
“Kenapa harus elo sih Ra,” desis Ken terus bergumam seorang diri. Dengan tangan yang ia lipat dan jadikan bantal serta tangan satu lagi menggenggam sebuah kalung yang berliontin KL, ia terus menatap langit langit pada kamar nya.
Sebenarnya, Ken tidak membuang kalung itu. Dirinya hanya berpura pura dan ketika Naura langsung menatap ke arah bawah, Ken sudah memasukkan kalung itu ke dalam saku jadi Naura tidak mengetahuinya dan percaya bahwa kalung nya sudah hilang.
“Kita cuma bisa bersahabat Ra, gak bisa lebih dari itu. Atau, akan ada banyak hati yang terluka. Gue gak mungkin nyakitin Arsy, begitupun elo juga ada Clay yang harus lo jaga.” Gumam nya lagi menghela nafas panjang, “Mama kenapa harus seperti ini,” desis nya memijit kepala yang terasa sangat pusing.
...🍁🍁🍁...
Sementara itu, Naura dan Clay kini sudah sampai di apartemen. Clay mengantarkan Naura untuk masuk dan tanpa sengaja berpapasan dengan Harry yang hendak keluar entah kemana.
“Loh, Ra, lo kenapa?” tanya nya ketika pintu lift terbuka, “Lo apain Clay?”
“Diem!” kata Clay datar.
“Ra .. “ panggil nya lagi melihat Naura namun hanya diam saja dan semakin mengeratkan pelukan nya pada Clayton.
__ADS_1
Karena penasaran, akhirnya Hary tidak jadi keluar, ia malah kembali ikut naik dan ke unit Naura. Begitu sampai, Naura langsung berlari pergi ke kamarnya, sementara Clay dan Hary memilih duduk di sofa dan mengobrol sebentar.
“Kenapa sih?” tanya Harry lagi penasaran.
“Entah!” Clay mengangkat kedua bahu nya, memang untuk saat ini dirinya belum tahu apapun tentang apa yang terjadi.
“Lo gak ketahuan sama Naura kan? Gue takut kalau lo—“
“Sialan, jangan buat seolah gue tersangka!” cetus Clay dan langsung melemparkan bantal sofa ke wajah Hary.
“Kalau lo penasaran, lo bisa tanya sama Ken besok. Lebih baik sekarang kita balik, biarkan Naura sendiri dulu.”
“Oh, jadi karena Ken,” Hary mengagguk anggukkan kepala nya tanda mengerti. Memang benar sih, hanya Ken yang bisa membuat Naura terlihat serapuh itu, bahkan ketika Naura bertengkar dengan ayah angkat nya, ia masih bisa berpura pura baik baik saja. Berbeda bila ia bermasalah dengan Ken, maka dunia nya seolah benar benar hancur.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
“Ra, muka lo pucet banget? Lo gapapa kan?” tanya Susan begitu khawatir ketika melihat Naura masuk ke kelas dengan wajah pucat dan lesu.
“Gapapa,” jawab nya tersenyum dan segera mendudukkan diri di bangku, hari ini Naura tak banyak bicara, ia langsung menelusupkan kepala nya di meja dan memejamkan mata. Memang hari ini keadaan nya sedang tidak baik baik saja, ia merasa bahwa tubuh nya sedikit panas, namun ia memaksakan diri untuk tetap bersekolah.
“Naura kenapa?” tanya Hary sedikit berbisik melihat ke arah Susan.
“Tak tahu,” jawab Susan seraya mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepala.
Pelajaran pagi itu, terasa begitu lama karena Naura sama sekali tidak bisa berfikir jernih. Kepala nya berdenyut begitu nyeri serta ia merasa bahwa perut nya sedikit tidak beres. Berulang kali terlihat menghela nafas nya panjang dan mengepalkan tangan nya dengan kuat di bawah meja, berharap rasa pusing yang ia rasakan bisa berkurang.
“Ra, gue anter ke UKS yah,” bisik Susan yang begitu khawatir melihat wajah Naura.
“Gue gapapa, beneran deh. Sebentar lagi juga istirahat, nanggung San,” jawab Naura sedikit lemah, ia masih memperhatikan penjelasan guru, dan mencoba untuk bertahan sampai istirahat tiba baru akan ke UKS.
Brukk!
__ADS_1
Dan tepat ketika guru keluar dari kelas, saat itu juga Naura langsung jatuh ke lantai lantaran sudah tidak kuat untuk melangkah, apalagi berjalan ke UKS. Dengan panik, teman teman Naura segera membawa Naura ke UKS, di ikuti oleh Susan, sementara Hary langsung berlari ke kelas Ken dan Clay.