
Sepulang dari rumah sakit, Naura langsung di sambut hangat oleh keluarga nya. Ia sangat terharu hingga membuat air matanya berkaca kaca.
"Selamat ya Kak, Kaila berdoa, semoga nanti dede bayinya cantik cantik kaya Kaila," ucap Kaila begitu antusias ketika menyambut kedatangan Naura. Sejak kepulangan Naura beberapa menit yang lalu, Kaila terus mengekor dan menemani Naura, bahkan kini gadis itu selalu duduk di samping kakak ipar nya. Hingga membuat kakak kandung nya sendiri tidak memiliki kesempatan untuk mendekati istri nya.
"Kok cantik cantik?" tanya Faiza yang memang belum tahu bahwa bayi yang di kandung Naura adalah kembar.
"Iya semoga aja dede bayinya cewek semua." jawab Kaila bahagia.
"Jangan!" seru Ken tiba tiba langsung berdiri dan ikut mendekat ke arah tempat tidur.
"Ih, kak Ken kenapa nyambung aja sih!" cetus Kaila dengan kesal nya.
"Do'ain tuh yang baik baik. Semoga anak kakak nanti kaya Kiano tuh anteng. Ganteng kaya ayah nya. Bukan kaya kamu!" kata Ken tak kalah cetus pada Kaila.
"Dih, songong!" seru Kaila tak Terima, ia pun langsung berdiri dan menghampiri kakak nya, "Daripada kaya kak Ken, mending cantik kaya Kaila dan kak Naura!"
__ADS_1
"Enggak boleh! kalau cewek nya modelan kaya kamu, yang ada rusuh!" saut Ken menggelengkan kepala nya dengan cepat.
"Di belakang kakak ada kaca tuh, gede banget! Ngaca gih!"
"Stop stop stop!" pekik Faiz yang sejak tadi diam, kini ikut mengambil suara.
Sementara Naura, ia hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala nya ketika melihat perdebatan antara dua saudara.
"Daripada anak nya kaya kalian berdua! mendingan kaya Faiz, udah kan. Adil!" sambung Faiz memberikan penengagan.
"Ini ada apa sih, kenapa ramai sekali?" tegur mama Kiara yang baru saja masuk ke dalam kamar Ken dan Naura.
Ya, sejak tadi, di kamar itu hanya berisi manusia manusia rusuh di keluarga Nolan. Naura, Ken, Kiano, Kaila, Faiza dan juga Erish. Namun, Naura, Erish dan Kiano hanya diam, melihat drama yang di perankan oleh Ken dan Kaila juga Faiza.
"Kaila, Faiza, Kiano dan Erish. Kita keluar ya, biar kak Naura istirahat dulu." tutur mama Kiara mengajak keempat anak nya keluar kamar agar tidak mengganggu waktu istirahat Naura.
__ADS_1
"Dari tadi kek, Ma!" saut Ken mendengus kesal.
"Kak Naura bukannya males ngeliat kak Ken ya? Kak Naura masih kesel kan, sama kak Ken?" pancing Faiz seketika membuat Ken langsung menatap nya sangat tajam.
"Kamu juga keluar Ken," ucap Naura tiba tiba tanpa menatap ke arah Ken.
"Sa—sayang!" seru Ken terbata dengan wajah memelas nya.
"Hihihihi, emang enak!" ucap Faiza lirih sambil terkekeh bersama Kaila lalu kedua gadis itu segera berlari keluar kamar dan masuk ke kamar sebelah.
"Faiiiizzzz!" teriak Ken hendak mengejar adik dan sepupu nya, namun telat lantaran Kiano lebih dulu menghadang nya di pintu hingga membuat nya ketinggalan karena Kaila dengan cepat mengunci pintu kamar nya.
"Kamu istirahat ya Nak. Kalau butuh apa apa, kamu bisa panggil Mama," ucap mama Kiara dengan lembut mengusap kepala Naura.
"Terimakasih ya Ma," jawab Naura tersenyum lega dan bahagia karena kini ia merasakan kasih sayang seorang ibu begitu nyata.
__ADS_1
Bunda memang menyayangi nya, namun kasih sayang nya tidak sepenuh mama Kiara. Lantaran bunda jarang ada waktu untuk nya karena harus melayani ayah nya dulu, sehingga Naura lebih banyak menghabiskan waktu bersama kak Daniel dan juga para sahabat nya.