
Brakk!!!
Ken langsung berlari dan membuka pintu ruang UKS dengan kasar ketika mendengar dari Hary bahwa Naura pingsan di kelas dan di bawa ke UKS. Dengan cepat, ia melangkahkan kaki nya menuju ruangan Naura yang hanya tertutup sebuah tirai.
"Sayang," panggil Ken lembut sambil menghela nafas lega karena kini Naura sudah sadar.
"Maaf," tutur Naura begitu lirih dan merasa bersalah.
"Kita ke rumah sakit aja ya," ajak Ken namun lagi lagi Naura menggelengkan kepala nya.
"A—aku mau pulang hiks hiks hiks." Tiba tiba saja Naura terisak dengan wajah memelas menatap Ken.
Tanpa berpikir, Ken langsung menganggukkan kepala nya dan mengiyakan permintaan Naura. Ia segera meminta izin kepada guru untuk mengantarkan Naura pulang. Karena saat ini sudah masuk jam pelajaran terakhir, Ken tidak akan tertinggal pelajaran jauh.
"Ken, kepala ku pusing," gumam Naura lirih sambil menyandarkan kepala nya di bahu Ken yang sedang menyetir mobil.
__ADS_1
"Kita ke rumah sakit aja ya? badan kamu juga panas banget Sayang," kata Ken sedikit cemas.
"Gak mau. Aku mau berendem aja," balas Naura langsung membuat Ken menatap ke arah nya sebentar.
"Badan kamu lagi kaya gini mau berendem? Yang bener aja dong Na!" kata Ken sedikit berdecak.
"Sebentar aja Ken, aku pengen berendem. Kamu cepetan sampai rumah, kepala nya sakit banget," keluh Naura memejamkan mata.
Begitu sampai di rumah, benar saja seperti keinginan Naura. Ia segera berlari menuju kamar dan melepas pakaian nya. Naura pun segera berendam dan menikmati rendaman air hangat.
"Mama mau kemana?" tanya Ken mengerutkan dahi nya melihat sang mama yang buru buru.
"Loh, kamu sudah di rumah? Ini masih jam pelajaran loh Ken." tegur mana Kiara melihat jam di tangan nya.
"Naura sakit Ma. Makanya Ken nganterin pulang. Mama belum jawab pertanyaan Ken. Mama mau kemana?" tanya Ken sekali lagi.
__ADS_1
"Ah, mama ada urusan. Kamu jagain Naura, doakan mama pulang nanti bawa kabar baik. Dada Sayang... " kata mama Kiara dan segera berjalan cepat keluar rumah.
Meskipun umur mama Kiara tak lagi muda, namun terkadang mama Kiara terlihat seperti seumuran Ken. Ada masa dimana mama Kiara benar benar menjadi orang tua yang tegas dan galak. Namun ada juga saat dimana mama nya seperti anak muda seumuran nya. Menganggap dirinya teman dan bertingkah manja kepada papa Kaisar di depan anak anak nya. Begitulah mama Kiara yang ajaib sejak dulu kala.
Hampir satu jam Naura berada di dalam kamar mandi. Ken yang khawatir segera mengetuk pintu nya karena takut Naura pingsan. Cukup lama Ken mengetuk dan tidak ada respon, akhirnya Ken memutuskan untuk mendobrak nya.
"Sayang buka pintu nya!" teriak Ken dari balik pintu berusaha terus mengetuk nya namun tak ada respon atau sautan dari dalam.
"Sayang, buka atau dobrak!" kata Ken lagi dan hasil nya masih sama.
Brak!
Tubuh Ken langsung tersungkur ke lantai karena ternyata pintu tersebut tidak di kunci sehingga tenaga yang Ken keluarkan sia sia.
"Sial!" umpat nya kesal, lalu ia segera menatap ke arah Naura yang masih terlihat begitu santai bermain sabun seolah tidak melihat atau mendengarkan nya sama sekali.
__ADS_1
"Ken, ngapain duduk disitu?" tanya Naura polos ketika melihat Ken masih terduduk di lantai kamar mandi.