Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Part 186


__ADS_3

“Sudah ku katakan berkali-kali sampai ma'ti hati ini sudah terkunci oleh namanya dan sebaiknya kau tak perlu lagi melakukan hal bo'doh karena aku sangat begitu mencintai sampai napasku berakhir.” Albert menahan sesak di dada saat harus mengingat semua kenangan yang telah terukir dengan indah.


Wajah dari wanita yang masih tetap berdiri di hadapan Albert menjadi pias. Setelah mendengar sendiri bagaimana pria yang begitu ia cintai tanpa pernah sedikit pun membalas perasaannya.


“Apa salahnya hingga kau tega membunuh dengan cara yang begitu keji bahkan adik kesayanganku tercinta ikut meregang nyawa karena ulahmu. Apakah itu yang dinamakan cinta, hah!”


“Ku mohon, Al, jangan kau teruskan.”


“Cih, kau, pikir aku akan memercayai bualanmu Ini, hah?” Tanpa memikirkan dengan sarkas Albert membentaknya karena dia sendiri sangat muak pada wanita tersebut. “Biarpun ibunda ratu menjodohkanku dengan wanita sepertimu. Tak kan ku biarkan rencana yang akan kau lakukan terwujud karena aku lebih memilih mati daripada nanti beliau menyuruhku menikahimu.”


Ternyata rencana yang akan ia lakukan untuk tetap menikah dengan pria di hadapannya telah terbaca olehnya secara langsung.

__ADS_1


“Kau masih tak mau membalas perasaanku, Al?”


“Untuk apa aku harus membalas perasaanmu itu. Jika, saja hatiku telah terpatri namanya di setiap doa yang ku panjatkan. Lebih baik cintai pria yang mencintaimu jangan sampai salah orang.” Albert tetap enggan berdebat dengan wanita tersebut karena saat ini yang ada di dalam pikirannya adalah kedua orang tersayangnya telah lebih dulu meninggalkan dia seorang diri.


“Katakan pada kedua orang tuamu dan juga orang tuaku. Jika aku menolak perjodohan bo'doh ini.”


Wanita tersebut menyeringai sinis dengan penolakan yang dilakukan oleh Albert. “Mengapa tak kau katakan saja sendiri pada mereka.”


Bukannya menjawab pertanyaan dari wanita tersebut. Akan tetapi justru tanpa merasa bersalah dengan raut wajah yang dingin. Albert meninggalkan wanita itu dengan wajahnya yang begitu sangat kesal karena kesekian kali. Pria yang ia cintai menolaknya kembali.


Yang mengantarkannya begitu kembali dengan wajah yang sama. Namun, kali ini dia sedikit kesulitan meluluhkan hati seorang dari gadis tomboi dingin. Yang mana gadis tersebut adalah jelmaan dari wanita di cintai olehnya di masa lalu.

__ADS_1


Seketika Araxi terbangun dari tidurnya karena secara tak sengaja dia telah melihat sendiri bagaimana wajah asli dari seorang wanita yang di cintai oleh arwah hantu tersebut.


Si'alan jadi benar aku dan dia saling berhubungan?


Ketika melamunkan tentang mimpi tersebut. Suara Ivone membuyarkan lamunannya. “Apa kau bermimpi buruk?”


“Tidak!”


“Lalu mengapa sampai berkeringat seperti ini, hm!” Ivone yang tanggap Araxi sedang kehausan berinisiatif mengambil air minum untuk gadis yang tengah mengeluarkan keringat banyak. “Minumlah!”


“Apa om Kevin masih lama?”

__ADS_1


“Aku tak tahu, Ra. Memangnya apa yang ingin kau katakan?” Ivone membalik pertanyaan untuk Araxi.


Araxi sedikit bingung bagaimana cara dia menjelaskan tentang arwah hantu anak kecil yang harus diselesaikan sebelum ibu tirinya terlalu lama membiarkan sang papa tersiksa karena pernikahannya yang tak begitu ....


__ADS_2