
Dengan langkah gontai nya, Ken menuruni tangga dengan raut wajah sangat memelas. Berulang kali, ia menghela nafas nya dengan berat, dan sesekali ia masih menatap ke belakang berharap Naura akan membukakan pintu kamar nya. Namun, itu hanya angan angan Ken saja, karena Naura tak akan membukakan pintu sebelum hatinya membaik.
Brukk!
Ken menjatuhkan tubuh nya tepat di samping sang adik perempuan nya yang sedang asik bermain ponsel di ruang keluarga.
“Kakak ih!” seru Kaila langsung menyingkirkan kepala Ken dari bahu nya.
“Jangan pelit pelit kamu dek, nanti kuburan kamu sempit,” kata Ken memanyunkan bibir nya dengan kesal.
“Mulut kakak parah banget,” cetus Kaila semakin kesal, “Pah, masa Kaila di sumpahin mati nih!” adu nya kepada sang papa.
“Heh, aku gak ada bilang nyumpahin ya, Cuma ngingetin. Makanya jadi adik jangan pelit pelit!” saut Ken langsung duduk tegak dan mendengus melihat sang adik.
__ADS_1
“Kakak kenapa sih? Dari tadi rusuh banget!” ucap Kiano yang merasa sangat terganggu dengan sikap kakak ajaib nya dari saat makan sampai di ruang keluarga.
“Tau tuh, emang dari lahir kayaknya rusuh banget, heran. Dulu mama ngidam apaan sih waktu hamil kakak!” imbuh Kaila kesal.
“Enak aja, kalian berdua jangan durhaka ya jadi adik. Aku kutuk jadi kodok, pada mau hah!” ancam Ken langsung menatap kedua adik nya dengan tajam.
“Sudah sudah sudah, astaga. Kalau jauh aja pada kangen, giliran kumpul begini pada bertengkar,” keluh mama Kiara langsung memijit kepala nya yang mendadak pusing melihat ulah ketiga anak nya.
“Ken, kamu kenapa dengan Naura?” tanya papa Kaisar angkat bicara, seketika membuat ketiga anak nya langsung terdiam.
“Kamu yakin gak ada buat kesalahan padanya?” tanya papa Kaisar lagi membuat Ken terdiam seolah berfikir.
“Oh tadi Ken ada sedikit buat salah Pa,” kata Ken setelah cukup lama berfikir, “Tapi cuma sedikit doang.”
__ADS_1
“Apa?” tanya mama Kiara penasaran.
“Itu, dress yang mama beliin. Yang sama kaya punya Kaila, robek,” katanya menyengir kuda.
“Robek? Bagaimana bisa? Emang Naura gak muat?” tanya mama Kiara mengerutkan dahi nya, “Perasaan waktu kita beli bertiga, di Naura pas kok,” imbuh nya bingung.
“Naura muat, cuma tadi Ken yang pakai , jadi robek,” kata Ken polos tanpa dosa, seketika membuat keempat orang yang di ruang keluarga itu langsung menatap tak percaya kepada sosok Ken yang mengatakan hal seperti itu dengan mudah.
“Hah? Apa kamu bilang? Coba, coba bilang sekali lagi? Kuping mama kayaknya salah denger,” kata mama Kiara mengusap telinga nya berulang kali berharap salah dengar.
“Tadi Ken Cuma iseng cobain Mah, muat kok meski ketat banget, sempit di badan Ken. Tapi pas mau di lepas gak bisa, di bantuin sama Naura eh malah robek jadi dua. Terus Naura marah marah,” jelas Ken panjang lebar dan di akhiri dengan helaan nafas panjang.
“Allahuakbar, anak kamu kenapa sih Pa?” gumam mama Kiara begitu shock dan ingin menangis. Wajar saja Naura marah, ia mungkin stres memiliki suami seperti putra nya, batin mama Kiara.
__ADS_1
“Buahahahahaa,” berbeda dengan papa Kaisar dan mama Kiara yang menganga dengan mengusap dada nya, Kaila dan Kiano seketika langsung tertawa terbahak bahak.
Ini adalah tawa pertama Kiano di rumah setelah sekian lama dirinya pulang ke Indonesia. Dirinya tak menyangka bisa memiliki kakak yang sangat luar biasa ajaib.