
“Kau ingin aku pergi dari kamarmu ini?” Mata Ivone berkaca-kaca saat Araxi secara tak langsung membentaknya.
Araxi menggeleng kuat. Namun, dia sendiri enggan meminta maaf pada wanita yang sedang berdiri di depannya itu.
Astaga gadis ini sungguh sangat menyebalkan! Bagaimana mungkin Alexa bisa mempunyai kakak seperti dia. Sangat mengherankan.
Tanpa dia sadari gadis tomboi dingin tersebut mendengar sebuah keluhan yang dilontarkan oleh dirinya.
“Kau benar-benar tak ingin mendengarkan aku bercerita, Ra?” Ivone sungguh menyayangkan tingkah laku dari Araxi. Akan tetapi ia teringat bahwa gadis tomboi dingin tersebut sangat membenci kebisingan. Mau tak mau terpaksa hanya duduk menemani tanpa membuka obrolan.
Araxi tanpa membuka mata karena saat ini dia sedang bersama seseorang yang telah membuatnya berpikir.
“Apa yang ingin kau ketahui dari bangsa kami?” Darrel tak menyangka gadis di depannya masih tetap penasaran dengan bangsa yang dulu dipimpin oleh seorang raja ribuan tahun lalu.
Araxi sedikit heran dengan pertanyaan yang akan diajukan pada sesosok dari suatu bangsa lain yang berdiam di tubuhnya. Tak menutup kemungkinan ia sangat ingin mengetahui semua tentang rahasia dari bangsa tersebut.
__ADS_1
“Bangsa apa yang dipimpin oleh raja di ribuan tahun lalu?” tanya Araxi dingin.
“Kami datang dari suatu bangsa dengan gabungan antara bangsa demon dan vampir.” Darrel tanpa membantah ia pun akhirnya memperlihatkan sedikit gambaran tentang bangsa mereka.
“Termasuk wanita iblis itu, ya!” Araxi sedikit terkejut dengan wujud asli dari wanita iblis yang telah mendiami tubuh ibu tirinya.
“Jangan kaget dengan wujud asli wanita iblis itu.” Darrel berucap dengan tertawa renyah. Yang tak bisa ia bayangkan gadis di depannya ini benar-benar tak menyukai wanita itu.
“Aku sebenarnya enggan tertarik dengannya tapi ini ada hubungan dengan papaku. Maka mulai detik ini tak akan ku biarkan ia bisa sesuka hati mendekatinya!”
“Lalu kalau begitu siapa gadis yang seusia dengan kami? Tak mungkin kan papa bisa mempunyai anak lagi selain kami berempat.” Araxi juga tak lupa dengan gadis yang bernama Prisilia tersebut.
“Kau mungkin memang benar. Gadis itu sebenarnya merupakan korban dan ia benar-benar tak tahu apa pun tentang mama kandungnya.” Darrel sungguh sangat murka dengan kekejaman yang dilakukan oleh iblis untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
“Ini tak bisa di biarkan terlalu lama.”
__ADS_1
“Jangan gegabah sebaiknya kau urus masalahmu dengan arwah hantu anak kecil itu. Mengapa tak meminta bantuan padanya?”
“Dia terlalu berisik!”
“Apa kau tak merasakan sesuatu yang menyangkut tentangmu?” tanya Darrel dengan memancing rasa penasarannya.
“Siapa yang kau maksud?” Araxi membalik pertanyaan.
“Albert Van Derk Wirjk!”
Mendengar nama itu di sebut membuat Araxi mendengkus kesal. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan kegilaan yang dilakukan oleh hantu arwah dari seorang Albert Van Derk Wirjk.
“Bisakah kau tak membahas tentangnya!” Araxi sekarang tak berminat tentang Albert. Bukan berarti dia tak mengerti tapi sampai saat ini hanya hantu arwah tersebut yang sedikit meluluhkan kebekuan hatinya. Tanpa disadari oleh diri sendiri.
Saat ini nama Albert telah merasuk ke dalam relung hatinya yang terdalam. Seketika Araxi terkejut bukan main bahwa dia telah terhubung langsung dengan Albert yang mana dirinya merupakan salah satu dari wanita yang pernah di cintai.
__ADS_1