KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Ke Jakarta


__ADS_3

“Bagaimana keadaan Naura Dok?’ tanya Ken ketika dokter sudah selesai memeriksa.


“Apakah sebelumnya juga pernah seperti ini?”


“Sudah sangat lama Dok, waktu kami masih kecil Naura memang sempat kritis karena memakan seafood. Tapi—“


“Beruntung kali ini ia segera di bawa kesini. Saat ini kondisinya sudah stabil dan akan segera di pindahkan ke ruang perawatan,” ucap Dokter membuat Ken bisa bernafas lega.


“Dok, saya ingin membawa Naura pulang ke Jakarta. Saya ingin memindahkan nya ke rumah sakit yang di Jakarta.” Walau sedikit berat bagi dokter untuk mengatakan Ya, namun pada akhirnya dokter mengizinkan Ken untuk memindahkan Naura ke rumah sakit keluarga nya.


Setelah mengucapkan kata terimakasih, Ken segera menghubungi mama nya dan memberikan kabar tentang keadaan Naura saat ini dan akan segera menuju Jakarta. Karena keluarga nya kini sedang berada di Vietnam, maka Ken lah yang harus menjaga Naura. Mama Kiara dan papa Kaisar tidak bisa pulang ke indonesia dalam waktu dekat, karena saat ini, adiknya, Kiano juga sedang sakit dan membutuhkan perhatian mama Kiara.


‘Ckckck, anak manja!’ decak Ken menghela nafas nya kasar setelah melakukan perdebatan dengan sang adik.


Saat ini, dirinya dan Naura tengah berada di sebuah ambulance yang akan membawa nya pulang ke Jakarta. Bukan pulang ke rumah, melainkan rumah sakit keluarga Nolan. Setidaknya, di sana akan ada om Bastian yang bisa membantunya menjaga Naura.

__ADS_1


Sementara itu, Arsy, dan lainnya merasa sedikit kesal lantaran sudah jauh jauh menyusul ke rumah sakit, ternyata malah mereka ketinggalan. Beberapa menit sebelum mobil milik Mike datang, ternyata Ken dan Naura sudah pergi terlebih dulu.


Karena hari sudah sore di tambah hujan yang cukup deras, akhirnya Mike memutuskan untuk kembali ke Vila. Karena jarak Vila lebih dekat daripada jarak ke Jakarta. Dengan terus menggerutu kesal, Arsy tak henti henti nya mengomel kepada om nya yang menurut nya sangat lambat dalam menyetir.


Mike yang sudah pusing, akhirnya memilih diam dan tak menanggapi keponakan nya lagi. Daripada urusan akan semakin panjang, bukankah diam lebih baik.


Drrtt ... Drrttt ... Drrtt..


“Aku pulang besok pagi!” jawab Mike ketika sudah mengangkat sambungan telfon nya.


“Chila bersama ku! Dan kalau bukan gara gara dia, aku mungkin sudah dapat setengah perjalanan!”


“Kok om bawa bawa nama Chila? Om bicara sama siapa?” Arsy yang merasa nama nya di sebut langsung bangkit dan merebut ponsel Mike.


“Astaga, Chila!” seru Mike terkejut dan seketika langsung menginjak rem mobil nya.

__ADS_1


“Halo Ma, Chila sama om Mike. Iya ma, gak kok. Oke mah!” Arsy langsung mematikan sambungan telfon nya dan memberikan kepada pemilik nya.


“Nyokap lo?” tanya Jesika, dan Arsy hanya menganggukkan kepala nya.


“Kalian kenapa bisa betah punya temen kaya dia?” tanya Mike menggelengkan kepala nya menatap Clay dan Jesika sekilas.


“Chila baik kok, tentu saja mereka betah,” jawab Arsy memanyunkan bibir nya dengan kesal.


“Arsy yang biasanya sangat berbeda dengan Arsy yang saat ini,” kata Clay sedikit menganggukkan kepala nya canggung.


“Berbeda?” Mike langsung mengerutkan dahinya kemudian melirik ke arah spion dan melihat bagaimana Arsy tengah tersenyum menang, “Beda bagaimana? Astaga.”


“Udah deh Om, jangan mencoba mencari kesalahan Chila. Gak akan menemukan celah,” kata Arsy dengan bangga.


Clay hanya terdiam dengan berjuta pikiran di kepala nya. Sejak tadi ia mencoba mencerna dan menyimpulkan sesuatu namun otak nya menolak keras seolah tidka ingin membuat kesimpulan sendiri, namun rasa penasaran nya begitu tinggi tentang hubungan Arsy dan laki laki dewasa di samping nya.

__ADS_1


__ADS_2