
Cemburu itulah yang di rasakan oleh Theo, akan tetapi ia tak bisa berbuat banyak bahkan mengatakan bahwa ia jatuh cinta pada adik kembar sahabatnya sendiri itu pun ia merasa malu.
Sialan mengapa aku bisa merasa kesal dengan pemandangan yang begitu sangat tak menyenangkan ini. Apakah aku pantas jatuh cinta pada adikmu kandungmu itu Le? Batin Theo menjerit pelan.
Namun Theo pun tak menyadari Araxi dan Alex pun dapat mendengar jeritan batinnya tersebut, tanpa sadar keduanya menyungging senyum tipis.
Melalui tatapan mata dari keduanya baik Araxi dan Alex pun mengangguk, mereka akan membahas perihal mendiang makam mendiang sang mama tercinta.
“Ngomong-ngomong apa kalian berdua bisa mengantarkan kami bertiga berkunjung ke makam Mama?” tanya Alex.
Kening Leonard mengernyit heran tak kala mendengar permintaan dari adik kembarnya. “Apa kalian benar-benar ingin berkunjung ke sana? Tapi sebaiknya kita tunggu keadaannya pulih terlebih dahulu,” jawab Leonard sembari bertanya balik.
“Aku tak bisa menunggu terlalu lama,” sahut Araxi dingin.
“Hei, Ra mengapa kamu begitu mengotot berkunjung ke tempat Mama? Apa kamu sedang memikirkannya?” ucap Alexa sembari bertanya.
“Sa, bisa tidak kamu tak bicara begitu dengan Araxi. Kamu tahu bukan, aku dan Araxi baru saja mendapat sebuah gambaran tentang Mama,” sela Alex sambil memberi Alexa pengertian. “Apa kamu tak mendapat gambaran itu juga Sa?”
__ADS_1
“Apa!” pekik Alexa kaget. “Kalian berdua juga mendapat gambaran itu? Jadi kalian berdua pergi ke sana karena ingin menyelamatkan Mama begitu?”
Obrolan mereka pun mendapat deheman dari seorang pria yang mana pria tersebut merupakan Kakak kandung mereka.
“Kalian sedang bahas apa sih?” tanya Leonard yang merasa heran dengan obrolan ketiga adiknya ini.
“Kami sedang membahas perihal Mama Kak?” jawab Alexa. “Memangnya kenapa? Apa kamu juga ingin tahu tentang kemampuan kami bertiga?”
“Sudahlah Kakak tak ingin tahu tentang kemampuan kalian, tetapi aku juga tak bisa melarang kalian berdekatan dengan dunia lain. Mengingat kalian mendapatkan itu semua dari pengorbanan Mama yang dilakukannya untuk kalian bertiga,” ungkap Leonard dengan tegas. “Sebaiknya kalian bertiga tetaplah dalam perlindungan Om Kevin. Aku sangat takut jika nyawa kalian terancam kembali dan diincar.”
Ketiganya pun mendengus saat mendengar perkataan yang terlontar dari bibir Leonard, bahkan kakaknya itupun sama sekali tak mengetahui bahwa sejak menjadi bayi merah hingga sekarang mereka selalu di jaga oleh kedua hantu yang menemaninya sejak berada dalam kandungan mendiang mama tercinta.
“Sasa benar Kak, sebaiknya yang perlu Kakak cemaskan itu soal Papa. Apa Kakak tak menghubunginya?” sahut Alex.
Leonard pun tergugu saat mendengar perkataan dari adiknya ini, entah mengapa ia merasa adik kembarnya tak sesederhana yang ia lihat, mengingat ia baru saja bertemu dengan mereka, lagi pula ia juga sangat yakin di antara ketiga ada salah satu orang yang lebih berbahaya dari wanita itu.
Namun ia tak menemukan hal itu, karena ketiganya mempunyai kemampuan yang sangat rahasia. Bukan juga tak ingin mengetahui kemampuan adik kembarnya, tetapi Leonard selalu percaya bahwa adiknya ini terlalu istimewa untuk sekadar dilihat sudut pandang.
__ADS_1
“Ekhem, untuk soal Papa nanti aku akan menghubunginya. Karena aku tak ingin jika obrolanku dengan Papa nanti sampai terdengar olehnya,” ucap Leonard berkilah.
Tentunya Leonard tak ingin ibu tirinya itu mengetahui keberadaan adik kembarnya, jika diingat dengan benar sampai saat ini adik kembarnya dalam incaran seseorang yang telah memisahkannya dengan mendiang Mama tercinta.
.
.
.
.
.
Panggilan Alexa itu Sasa ya, jadi jangan salah paham. Aku gak akan merubah nama pemerannya oke, hanya sekedar panggilan saja yang sedikit berubah.
See you next time
__ADS_1
Love you for all