
Sementara itu setelah Sean mendapat perintah dari Raymond, ia pun meninggalkan sang sahabat yang tengah melamun sendiri.
Karena kini Raymond sendiri tengah melamunkan masa semua kenangannya dengan mendiang istrinya tercinta, serta tak lupa ia mengelus sebuah gambar foto yang dikirimkan oleh putranya tersebut.
Apa benar kamu adalah putriku yang hilang itu? Kalau benar itu dirimu, bagaimana dengan wajah kembaranmu? Apa mereka berdua mirip denganku atau justru sebaliknya. Karena wajahmu ini benar-benar mengingatkanku pada masa mudaku, saat aku telah jatuh cinta pada mendiang Mamamu. Jika memang kalian benar-benar anak kembarku, maka aku sebagai Papa kalian tak akan pernah melepaskan milikku kembali. Sekalipun harus melawan wanita itu, tentu saja Papa sedikitpun tak pernah menganggap sebagai seorang istri. Karena hati Papa kalian telah terpatri nama mendiang mama kalian tercinta, dan juga bantulah Papa keluar dari lingkaran ini.
Saat Raymond tengah melamunkan sebuah kenangan dengan mendiang istrinya tercinta, dari luar ruangannya terdapat seorang wanita yang tengah berjalan melenggak-lenggok untuk menghampirinya, yang mana wanita tersebut membawakan sekotak bekal makan malam untuk dirinya.
“Apa suamiku ada di dalam?” tanyanya pada sekretaris yang tengah bekerja membuat laporan tentang agenda yang akan dilakukan oleh presdirnya.
“Maafkan saya Nyonya hari ini presdir sedang tak ingin di ganggu, bahkan sedari tadi siang sampai sekarang saya ingin masuk ke dalam untuk meminta tanda tangan beliau pun tak bisa!”
Wanita itu yang tak lain Marista Mayang tengah mengintimidasi sekretaris suami di depannya, untuk melihat apakah ada kebohongan di raut wajahnya, akan tetapi ia tak menemukan hal tersebut.
__ADS_1
Sampai ia merasa kesal datang ke kantor ini membuat darahnya mendidih, bahkan suaminya itu Raymond tak pernah sedikitpun menyambut kehadirannya.
Tentunya sebelum datang ke kantor untuk memberi kejutan, setelah menelepon anak buahnya itu Marista Mayang memutuskan untuk datang ke kantor dan membawa makanan kesukaan Raymond.
Namun tak di sangka ia harus menelan kekecewaan yang mendalam, akibat sikap dingin yang di tujukan Raymond untuk dirinya.
Hal tersebut membuat sesuatu yang mendiami tubuhnya menjadi bergejolak, setelah menerima beberapa kali penolakan dari Raymond.
Sesosok yang mendiami tubuh Marista Mayang tiba-tiba bangun dari tidur panjangnya, akibat penolakan yang dilakukan oleh pria yang telah membawanya menjadi sebuah dendam pribadi.
Karena menurutnya wanita tersebut sangat begitu bodoh, mau menikahi pria cacat itu tanpa pernah bersyukur atas pernikahannya dengan cinta pertama dari seorang pria yang pernah menikahinya.
Dasar bodoh sudah tahu pria yang kau nikahi sekarang tak begitu mencintaimu, masih saja berharap menggantikan posisi hati mendiang istrinya itu? Coba saja terus, kau akan semakin merasa sakit. Bahkan putrimu saja tak di akui anak olehnya, tapi untung saja tubuhmu masih bisa aku diami. Kau memang pantas di sebut wanita berhati iblis, akan tetapi justru akulah sang iblis itu.
__ADS_1
Sesosok yang mendiami tubuh Marista Mayang tertawa terbahak-bahak, menertawakan kehidupan Marista yang tak pernah bahagia menikah dengan Raymond Wesley Wiratmaja, seorang pria yang menjadi cinta pertamanya itu.
Kembali lagi pada Marista yang tak mendapat respons dari Raymond, dengan terpaksa ia beranjak dari kantor tersebut untuk melampiaskan kekesalan dan kekecewaannya dari suaminya tersebut.
Raymond yang masih berada di dalam ruangannya sendiri itupun tak menyadari kedatangan seseorang yang sangat ia benci, bahkan mungkin menganggapnya pun tak akan pernah ia mau.
Karena sejatinya pernikahan yang tak seharusnya terjadi membuat Raymond merasa kecewa pada dirinya sendiri, bahkan ia tak bisa melindungi dan harus menerima kenyataan bahwa ia menikah dengan seorang wanita yang sangat berambisius tersebut.
Setelah di rasa cukup melelahkan dengan terpaksa Raymond menghentikan pekerjaannya yang tertunda, bahkan ia mengabaikan keberadaan sekretarisnya yang lain.
Ia pun dapat menebak bahwa sekretarisnya tersebut ingin sekali menemuinya, akan tetapi justru ia sendirilah yang tak ingin di ganggu oleh siapapun yang berusaha mengganggunya.
Sebelum keluar dari ruangannya, Raymond memutuskan membereskan semua perlengkapan dan juga ia tak lupa membereskan tentang gambar foto tersebut, agar istrinya tak mengetahui sebuah rahasia yang tengah ia sembunyikan.
__ADS_1
Karena Raymond tak akan pernah melepaskan sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya itu sejak dulu kala.