KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Kenapa sih?


__ADS_3

“Si Arsy lama banget,” keluh Jesika yang sudah menunggu cukup lama di ruang tamu.


Drrtt drrrtt drrtt


“Setan nih anak!” umpat Naura ketika ponsel nya terus bergetar di dalam saku.


“Siapa? Pasti Ken,” tebak Jesika dan Naura langsung menganggukkan kepala nya.


“Ra, gue boleh tanya sesuatu gak sih sama lo?” tanya Jesika ketika Naura sudah selesai mengangkat telfon dari Ken.


“Tanya apa Jes?”


“Lo kayaknya sama Ken deket banget yah?”


“Gue sahabatan sama dia sejak kecil.”


“Yakin Cuma sahabat Ra? Emmt maksud gue begini, apa lo yakin itu hanya pyur sahabat? Apa lo gak ada perasaan sedikit pun dengan nya?”


“Jangan ngaco Jes,” kata Naura dengan cepat memotong ucapan Jesika.


“Bukan ngaco Ra. Hanya saja, kalian sangat dekat, bahkan kedekatan mu dengan Clay saja tidak sedekat lo dengan Ken.”


“Gimana ya, gue udah sahabatan dari kecil Jes, jadi ya entahlah.”

__ADS_1


Saat keduanya sedang asik mengobrol dan saling bertukar cerita, tiba tiba saja seorang laki laki masuk dengan nafas yang masih begitu memburu.


“Ken!” pekik Jesika, sementara naura tidak heran sama sekali, ia sudah memprediksi bahwa Ken akan menyusul.


“Assalamualaikum, ini rumah orang!” kata Naura memperingatkan.


“Dimana Arsy?” tanya Ken mengedarkan pandangan nya.


“Di atas, lagi nemuin keluarga nya, tapi entahlah kayaknya gak ada deh,” kata Naura menghela nafas nya dengan berat.


Tanpa di duga dan di sangka, ternyata Ken langsung ikut mencari keberadaan Arsy. Tidak sopan memang, tapi mau bagaimana lagi, dia seorang Ken. Yang selalu rusuh dan biang onar, apalagi ia sudah mendengar dari Naura bahwa keluarga Arsy tidak ada, jadilah ia semakin berani.


Deg!


“Ken!” Arsy langsung bangkit dan segera menghampiri Ken, namun karena terburu buru hingga membuat lutut nya tanpa sengaja menindih sesuatu di bawah sana hingga membuat sang empunya semakin berteriak kesakitan.


“Chilaaaaa!” pekik nya langsung mengaduh.


“Aduhhh, maaf Om. Beneran Chila gak sengaja!” seru Arsy merasa tak enak, terlebih ketika melihat wajah om nya sangat merah menahan sakit.


Ken yang melihat Arsy bukan menghampiri nya dan malah khawatir dengan om nya, membuat darah nya semakin mendidih. Cemburu, tentu saja Ken merasa sangat cemburu. Ken marah dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari Vila itu.


“Lah cepet amat!” kata Jesika ketika melihat Ken sudah turun namun kini wajah nya terlihat sangat marah, “Kenapa Ken?”

__ADS_1


“Ken lo mau kemana?” tanya Naura segera bangkit dan mengejar Ken yang sudah keluar dari pintu Vila.


“Balik!” jawab nya datar dan singkat.


“Balik kemana?” tanya Naura, “Lo kenapa sih?


“Ayo,” Ken langsung menarik tangan Naura dan hendak mengajak nya pergi.


“Gak mau, gue masih mau disini. Gue mau mandi!” Seru Naura langsung menepis tangan Ken.


“Lo bisa mandi di sana!” katanya berdecak.


“Di sana gak bisa bebas Ken. Gak bisa keramas pula, nih lo gak lihat rambut gue udah kaya apaan tahu!” ucap Naura mengibas rambut nya ke wajah Ken.


“Lo bisa keramas di rumah!” cetus Ken lagi.


“Kelamaan! Kita pulang masih besok pagi kan? Udah lah, lo kalau kebelet mau ke tenda, sono aja. Gue nanti balik ke sana sama Jesika sama Arsy!” kata Naura malah mengusir Ken.


“Kok lo malah ngusir gue?” serunya tak terima.


“Lah kan elo yang mau pergi? Sumpah ya Ken lo gak jelas banget!” cetus Naura menghela nafas nya dengan berat, “Dah lah, sono balik, gue mau balik juga ke dalem. Ah iya, sekalian bilangin sama Clay kalau gue masih disini dan jangan khawatirin gue.”


Ken tidak menjawab lagi ucapan Naura, ia hanya berdecak lalu segera pergi meninggalkan Vila keluarga Arsy. Sementara Naura, ia juga langsung kembali masuk ke dalam dan menemani Jesika lagi sambil menunggu Arsy yang masih berada di atas entah dengan siapa.

__ADS_1


__ADS_2