Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Kembali Ke Desa Misteri Untuk Melawan Makhluk Kecil Yang Di sebut


__ADS_3

“Sebentar Om aku dan Alex ada perlu sebentar. Bisakah Om menjaga Araxi untukku?” pinta Alexa tanpa memedulikan jawaban dari Kevin.


Saat kembali duduk otomatis Alexa pun bertelepati sembari memanggil Angel.


“Kau ada di mana?” tanya Alexa melalui batin.


“Aku ada dibelakang seorang pria yang tengah berdiri menghadapmu,” jawab Angel.


“Ada yang ingin aku katakan denganmu, ini mengenai Araxi. Di mana Albert?”


“Di belakang Alex.”


“Bagaimana kalau kita diskusi bersama?”


Semuanya pun sepakat untuk berdiskusi bersama, dengan terpaksa Alexa dan Alex pergi mencari tempat yang sangat sepi.


Namun tanpa mereka sadari, Theo yang sedari tadi merasa heran tanpa sengaja mengikuti langkah kaki mereka.


“Apa kau tak sadar ada seseorang yang mengikuti langkah kakimu Sa!” ucap Angel yang tengah memperingati Alexa.


Tanpa menjawabnya Alexa pun membalik tubuhnya, netra mata mereka pun bertabrakan kembali, sehingga membuat jantung Alex berdebat hebat lagi.


Sebelum itu Theo yang tengah memperhatikan obrolan mereka, tanpa sengaja manik matanya menangkap ke arah pandangan sesosok yang selalu membuatnya takut.


Apalagi di tambah dengan sesosok yang terbalut kain kafan putih itupun, semakin membuatnya bergetar hebat. Bagaimana mungkin mereka bisa diikuti oleh sesosok tersebut, hal itulah yang mengganggu pikiran Theo.


Tanpa sadar langkah kakinya mengikuti mereka, bahkan Theo pun dibuat terkejut saat dirinya ketahuan mengikuti mereka.


Bahkan pocong yang sempat ia lihat itupun menghampiri dirinya, sehingga membuatnya sedikit bergetar karena rasa takut yang masih melandanya.


Bahkan Theo pun tak menyadari netra matanya bertabrakan kembali dengan gadis tersebut, sehingga mau tak mau ia harus bisa menguasai diri untuk menutupi rasa takut itu.

__ADS_1


Alexa yang melihat ketakutan di dalam diri pria tersebut menghampirinya, untuk bertanya pada pria yang mengikuti langkahnya.


“Hei, mengapa kau mengikutiku?” tanya Alexa dengan sedikit gugup.


“Siapa yang mengikutimu,” jawab Theo ketus. Sialan kenapa harus ketahuan segala, aku sendiripun tak mengerti mengapa bisa mengikuti mereka! Yang membuatku penasaran adalah hantu itu. Umpat batin Theo dengan dongkol.


Bahkan Theo tak menyadari, Alex yang mendengar batinnya pun hanya bisa menahan tawa, saat tak sengaja mendengar batin pria yang mengikutinya.


“Apa kau sangat penasaran dengan mereka?” tanya Alex pada Theo.


“Tidak!” elak Theo, akan tetapi netra manik matanya terus melihat ke arah Albert dan Angel yang menatapnya dingin.


“Baiklah kalau kau tak ingin menjawab dengan jujur. Ayo Sa kita harus membahas hal ini di tempat lain,” ajak Alex sambil meninggalkan Theo yang tengah termenung.


“Sebaiknya kau ajak dia ke tempat itu,” saran Albert yang di angguki oleh Alex.


Setelah mengalami sedikit perdebatan yang sedikit alot, akhirnya ketiganya pun berjalan beriringan menuju tempat yang telah di tunggu oleh Albert dan Angel, untuk membahas rencana melawan kembali jenglot tersebut.


Dari itulah ia bisa menebak dengan jelas, tentang penjaga yang melindungi pria itu.


“Lalu untuk apa kau memintaku ke mari Al?” tanya Alex yang merasa heran.


“Sepertinya kita harus kembali ke desa itu, untuk menghancurkan jenglot yang menyerang Araxi, dengan menangkap Tuannya. Agar jenglot itu tak meresahkan masyarakat di desa itu,” ucap Albert sambil menjelaskan secara detail tentang jenglot itu.


“Bukankah jenglot itu sudah aku kurung dalam es yang membeku,” ujar Alex.


“Aku juga merasa jenglot itu sudah di kurung oleh Alex,” sahut Alexa yang merasa bingung. “Lalu bagaimana bisa terbebas dari kurungan itu?”


“Selama Tuannya masih ada, jenglot itu selalu bisa terbebas dari kurungan yang menjeratnya. Maka dari itu ia harus segera dihancurkan, agar tak mengganggu manusia.”


“Jadi rencanamu itu kita harus kembali ke desa itu begitu?” tanya Alexa. “Tapi kalau kita ke sana siapa yang menjaga Araxi? Bahkan kita juga belum mendapatkan kantong darah untuknya.”

__ADS_1


Theo yang sedari tadi hanya menyimak obrolan mereka pun membuka suara dengan mempertanyakan golongan darah yang ada di tubuh seorang gadis yang pernah bertemu dengannya. “Maaf menyela obrolan kalian, kalau boleh tahu golongan darahnya apa? Siapa tahu aku bisa membantu kalian.”


Mata dingin Albert memicing ke arah Theo yang tiba-tiba bertanya tentang golongan darah di tubuh Araxi. “Mengapa kau ingin tahu golongan darahnya?” tanya Albert dingin.


Sambil mengumpat Theo tak pun berhenti bersungut-sungut, sungguh tak menyangka dirinya bisa bertemu dengan adik sahabatnya itu. “Aku hanya ingin membantunya saja. Sekalipun aku telah mengetahui rahasia itu, aku telah berjanji pada Ayahku untuk tak mengatakan apapun tentang mereka.”


“Jadi kau sudah tahu tentang siapa mereka?” tanya Albert. “Kau juga tahu bukan. Mengapa mereka harus di sembunyikan oleh atasan Ayahmu itu?”


Tak ada obrolan kembali saat Albert menanyakan hal tersebut pada dirinya.


Selang beberapa detik kemudian Alex pun memantaskan diri untuk kembali ke desa tersebut. “Alexa untuk darah Araxi nanti saja, sebaiknya kamu harus segera mempersiapkan diri untuk ikut aku melawan balik jenglot itu. Apa kamu bisa?”


.


.


.


.


.


UP lagi ya


Jangan lupa dukung terus karya receh ini


Dengan beri vote atau gift sebanyaknya ya


Di tunggu kembang sama kopinya loh


See you next time

__ADS_1


__ADS_2