
"Ken cukup!" seru Naura tiba tiba di tengah pergelutan panas mereka.
"Sebentar lagi, Sayang." balas Ken tanpa memperdulikan ucapan Naura.
"Ken aku capek, udah cukup! aku mau ke toilet!" Naura berusaha mendorong tubuh Ken yang berada di atas nya.
"Sayang, jangan bercanda ini—"
"Ih aku gak bercanda, beneran aku mau toilet, perut aku mules!" keluh Naura menahan mules.
"I—ini sebentar lagi," ujar Ken memejamkan mata nya menikmati setiap rasa yang di hasilkan dari penyatuan mereka.
"Uhhh, Ken beneran aku gak kuat,"
"Aku juga gak kuat Ra, gak bisa berhenti."
"Berhenti Ken!" Naura mengumpulkan seluruh tenaga nya hingga berhasil membuat tubuh Ken terjatuh ke samping, setelah itu ia segera beranjak dan berlari menuju kamar mandi dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
__ADS_1
Sementara itu Ken langsung terdiam menatap tubuh polos Naura yang tengah berlari menuju kamar mandi. Lalu pandangan nya turun untuk menatap sesuatu di bawah sana yang masih dalam posisi kentang.
"Perjalanan belum sampai tujuan, kenapa harus berhenti," gumam nya pelan, lalu ia menghela nafas nya kasar.
"Parah, asli parah kamu Ra!" jerit Ken frustasi karena has rat nya tak tuntas.
Dengan kesal bercampur marah. Ken pun segera melepaskan sarung nya, lalu memakai pakaian nya dan berjalan keluar kamar. Ia pergi Ke kamar adik nya di sebelah untuk mandi.
"Kenapa kakak kesini? Di sebelah kan juga ada kamar mandi nya!" kata Kiano setelah membukakan pintu kamar nya.
"Jangan berisik dan jangan banyak tanya!" cetus Ken mengepalkan tangan kuat dan langsung berlalu begitu saja menuju kamar mandi.
Sementara itu, di kamar sebelah. Naura sudah menyelesaikan aktifitas nya di kamar mandi, ia mengerutkan dahi karena tak melihat keberadaan suaminya. Tidak ada rasa bersalah sedikit pun, Naura hanya mengangkat kedua bahu nya, lalu bergegas keluar untuk mencari makanan.
Sebenarnya Naura tidak benar benar merasa mulas, ia hanya lelah karena Ken sudah menggempur nya hampir dua jam. Bahkan Ken sudah mencapai puncak nya lebih dari sekali. Maka dari itu Naura memaksa berhenti karena sudah lelah dan juga lapar. Dan entah mengapa rasa nya tiba tiba hilang begitu saja, terkadang ia juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri.
"Kiano kamu lihat Ken gak?" tanya Naura yang sudah mencari keberadaan Ken di lantai bawah namun tak ada, padahal awal nya ia mengira bahwa Ken ke bawah untuk mengambilkan nya makanan.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Kiano mengerutkan dahi menatap Naura dengan heran.
"Gapapa, aku cari dia gak ada," gumam Naura lirih seolah menahan tangis.
"Dia di kamar ku," jawab Kiano tak tega.
"Ngapain?"
"Entah!" Dengan cepat, Naura segera pergi berlari menuju lantai dua lagi, namun tiba tiba di tengah tangga ia berhenti dan mengaduh kesakitan.
"Aduhh!!" pekik nya langsung terduduk di tengah tangga.
Kiano yang sedang membaca buku di sofa pun mendengar suara Naura, ia segera meletakkan buku nya dan menghampiri kakak ipar nya di tengah tangga.
"Kakak kenapa?" tanya Kiano sedikit cemas melihat Naura yang sedang meringis memegang perut nya.
"Gapapa," kata Naura menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Mau Kiano panggil in kak Ken?" tawar nya seketika membuat senyum merekah terbit di wajah Naura.
"Boleh, tapi kakak gak nyuruh yah," kata Naura menggigit bibir nya sambil tangan terus memeluk perut.