
“Kamu udah sembuh?” Clay langsung menyentuh kening Naura dengan punggung tangan nya, kini keduanya tengah berada di kantin. Tadi ketika bel istirahat berbunyi, Clay langsung menghampiri Naura ke kelas nya.
“Hemm,” jawab Naura menganggukkan kepala nya, “Tapi laper,” imbuh nya dengan gaya manja.
“Ckckck, mau makan apa? Aku pesenin ke sana,” kata Clay mengacak acak rambut Naura dengan gemas.
“Samain kaya kamu aja,” ucap Naura dan Clay pun segera beranjak untuk memesan makanan.
Tak berapa lama, Clay datang dengan membawa sebuah nampan berisi makanan untuk nya dan Naura. Tak lupa, dua minuman tanpa warna selalu menemani makan siang Clay dan Naura.
Ya, minuman tanpa warna. Clay tidak membiarkan Naura meminum minuman berwarna ketika makan, pasti ia akan memberikan nya air mineral, baru setelah makan Clay akan memberikan ynag berwarna. Awalnya, Naura menolak dan kurang suka, namun lama kelamaan, Naura terbiasa dan menyukai kebiasaan nya.
“Kemarin Jordan menemui ku,” kata Clay membuka suara di sela makan nya.
“Untuk?” Naura mengerutkan dahi nya menatap Clay.
“Dia bilang pernah mengajak mu camping, dia menanyakan lagi apakah kamu jadi ikut tahun ini?”
__ADS_1
“Menurut kamu gimana? Kalau kamu ikut, aku juga ikut. Kalau enggak—“
“Kita ikut!” saut seorang laki laki yang tiba tiba datang dan duduk di samping Naura, “Tahun ini kita ikut camping.” Imbuh nya dan langsung merampas sendok Naura dan mengambil alih piring nya.
“Lo itu bener bener biang rusuh ya Ken!” cetus Naura begitu kesal, lantaran makanan nya langsung di serobot oleh Ken.
“Lo itu cewek, jangan makan banyak banyak. Nanti jadi kaya donat bantet, mau lo. Dan juga lo tadi pagi udah makan banyak, jadi mending ini buat gue.” Sahut Ken yang melahap makanan Naura.
“Tadi pagi kalian sarapan bareng?” tanya Clay menatap dua orang di depan nya.
Uhuukk hukk uhukk
“Pasti ini lo gak ikhlas ngasih gue makan!” kata Ken tak kalah seru setelah meminum air dari Naura.
“Emang gue gak ikhlas. Lo itu udah ganggu waktu gue sama Clay tahu gak!” cetus nya berdecak.
“Ya elah, ntar juga kalian bisa lanjut pacaran lagi. Dan juga, nanti pas kita camping, kalian bisa puas jalan jalan di sana. Gue bebasin,” kata Ken lagi.
__ADS_1
“Bodo amat!” cetus Naura masih dengan wajah kesal.
Sementara itu, Clay hanya terdiam melihat perdebatan antara Naura dan Ken. Memang bukan hal biasa, namun entah mengapa dirinya merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal. Terlebih ketika Ken dan Naura tidak menjawab pertanyaan nya yang membuat Ken sampai tersedak.
“Gak biasanya, lo mau ikut camping? Ada apa?” tanya Clay mengalihkan perdebatan antara Naura dan Ken.
“Karena Arsy juga akan ikut camping,” jawab Ken lalu bersendawa ketika sudah menghabiskan makanan Naura.
“Jadi lo mau camping apa pacaran?” seru Naura dengan nada tak suka.
“Dua dua nya lah. Lagian kalian berdua juga bisa pacaran kan,” goda Ken terkekeh, “Tadi gue udah tanya sama Jordan, kata dia emang semingguan lagi. Jadi jadwal kita sama kaya sekolah Arsy.”
“Lo udah baikan sama Jordan?” tanya Naura mengerutkan dahi nya menatap Ken dan Clay bergantian.
“Dia udah minta maaf,” jawab Clay menghela nafas nya berat, “Dan juga, masalah dia sebenarnya sama Ken bukan aku. Kalau si biang rusuh nya udah maafin, ya aku juga maafin. Karena dia sudah tidak mentargetkan kamu lagi. Itu yang terpenting,” kata Clay menjelaskan.
“Kamu juga bilang gak, kalau kita—“
__ADS_1
“Tentu aja bilang.” Bukan Clay yang mengatakan nya namun Ken, ia mewakili Clay mengumumkan status Naura kini, kepada Jordan bahwa Clay dan Naura sudah berpacaran, maka dari itu Ken memberi peringatan agar Jordan tak lagi mendekati Naura.
Walau sebenarnya Ken ada rasa sedikit tidak rela mengatakan hubungan Naura dan Clay. Namun ia berfikir mungkin inilah yang terbaik, karena dirinya juga tidak akan bisa mengatakan bahwa Naura istri nya.