KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Sahabat


__ADS_3

“Maafin aku Jes,” kata Naura dengan perasaan penuh bersalah.


“Bukan kamu yang salah Ra, memang sudah takdir ku.” Jesika menghela nafas nya lagi dengan cukup berat, “Mungkin ini memang cara Tuhan menjadikan ku lebih dewasa dari sebelumnya.” Jesika sadar bahwa perasaan nya kepada Clay selama ini mungkin bukan rasa cinta, melainkan obsesi karena sejak kecil, hanya ada Clay yang di dekat nya.


Baginya, Clay adalah laki laki paling sempurna dan akan menjadi jodohnya, namun ia salah. Mungkin dengan cara ini, Tuhan sengaja menyadarkan nya bahwa jodoh nya bukanlah Clay, sekuat apapun ia mencoba dan berusaha membuat Clay mencintainya, namun nyatanya Clay tidak pernah menganggap perasaan nya ada.


“Kita tidak bisa memaksakan perasaan perasaan seseorang. Kita bisa mencintai seseorang tapi kita tidak bisa memaksa orang itu untuk membalas perasaan kita. Ra, aku harap pertemanan kita tidak akan goyah ya karena ini, aku mohon.” Pinta jesika menatap Naura dengan tatapan memohon dan berkaca kaca.


“Jes, kamu ini ngomong apa sih. Aku udah anggep kamu sahabat aku, kita sama sama bertiga.Aku, kamu dan Susan, aku harap kita bisa terus bersama dan masuk kuliah sama sama,” kata Naura menghapus air mata nya.

__ADS_1


“Kamu atau gak Ra, seumur hidup aku baru punya sahabat. Selama ini, tidak ada yang berani berteman dengan ku.” Ucap Jesika dengan tersenyum getir.


“Kenapa?” tanya Naura, “Kamu gak ada kudis atau panu kan sampai mereka gak mau temenan sama kamu?” goda Naura terkekeh.


“Sialan, mana ada. Kulit aku mulus yah, tapi tak semulus kisah cintaku,” jawab Jesika mendengus, lalu ikut terkekeh, “Di sana, aku sekolah tidak bisa sendiri. Selalu saja ada yang mengawasi ku, sehingga membuat mereka takut dengan ku.”


“Jes, aku penasaran sama kamu dan Clay. Kalian berdua begitu banyak teka teki yang aku gak ngerti sama sekali. Tempat yang kita datangi waktu itu, kenapa seperti itu?”


“Jesika, aku semakin merasa bersalah sama kalian semua. Kamu, Arsy dan juga Clay, kalian semua sahabat ku, kalian baik tapi aku begitu jahat sudah membuat kalian sakit,” gumam Naura kembali meneteskan air mata.

__ADS_1


“Aku dan Clay gapapa Ra, kamu gak usah merasa bersalah gitu. Seperti yang aku bilang tadi, kita tidak bisa memaksakan sesuatu, ini semua sudah di gariskan sama Tuhan. Dan karena kejadian ini, kita menjadi saling mengenal dan dekat begini.” Kata Jesika dengan tulus.


“Ra, coba kalau kamu dan Clay gak deket, mana bisa aku kenal sama kamu dan bisa bersahabat sama kamu. Jadi, aku yakin rencana Tuhan itu indah walau sedikit menyakitkan buat kita, tapi—astaga, aku bicara seperti orang bener saja, hihihi.” Imbuh Jesika terkekeh sendiri.


“Tapi aku setuju sama ucapan kamu Jes, sekali lagi aku meminta maaf kalau aku sudah nyakitin kamu. Dan makasih karena kamu masih mau berteman sama aku, aku bersyukur banget bisa kenal sama kamu,” kata Naura tersenyum tulus.


“Gimana kalau nanti pulang sekolah kita temui Arsy?” ajak Jesika dengan penuh semangat.


“T—temui Arsy?” gumam Naura kecil, ia menggigit bibir nya, sedikit ragu apakah nanti Arsy bisa memaafkan nya atau malah akan membenci nya karena sudah merebut Ken dari nya.

__ADS_1


“Iya, kita ke sekolah nya atau ke rumah nya. Aku tahu kok rumah nya,” kata Jesika lagi, “Ayolah Ra, bawa mobil ku. Mumpung hari ini aku bebas.” Paksa nya, hingga membuat Naura menganggukkan kepala nya dengan pasrah.


__ADS_2