KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Ada apa dengan Jesika?


__ADS_3

Setelah kepergian Clay, Naura memilih diam dan mengurung diri di dalam kamar hingga pagi hari. Dan hari hari berikutnya, Naura memilih menghindar dari Ken dan juga Hary. Terlebih ketika ia sudah tidak lagi melihat keberadaan Clay di sekolah sejak saat itu.


Hubungan Naura dengan para sahabat nya pun semakin renggang. Dan kini ia sadar bahwa ini semua memang kesalahan ada pada dirinya, andai ia tidak menerima pernyatana Clay saat itu. Andai dirinya tidak sok-sok an mau membuka hati untuk Clay tentu semua tidak akan seperti ini.


“Udahlah Ra, jangan terlalu di pikrin, mending fokus sama ujian. Sebentar lagi loh,” ujar Susan menepuk bahu Naura ketika melihat sahabat nya selalu melamun di dalam kelas.


“Gue bingung San, kenapa harus begini? Gue emang pembawa sial banget kali ya,” keluh Naura menghela nafas nya dengan berat.


“Hush, apaan sih Ra, kenapa mulut lo ngomong gitu sih. Gini ya Ra, kalau menurut gue, lo gak seharus nya nyesel. Harusnya lo bangga,” kata Susan malah membuat Naura mengerutkan dahi.


“Ckckck, bangga Ra! Bangga karena lo berhasil memikat dua cowok sekaligus. Di tambah itu cowok dua dua nya ganteng dan tajir bukan cowok kaya abang- abang di depan sekolah. Gak kaya gue, yang yah, gak usah di perjelas lah,” imbuh Susan cemberut.


“Astaga Susan, pikiran lo bener bener, astaga!” Naura sampai kehabisan kata kata untuk menanggapi ucapan sahabat nya. Bagaimana bisa dirinya harus berbangga diri ketika persahabatan nya hancur karena nya.

__ADS_1


“Udah lah Ra, mending kita ke kantin aja yuk. Gue gak mau lo sakit lagi kaya kemaren, ayo Ra, kasian cacing cacing gue udah pada demo,” kata Susan sambil emngusap perut nya.


“Cacing demo lo pikirin,” balas Naura berdecak.


“Ra, gini gini gue berperikecacingan yah. Gue gak mau cacing cacing gue kelaperan jadi gue harus makan banyak.” Kata Susan dengan sangat yakin.


“Astagfirullah Susan,”


“Udah ayo buruan!” Susan segera menarik tangan Naura dan memaksa nya berjalan menuju kantin. Namun, ketika keduanya baru sampai di ambang pintu tiba tiba langkah nya terhenti ketika melihat sosok gadis cantik yang berkuncir kuda poni tengah berdiri tepat di depan nya.


“Gue mau bicara sama lo, penting!” kata Jesika dengan raut wajah datar nya.


“Gak bisa sekarang, Naura lagi ada acara sama gue!” saut Susan dengan cepat.

__ADS_1


“Pulang sekolah gue tunggu di taman delima!” setelah mengatakan itu, Jesika langsung pergi begitu saja dari hadapan Naura tanpa menunggu jawaban.


“Dia kenapa sih?” tanya Susan bingung.


“Gak tau,” Naura mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepala.


“Terus, lo mau kesana?”


“Gak tau juga.”


“Kenapa perasaan gue gak enak ya Ra?” gumam Susan yang entah mengapa memiliki perasaan yang kurang baik setelah melihat raut wajah Jesika beberapa detik yang lalu.


“Hush, jangan ngomong gitu ah. Dia temen kita, lo lupa gimana waktu kita kamping kemarin? Dia baik kok, jadi jangan berperasangka buruk begitu!” kata Naura berusaha menepis perasaan Susan, walau sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya juga merasakan hal yang sama.

__ADS_1


‘Apa yang mau di bicarain sama jesika?’ gumam Naura dalam hatinya berusaha menerka nerka apakah dirinya membuat kesalahan dengan gadis itu, namun sayang nya ia tak mendapatkan jawaban apapun. Pikiran nya seolah buntu.


__ADS_2