KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Takut apa?


__ADS_3


“Aku jadi penasaran dengan game itu, aku mau ikutan main ah. Siapa tahu aja—aaauhhhh!” pekik Naura tiba tiba mengaduh kesakitan ketika telinga nya langsung di jewer oleh Clay.


“Siapa tahu apa hem?” tanya Clay dengan memasang wajah garang nya.


“Hehehe, bercanda kok. Piss!” Naura memberikan dua jarinya membentuk huruf V, membuat Clay langsung menghela nafas nya kasar, “OH ya, nanti malem ada api unggun yah?” tanya Naura kembali membuka pembicaraan.


“Malam ini kita semua istirahat karena kita semua lelah kan. Besok pagi kita olah raga dan lomba. Baru malam nya kita api unggun.” Naura menganggukkan kepala nya ketika mendengar penjelasan Clay.


“Jangan memanyunkan bibir seperti itu!” kata Clay dengan gemas dan langsung mencubit bibir Naura.


“Cloy sokit!” seru Naura dengan bibir yang mengerucut akibat tangan Clay.


“Apa kamu sudah mencintaiku?” tanya Clay setelah melepaskan tangan nya dari bibir Naura. Kini dirinya menatap Naura dengan intens sambil tersenyum.


“Aku gak tahu apakah ini cinta atau bukan. Tapi, sekarang aku merasa sangat nyaman sama kamu, aku sedih kalau kamu ngilang meskipun itu hanya satu hari. Aku kesel kalau kamu ingkar janji, dan aku kesal setiap—“ Naura menghentikan ucapan nya dan langsung menggigit bibir bawah nya ketika melihat pandangan mata Clay yang begitu menusuk nya.


“Setiap apa?” tanya Clay mengerutkan dahinya.


“Emmmtt ... entahlah ... “


“Naura ... “ panggil Clay dengan suara lembut namun sedikit aneh, tangan kekar itu kini mulai menyentuh wajah Naura dengan begitu lembut.


“Hem?’ Naura langsung mendongakkan kepala nya dan menatap mata Clay.

__ADS_1


“Aku takut.” Ucapnya lirih dan ragu.


“Takut kenapa?” tanya Naura mengerutkan dahi.


“Aku takut –“ ucap Clay namun lagi lagi menggantung, “Sudahlah, lupakan saja.”


“Clay!” rengek Naura dengan kesal, namun Clay malah terlihat tersenyum, "Kamu takut apa?"


"Gapapa."


"Clay, jawab gak! Kamu ini hobi banget sih bikin penasaran. Apa hayo? kamu sembunyiin sesuatu ya dari aku?" tuduh nya langsung menatap Clay.


"Apa sih, pikiran kamu, astaga." Clay menggelengkan kepala nya dan menghela nafas nya dengan berat.


"Ya udah, makanya bilang kamu takut apa?"


"Hemmm..." kata Naura masih menunggu dengan rasa penasaran.


“Aku takut khilaf disini. Ayo kita keluar!” kata Clay terkekeh lalu ia segera keluar dari tenda Naura.


“Hah!” Seketika otak Naura di buat blank oleh ucapan Clay. Khilaf? Apa maksudnya coba? Naura masih mencerna ucapan Clay namun entah mengapa ia tak bisa menemukan jawaban apapun.


...🍁🍁🍁🍁...


Pagi harinya, semua bergegas keluar dari tenda dan mengikuti olah raga. Hanya senam, namun semua siswa dan siswi di wajibkan untuk ikut. Meskipun mengantuk dan udara begitu dingin, namun terpaksa semua bangun dan mengikuti acara.

__ADS_1


Hanya sebentar, acara kembali di lanjutkan oleh pertandingan pertandingan kecil antar Mas dan Putih. Tidak ada yang menang untuk pertandingan futsal, score nya seri. Namun untuk pertandingan wanita, seperti tarik tambang, voli dan lari berhasil di menangkan oleh tim Mas.


Meskipun tak jarang ada tangan atau kaki yang terluka, namun semua siswa dan siswi menikmati setiap acara yang di adakan dua sekolah tersebut. Kini, setelah melakukan aktifitas melelahkan, tiba bagi waktu para murid untuk menikmati makan siang nya sambil berkumpul dan bercanda.


“Tangan lo kenapa?’ tanya Ken langsung menarik tangan Naura yang hendak menyuapkan makanan.


“Kennn! Sakittt!” seru Naura dan langsung menghempaskan tangan Ken darinya.


“Ceroboh! Kalau gak bisa gak usah ikutan main!” cetus Ken begitu kesal.


“Dih, meski begini gue menang ya! Hah, harusnya lo bangga sama gue, di banding kalian para laki laki, payah. Tanding futsal doang aja kalah!” cibir Naura berdecak.


“Bukan kalah, tapi seri!” ralat Ken tak terima.


“Sama aja, gak menang!” kata Naura langsung menjulurkan lidah nya mengejek Ken dan terkekeh.


“Beda!”


“Sama!


“Beda Naura!”


“Sama aja ken!”


“Ngeselin lo yah!” Ken bergeser dan langsung menarik leher Naura hingga membuat gadis itu langsung memekik namun juga tertawa ketika Ken lagi lagi menggelitik pinggang nya.

__ADS_1


Sementara itu, tiga pasang mata yang sejak tadi duduk di sebelah Ken dan Naura hanya terdiam dan melihat interaksi antara ken dan Naura. Tidak ingin berpikir negatif, namun seolah ada sebuah magnet yang membuat keduanya harus di perhatikan dan sulit mencoba berfikir positif.


__ADS_2