
Hari berganti hari dengan begitu cepat. Tanpa terasa kini usia kandungan Naura sudah menginjak usia tujuh bulan. Hingga saat ini, keinginan nya untuk bertemu dengan Clayton, nyatanya belum bisa terwujud.
Acara Wisuda yang ia impikan dan harapkan bisa bertemu dengan sahabat nya yang seperti kulkas itu, nyatanya tidak bisa terwujud. Clay tidak datang, bahkan orang tua nya juga tidak bisa menemukan dimana keberadaan nya. Kecewa, itulah yang ia rasakan saat ini. Sahabat nya satu persatu pergi meninggalkan nya, Hary dan Susan memilih untuk melanjutkan kuliah nya ke luar negri, sementara Jesika ia memilih untuk kembali lagi ke Vietnam karena orang tuanya di sana. Ia datang ke Indonesia hanya ingin menyusul Clay, namun kini ia kehilangan jejak lelaki itu lagi.
Ken dan Naura akan melanjutkan kuliah nya setelah nanti Naura melahirkan. Meskipun awal nya Naura enggan karena tidak mau meninggalkan kedua anak nya, namun mama Kiara tetap kekeuh memaksa agar Naura melanjutkan kuliah. Mama Kiara tidak ingin Naura menyesal di kemudian hari karena tidak bisa kuliah.
“Sayang, udah dong, jangan cemberut begitu,” kata Ken menghela nafas nya kasar ketika melihat istrinya kembali murung. Setiap kali ia habis melakukan video call dengan para sahabat nya, maka Naura pasti akan terlihat sangat murung. Itulah alasan mengapa Ken sangat membatasi hubungan Naura dengan para sahabat nya, bukan karena cemburu, tapi Ken tidak ingin melihat istri nya terlalu banyak pikiran.
“Ken ... masa sih kamu gak tau dimana keberadaan Clay?” ucap Naura tiba tiba langsung menatap ke arah Ken.
Glek!
Ken menelan saliva nya dengan sulit ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Naura. Bukan hanya pertanyaan, namun tatapan mata Naura yang terlihat begitu memohon padanya. Membuat hatinya merasa tidak tega, namun ia juga tidak bisa memberikan jawaban yang ia minta.
__ADS_1
“Sayang, kenapa kamu terus mikirin Clayton sih. Kamu masih ada perasaan sama dia?” ucap Ken datar, untuk menutupi kegugupan nya.
“Ken, ini bukan masalah punya perasaan atau enggak. Clayton itu sahabat kita, bahkan kamu inget sendiri kan ucapan orang tua Clayton waktu itu,” ujar Naura menghela nafas berat, “Dimana dia ... “
“Aku yakin dia pasti baik baik saja. Dia laki laki dan dia kuat, gak mungkin dia sampai kenapa kenapa, dan juga dia sudah biasa hidup sendiri selama ini.”
“Ya, aku tahu. Dia memang laki laki dan kuat, tampan dan juga pemberani. Tidak seperti mu, yang manja, cengeng, dan juga RU SUH!” cibir Naura mendengus kesal.
“Meski rusuh begini, yang penting bisa buat kamu puas,” kata Ken dengan santai lalu mencium pipi Naura sekilas.
“Bener gak?” tanya Ken lagi menggoda Naura.
“Apa sih, udah sana mandi!” cetus Naura mendorong tubuh Ken agar beranjak dari tempat tidur.
__ADS_1
“Jawab dulu, puas gak kamu?”
“Kenzo udah, sana mandii!” seru Naura yang semakin merasakan hawa panas di wajah nya.
“Sayang, kenapa wajah mu memerah? Kamu gak pakai make up kan?” tanya Ken pura pura polos.
“Mandi gak!” seru Naura menatap tajam pada Ken.
“Mau mandi bareng gak? Biar kamu bisa yakinin sekali lagi, bahwa kamu sangat puas, bahkan kamu sampai—“
“Kenzooooo!” pekik Naura langsung membungkam mulut Kenzo dengan tangan nya, hingga membuat lelaki itu tergelak dan tertawa terbahak bahak.
Tidak hanya satu dua kali Kenzo selalu menggoda Naura, bahkan semakin lama kata kata yang keluar dari mulut Kenzo semakin sulit untuk di filter. Namun, Naura begitu beruntung karena Ken selalu ada untuk nya dan mengerti dirinya. Selama hamil, Ken selalu memanjakan nya, kapan pun dan dimana pun ia tidak pernah malu untuk menuruti kemauan Naura.
__ADS_1
Bahkan, untuk mencuri sebuah mangga milik tetangga saja, Ken lakukan itu jam tiga dini hari. Sampai hampir di keroyok oleh penjaga komplek yang sedang berkeliling.
Namun Ken tidak pernah menyerah karena Naura selalu meminta nya hampir setiap hari. Hingga pada akhirnya papa Kaisar turun tangan untuk membeli pohon mangga milik tetangga nya itu diam diam tanpa sepengetahuan Naura dan Ken. Dan papa Kaisar juga berpesan kepada pemilik rumah juga satpam komplek agar membiarkan anak sulung nya mencuri mangga karena istrinya yang sedang hamil dan mode ngidam.