
Flashback!
“Lo suka sama Naura?” tanya Clay sambil menyalakan sebarang rokok di tangan.
Jangan heran atau terkejut bila tahu bahwa Clay merokok. Bukan hanya Clay, namun juga Kenzo. Di antara perkumpulan tukang, hanyalah Hary yang benar benar polos dan bersih. Seperti siang ini, di saat Clay dan Ken sedang merokok, Harry memilih sibuk dengan dunia nya yakni dunia game.
(Ini masa dimana belum ada Arsy.)
“Gila! perasaan lo gak minum, kenapa lo mabuk?” cibir Ken berdecak dan mnggelengkan kepala nya.
“Sikap lo yang perhatian dan selalu di dekat dia, seolah menandakan bagaimana perasaan lo ke dia.” Kata Clay lagi lagi menghisap rokok nya.
“Gue sayang sama dia, tapi gue gak cinta. Gue masih menunggu cinta sejati gue, lo tahu kan? Cewek yang gue bilang ke lo waktu itu.”
Clay menganggukkan kepala nya, memang beberapa waktu yang lalu Ken sempat meminta bantuan nya agar mencarikan data seorang gadis yang di sukai Ken sejak kecil.
“Gimana kalau gue yang pacarin Naura?” tanya Clay dengan santai namun mampu membuat ken tersedak oleh minuman nya sehingga mengenai layar ponsel Hary yang sejak tadi duduk di depan Ken.
“Kennn!” pekik Hary dengan kesal karena kini layar ponsel nya kedatangan hujan badai dari Ken.
__ADS_1
“Sorry!” kata Ken singkat, lalu ia menatap ke arah Clay dengan tatapan serius, “Lo suka sama Naura?’
“Maybe!” Clay mengangkat kedua bahu nya cuek.
“Bukannya lo bilang kalau lo udah ada cewek?” tanya Ken lagi dengan mengerutkan dahi nya bingung.
“Hanya untuk selingan,” gumam Clay dengan santai.
“Maksud lo, lo Cuma mau jadiin Naura bahan selingan!” seru Kne seolah tak terima, “Jangan macem macem lo Clay.”
“Come on Ken. Lo nyadar gak sih kalau Naura suka sama lo?”
“Ya udah kalau gitu, gue akan buktiin sampai mata lo kebuka lebar. Ya anggep aja kita iseng iseng berhadiah. Kalau nanti gue bisa buat dia cinta sama gue dan lupain lo, berarti lo harus terima—“
“Terima apa maksud lo?” seru Ken langsung berdiri dari tempat duduk nya dan menatap Clay marah.
“Terima kalau Naura buat gue selamanya.”
“Clay, lo bisa ari cewek lain. Jangan Naura!”
__ADS_1
“Lo gak lupa kan sama janji lo waktu minta bantuan gue tentang cewek kemarin?”
“Ckckck gue gak nyangka lo selicik ini.”
“Kalian berdua bahas apaan sih? Kenapa gue gak ngerti ngerti dari tadi?” tanya Hary bngung sendiri.
“Gak usah ngerti,” jawab Clay terkekeh, “Intinya gini Ken, lo doain supaya pendekatan gue sama Naura gak berjalan lancar. Atau—“
“Gue pastiin Naura gak akan mau sama lo,” kata Ken dengan cepat, hingga membuat Clay kembali terkekeh.
“Ken, Ken ... lo itu cinta sama Naura tapi kenapa gak mau ngaku sih ckckck.”
“Gue sama dia memang cuma sahabat. Tapi sampai kapan pun gue gak akan rela lo jadiin dia kelinci percobaan.”
“Makanya, lo lindungi dia, tetap lah di sisi dia biar gue gak berhasil ngusir lo dari hatinya.” Ujar Clay lagi lagi terkekeh, “Dan segera putuskan kemana hati lo berlabuh sebelum terlambat. Bedakan antara cinta dan obsesi semata.”
Flashback of.
Bayangan masa lalu antara dirinya dan Clay seolah terus berputar dalam pikiran Ken. Ia semakin menambah laju kendaraan nya agar segera sampai di kediaman Clay.
__ADS_1
‘Harusnya gue sadar sejak dulu Ra. Clay benar, perasaan gue ke Arsy hanya sebatas kagum dan obsesi. Gue gak mau kehilangan lo Ra, plis gue mohon lo harus baik baik saja sampai gue datang.’ Gumam Ken dalam hati merutuki kebodohan nya sendiri.