KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Rusuh sejak dini


__ADS_3

Siang ini, Naura dan Ken pergi ke rumah sakit untuk melakukan USG. Bulan bulan sebelum nya, naura dan Ken tidak mau menanyakan jenis kelamin bayi nya,namun kedatangan nya kali ini, ia sangat penasaran dengan apa jenis kelamin dua bayi nya.


Entah angin darimana, padahal sebelum sebelum nya, Ken yang begitu kekeuh tidak ingin mengetahui apa jenis kelamin anak anak nya. Namun pagi tadi, saat bangun tidur ia sudah sangat heboh mengajak Naura ke rumah sakit untuk melihat keadaan dan jenis kelamin anak anak nya.


“Kamu gak kesurupan kan, Ken?” tanya Naura mengerutkan dahi nya sedikit takut melihat suaminya yang sejak tadi mengobrol sendiri sambil mengelus perut Naura yang terlihat sudah sangat besar.


“Sssttt, diem Yank. Aku lagi bercanda sama mereka,” kata Ken tanpa menatap ke arah Naura, ia masih begitu fokus merebahkan kepala nya di paha istrinya sambil terus mengoceh dan mengusap perut Naura.


Saat ini, keduanya masih berada di mobil, perjalanan menuju rumah sakit. Sejak Naura hamil, Ken sengaja tidak mau menyetir sendiri, ia selalu membawa supir agar dirinya bisa bermanja manja di paha Naura.


Setelah beberapa saat, kini keduanya sudah sampai di rumah sakit. Ken melarang Naura untuk turun. Ia pergi memanggil suster agar membawakan nya kursi roda untuk membawa Naura. Ken semakin posesif tidak membiarkan nya berjalan terlalu jauh karena takut capek. Padahal dokter dan mama Kiara juga tante Nisa sering mengatakan semakin besar perut naura harus semakin sering berjalan. Namun begitulah Ken, ia tidak pernah mendengarkan ucapan orang lain, ia tetap si kang rusuh yang selalu seenak nya sendiri.

__ADS_1


Ah iya, saat ini Ken sudah mulai ikut bekerja dengan papa Kaisar di perusahaan.


Naura selalu menuruti kemauan dan permintaan Ken. Namun ketika Ken tak ada di rumah, ia dan mama Kiara serta tante Nisa sering melakukan olah raga di rumah. Bahkan mama Kiara sudah memanggil guru olah raga khusus untuk ibu hamil, tanpa sepengetahuan Kenzo.


“Halo selamat siang,” sapa dokter Widhi yang selama ini menangani Naura dan Ken dengan penuh kesabaran.


Ia sudah ikhlas dan pasrah ketika harus di buat darah tinggi oleh kelakuan ajaib dari Ken. Ia merasa, mungkin ini memang karma nya karena dulu sempat membuat sedikit kesalahan dengan anak pemilik rumah sakit tempat nya bekerja. Kini dirinya sudah bahagia dengan keluarga nya, ia juga sudah berteman baik dengan tante Nisa. Makanya, ia masih betah bekerja di rumah sakit milik keluarga Nolan. Bukan karena Bastian, namun karena suaminya juga bekerja di rumah sakit yang sama.


“Siang Dok,” jawab Naura membalas senyum ramah dokter Widhi.


“Kami? Kamu kali Ken,” saut Naura sedikit memanyunkan bibir nya kesal.

__ADS_1


“Memang nya kamu gak pengen?” kata Ken balik bertanya.


“Aku bebas, mau dia cewek atau cowok sama saja. Lagian Kaila juga cantik kok, kenapa aku mesti takut anakku kaya dia. Harusnya kamu ngaca, sifat kamu jauh lebih rusuh dari Kaila!” cetus Naura mencebik.


Iya, tujuan Ken ingin melihat jenis kelamin anak-anaknya karena sebelumnya, Ken habis berdebat dengan sang adik, yang mempertanyakan soal jenis kelamin. Tidak ingin anaknya seperti Kaila, makanya Ken mengajak Naura untuk USG keesokan harinya.


“Sayang, kamu gak tahu bagaimana Kaila waktu kecil!” kata Ken menghela nafas nya berat ketika membayangkan bagaimana kerusuhan adik nya dulu. Bagaimana ketika Kaila selalu menghancurkan mainan dan kamar nya.


Kaila tidak pernah merasa puas membuat Ken kecil kesal. Namun ia juga sadar tidak bisa marah atau menyakiti Kaila karena usianya yang begitu kecil. Membuat Ken dulu merasa serba salah, mungkin bila Kaila bukan adiknya, sudah pasti akan dia cekik atau tendang dari kamarnya saat itu.


“Memang nya kamu tahu bagaimana sifat kamu pas kamu kecil?” ucap Naura balik bertanya, namun Ken hanya diam karena tidak bisa menjawab pertanyaan Naura, “Sejak kita kenal dulu pertama kali, masa TK kamu udah rusuh Ken. Dan semakin besar sikap kamu semakin menjadi. So, aku yakin, masa kecil kamu lebih rusuh dari Kaila,” imbuh nya di sertai helaan nafas kasar, "Kamu itu udah rusuh sejak dini, Ken!"

__ADS_1


'Kenapa setiap kali berdebat selalu ujungnya aku yang salah!' dengus Ken dalam hati.


Sementara itu, dokter Widhi hanya diam dan menyimak perdebatan antara pasangan suami istri di depan nya. Ia tidak ingin berkata apapun, ia lebih memilih menunggu mereka selesai berdebat daripada dirinya akan menjadi salah lagi nanti nya.


__ADS_2