Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Gambaran Yang Di Perlihatkan Oleh Ruh Siska


__ADS_3

Kembali lagi di rumah dukun Sugeng, setelah tak melihat keberadaan Marista Mayang. Seorang yang sangat misterius, ia bisa menghela napas lega saat tak bertatapan mata dengan wanita itu.


Bahkan sebagai seorang dukun, ia dapat menyadari bahwa Marista Mayang yang ia lihat terlihat sedikit berbahaya, ia juga pun tak menyangka wanita tersebut benar-benar sedikit menggilai dengan ambisinya yang begitu besar untuk mendapatkan seseorang yang tak pernah menganggapnya ada.


Nyonya siapa pun engkau tak seharusnya anda melakukan hal yang sangat bodoh, bahkan aku sangat yakin saat nanti tiba kau akan berhadapan dengan mereka yang dulunya berusaha anda lenyapkan.


******


Setelah memberi perintah putrinya yang di hadiah kecupan singkat di pipinya, Kevin Morgan Adhitya itu pun tersenyum tipis saat melihat tingkah laku dari putrinya tersebut.


Namun sebelum ia masuk ke dalam kamar inap Araxi, ia pun juga pergi ke arah kamar mandi, agar ia bisa terlihat segar dan bugar saat akan bertemu dengan gadis tomboi dingin tersebut.


Di dalam kamar inap Araxi, beberapa jam sebelumnya pada malam harinya terdengar dengkuran halus menandakan kedua kembar beda gender tersebut memasuki alam mimpi.

__ADS_1


Tentunya hal tersebut telah di nanti oleh Alex sendiri, yang tanpa sadar membawanya ke arah seseorang tengah menunggu kedatangannya.


Lantas hal tersebut ini pertama kalinya Alex bertemu dengan seseorang yang sangat ia rindukan kehadirannya sejak pertama di lahirkan, sampai sekarang baik Alex maupun kedua kembarannya itu tak akan pernah bisa mendengar suara merdu nan indah milik wanita cantik di depannya tersebut.


“Anak bungsu Mama sudah sebesar ini juga ya,” sapa Siska sembari mengusap lembut pipi putra bungsunya yang membuat putranya menjadi cemberut. “Eits, sudah ketemu sama Mama, kenapa masih cemberut segala sih. Kamu ini seperti Kakakmu saja merajuk tanpa jeda.”


“Kakak?” beo Alex yang terdengar oleh Siska itu sendiri.


“Ya, Kakakmu Leonard sayang. Memangnya selain dia siapa lagi kakakmu itu hm? Kamu ini lucu sekali.”


“Kamu merajuk seperti sangat menggemaskan bagi Mama. Oh iya sayang mengapa kamu tak menggunakan kemampuanmu sendiri, bukankah kamu bisa melebihi Araxi?” tanya Siska yang masih bingung dengan kemampuan putra bungsunya itu. “Kamu tahu bukan sayang bahwa dia jelmaan dari masa muda Papamu itu!”


“Ma, Maaf aku bukannya tak ingin menggunakannya. Hanya saja aku merasa di dalam diriku ini seperti ada seseorang yang merasukinya, untuk itulah aku selalu takut menggunakan terlalu lama. Bahkan saat aku masuk ke dalam dimensi ruang waktu milik hantu yang selalu aku dan Araxi tolong, energi di dalam tubuhku selalu terkuras dengan habis.” Alex pun akhirnya mengeluhkan kemampuan tersebut pada Mamanya tercinta.

__ADS_1


Dengan penuh kasih sayang Siska pun memberi Alex pengertian untuk selalu berusaha menggunakannya dengan baik, mengingat hanya kemampuan putra bungsunya tersebut sedikit tertutup. “Sayang, kamu harus bisa menggunakannya oke. Karena kalian bertiga sudah di takdirkan untuk mempunyai kemampuan ini, dan juga tentunya kalian nanti akan melawan sesosok yang datang dari masa lalu.”


Dalam sekejap saja pandangan mata Siska berada dalam keadaan di penuhi oleh amarah, tentunya ia melihat sebuah gambaran di mana tulang belulang miliknya itu akan di bakar oleh seseorang yang sangat membencinya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next time


Love you for all


__ADS_2