
Karena kesal Theo tak mendapat jawaban dari Leonard, dengan terpaksa ia meminum terakhir minuman yang ia pesan itu, sembari wajah tampannya memikirkan pertemuan keduanya dengan seorang gadis yang tak lain merupakan salah satu dari adik kembar sahabatnya sendiri.
Leonard yang tengah membayar minumannya dengan milik Theo, tak menyadari bahwa kini sahabatnya tengah melamunkan seorang diri.
Tentunya Leonard pun tak menyadari bahwa Theo sahabatnya itu pun, tengah melamunkan seorang gadis yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Yang sialnya gadis tersebut adalah adik kembarnya sendiri.
Ada apa dengannya? Mengapa dia terlihat senyum-senyum sendiri? Apa aku telah melewatkan sesuatu? Sepertinya aku akan bertanya sendiri padanya. Batin Leonard di penuh tanda tanya di benaknya.
“Hei, Kau sedang melamunin apa?” tanya Leonard menepuk bahu Theo, setelah selesai membayar dengan cepat ia menghampiri sahabatnya dan bertanya apa yang tengah di lamunkan olehnya itu.
“Ckck, Kau mengagetkanku saja Le. Hm itu aku sedang bukan melamunin siapa-siapa kok,” jawab Theo berkilah. “Apa kau sudah membayar minuman mu? Oh, ya sudah lebih baik kita segera menemui mereka.”
Akhirnya kedua orang itu pun beranjak dari kantin setelah Leonard membayar, mereka pun bergegas menuju ke arah kamar inap yang di tempati oleh Araxi.
Sambil berjalan melintasi lorong koridor rumah sakit tersebut, entah mengapa perasaan Leonard mendadak menjadi tak karuan perihal makam mendiang mama tercinta, yang sangat jarang ia kunjungi bukan karena ia tak menyayangi hanya saja ia tak ingin wanita iblis ikut campur dalam urusan pribadinya.
__ADS_1
Perasaan gelisah, gundah gulana, resah hal tersebut yang mengganggu pikiran dan hatinya.
Sampai mendapat respons dari Theo yang berjalan beriringan dengannya, menatap curiga ke arah sahabatnya tersebut.
“Hei, Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Theo yang merasa penasaran dengan raut wajah sahabatnya itu.
“Perasaanku mendadak jadi tak karuan Yo,” jawab Leonard sambil berkeluh kesah.
Entah mengapa perasaan ini terus mengganggu hati dan pikirannya.
“Apa kau sedang mencemaskan keadaan Papamu?” tanya Theo penuh selidiki.
Tentunya ia tak ingin Theo sahabatnya mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi, mengingat ia tak ingin terlihat lemah di mata ketiga adik kembarnya, di tambah ketiga adiknya itu mempunyai kemampuan yang sama dengan sahabatnya tersebut.
“Apa kau ingin berkunjung ke tempat Mamamu Le? Biar aku bisa mengantarmu ke sana?” tanya Theo sambil menawarkan diri.
__ADS_1
“Terima kasih atas tawaranmu Yo,” tolak Leonard halus. “Untuk saat ini aku ingin fokus pada adik kembarku terlebih dahulu, mengingat aku sangat penasaran dengan wajah kedua kembarannya yang lain.”
“Baiklah terserahmu saja aku tak akan memaksa.” Dengan pasrah Theo pun menghargai keinginan sahabatnya itu. “Apa kau masih penasaran dengan mereka berdua Le?” pancing Theo sembari bertanya.
Mengangguk kepala Leonard pun menunggu jawaban dari sahabatnya itu, penasarannya semakin menjadi tak kala Theo tak menjawabnya.
“Kau kan sebentar lagi bisa bertemu dengan mereka Le,” jawab Theo dengan enteng.
Yang membuat Leonard mendengus kesal karena tak mendapat jawaban yang puas dari sahabatnya tersebut.
Kedua orang tersebut tak membuka obrolan kembali, setelah Leonard tak berhasil menarik jawaban yang sangat puas dari sahabatnya sendiri.
Sementara itu di dalam kamar Araxi, mereka masih tak menyadari bahwa Alexa sudah terbangun dari alam mimpi tanpa mereka tahu Alexa juga mendengar semua yang dikatakan oleh keduanya.
Setelah itu Alex pun menanyakan keberadaan Albert dan Angel yang mana kedua hantu tersebut tak menampakkan diri di depan mereka. “Albert dan Angel ke mana Ra? Mengapa aku tak melihat keberadaan hantu itu?” tanya Alex yang memecah kesunyian.
__ADS_1
Araxi mendengar pertanyaan dari Alex tentang Albert, mendadak moodnya menjadi naik saat Alex tak sengaja menyinggung Albert.
Tentunya ia merutuki kebodohan Albert yang terang-terangan mengungkapkan perasaannya pada dirinya, akan tetapi ia tak menyadari bahwa Alex sedikit mengetahui perihal yang di lakukan oleh hantu tampan dingin itu.