KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Di jemput Jesika


__ADS_3

Pai pagi sekali, Naura sudah berpamitan dengan kedua mertua nya sebelum Ken keluar dari kamar. Naura sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari suaminya, dan ia akan berangkat bersama Jesika. Ya, hanya Jesika yang tahu bahwa dirinya dan Ken sudah menikah, makanya ia tak ragu meminta tolong Jesika untuk menjemput nya. Dan kepada Susan atau Hary, Naura belum berani bercerita. Mungkin sebentar lagi, setelah mereka lulus Naura akan menceritakan semuanya kepada para sahabat nya.


Awalnya, Naura juga terkejut mengapa Jesika bisa tahu bahwa dirinya dan Ken sudah menikah. Namun ternyata Jesika tahu dari Clay, dan Naura cukup paham. Seperti kata Ken sebelumnya, bahwa Jesika dan Clay ibarat sendal satu paket, jadi sedikit banyak Jesika tahu tentang Clay.


“Kenapa sih? Kok tumben minta jemput?” tanya Jesika ketika Naura sudah masuk ke dalam mobil nya.


“Gapapa, males aja sama Ken. Aku lagi kesel sama dia,” keluh Naura langsung menghela nafas nya dengan kasar, “Oh ya, gimana soal Hary Susan?” tanya Naura mengalihkan topik pembicaraan.


“Nah itu yang mau aku bahas sama kamu. Sejak kemarin nomor Susan gak aktif.”

__ADS_1


“Hah, kok bisa? Nomor si Hary gimana?”


“Entah!” Jesika nampak mengangkat kedua bahu nya tak tahu, dengan cepat Naura pun ikut merogoh ponsel nya dan segera menghubungi nomor Hary. Dan hasilnya pun sama dengan nomor Susan, keduanya tidak ada yang aktif.


“Kemana mereka?” gumam Naura berfikir sambil menggigit jari jari kuku nya.


“Gue bisa laporin lo ya, atas kasus penculikan cewek gue!” seru Ken marah ketika melihat Jesika keluar dari mobil, sementara Naura masih berada di dalam mobil.


“Lah, kenapa aku nyulik Naura? Dia sendiri yang telfon minta di jemput kok!” kata Jesika membela diri, “Makanya, jadi cowok itu jangan rese, giliran di tinggal kabur, malah playing victim!” cetus jesika kesal.

__ADS_1


“Diem lo!” seru Ken menatap tajam pada jesika, lalu ia segera membuka helm nya dan mengetuk kaca mobil, “Sayang, buka dong?” bujuk Ken terus merayu agar Naura membuka pintu.


“Aku minta maaf, aku tahu aku salah. Udah dong ngambek nya, nanti pulang sekolah kita ke butik, ayo dong. Kamu bebas mau beli apa dan berapapun, bila perlu kita beli butik nya, ayo dong. Tadi aku udah bujuk Papa loh buat minta kartu, nanti kalau kurang kita bisa ngerampok om Abas, ayo dong buka!” rayu Ken yang membuat kepala Naura semakin berdenyut nyeri.


Brakk!


Dengan kasar Naura membuka pintu mobil nya hingga membuat Ken mengaduh kesakitan, walau sebenarnya tak sakit.


“Jangan lebay!” cetus Naura lalu ia segera pergi begitu saja meninggalkan Ken, sementara Jesika yang melihat bagaimana Ken merayu Naura namun tak ada hasil nya, sukses langsung tertawa terbahak bahak. Baginya sangat lucu melihat wajah Ken yang biasanya menyebalkan, sombong dan usil, namun kini terlihat memelas dan menyedihkan, persis seperti anak kecil yang meminta mainan kepada ibu nya namun tak di kasih.

__ADS_1


__ADS_2