Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo
Cegahlah Rencana Itu Sebelum Semuanya Terjadi


__ADS_3

Namun sebelum itu, Kevin pun memutuskan untuk memberitahukan pada Leonard tentang rencana ibu tirinya itu. Yang mana ia tengah merencanakan sesuatu yang berhubungan dengan mendiang Mama dari ketiga kembar tersebut.


“Ada yang ingin aku bicarakan berdua denganmu,” ucap Kevin seraya menunjuk ke arah Leonard yang menatapnya bingung. “Sudah lebih baik kau langsung ikut denganku.”


Tanpa membantah Leonard pun mengikuti langkah kaki Kevin, dengan sedikit menjauh dari kedua adik kembarnya, tanpa diikuti oleh Theo yang tengah menjaga adiknya itu.


“Sekarang jelaskan padaku, apa yang ingin Om bicarakan denganku.” Leonard pun membuka suara begitu mereka sampai di tempat yang tak begitu jauh dari tempat sebelumnya.


Berdehem lalu berucap dingin, Kevin pun menceritakan tentang sebuah rencana dari mantan istrinya pada pria muda didepannya itu. “Begini, aku mendapat laporan dari mata-mataku yang aku tugaskan, kalau ibu tirimu sedang merencanakan sesuatu yang berhubungan dengan mendiang Mamamu.” Tanpa ada keraguan dengan mantap Kevin berterus terang tentang rencana itu, meskipun harus mengorbankan nyawa mata-mata yang selama ini mendapat tugas khusus darinya.

__ADS_1


Leonard yang mendengarnya, tak kuasa menahan amarah, dengan tindakan yang dilakukan oleh ibu tirinya begitu sangat nekat mengusik kedamaian mendiang Mamanya tersebut.


“Lalu rencana apa yang dilakukan oleh mantan istrimu itu Om?” tanya Leonard dingin.


“Aku tak begitu tahu banyak tentang laporan dari mata-mataku. Yang jelas ibu tirimu itu, tengah merencanakan pembakaran mendiang Mamamu. Aku tak habis pikir, mengapa dia begitu tega mengusik seseorang yang sudah lama meninggal, bukankah dia telah berhasil menggeser posisi Mamamu itu,” terang Kevin dengan menjawab pertanyaan Leonard.


“Apa Om bercanda dengan perkataanmu itu,” pekik Leonard dengan kaget.


Setuju dengan perkataan Kevin, tanpa diminta Leonard pun mengangguk kepala, bahwa ia dengan kedua adik kembarnya itu akan segera berangkat berkunjung ke makam mendiang Mamanya, agar ia bisa menyelamatkan tulang milik Mamanya tersebut.

__ADS_1


“Tak perlu cemas Om. Aku dengan Theo, dan juga kedua adikku akan segera pergi ke makam.” Leonard berkata pada Kevin yang akan pergi ke makam, tanpa disuruh olehnya.


“Baiklah kalau begitu. Om bisa lega sekarang ... Karena ibu tirimu terlalu serakah dengan semua yang ia dapatkan ... Bahkan tak jarang ia menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan apa ia inginkan.” Kevin pun bercerita kembali tentang mantan istrinya yang terlalu terobsesi dengan Raymond rekan bisnisnya itu.


“Sepertinya aku harus segera pergi Om,” pamit Leonard. “Ngomong-ngomong, kenapa putrimu terlihat merajuk begitu Om. Apa yang terjadi?” tanya Leonard yang merasa heran dengan tingkah laku Ivone.


“Oh itu, dia kecewa denganku karena aku selalu menyembunyikan semua keburukan yang dilakukan oleh Mamanya,” jawab Kevin sembari menghela napas berat.


“Mengapa Om tak pernah jujur pada Ivone, tentang semua pribadi Mamanya itu Om.”

__ADS_1


“Tetap saja, Om tak ingin putri satu-satunya mengikuti jejak Mamanya itu.”


“Om, maaf bukan bermaksud untuk mengguruimu, hanya saja lebih baik Om menceritakan semua masa lalu kalian. Aku sangat yakin putrimu bisa menerima semua keadaan mamanya.”


__ADS_2