengorbankan segala yang ada di hidupnya.


“Ra,” panggil Albert dengan heran saat melihat Araxi tengah melamun itu. Apa yang kau lamunkan itu Ra? Seandainya aku mampu mengungkapkan perasaan ini untukmu. Apa kau akan menolakku Ra? Mengingat aku sangat tahu tentangmu.


Sejujurnya Araxi benar-benar di buat bingung dengan kelakuan yang di lakukan oleh Albert, entah mengapa ia semakin bingung dengan perkataan yang terlontar dari mulut hantu tampan tersebut.


Karena baginya ia sama sekali tak memahami definisi soal cinta, akan tetapi masih terngiang dengan jelas saat sang mama tercinta memberinya sebuah pengertian tentang sesosok yang diam-diam menyukai dan mencintainya, dan kini ia dapat menebak yang di katakan Mamanya tersebut sangat jelas bahwa Albert lah yang menaruh hati dan sangat menggilainya itu.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Maaf up hari ini ya aku lagi sibuk


See you next time


Love You

__ADS_1


__ADS_2