
“Clay, Jesika. Ada apa sebenarnya? Kenapa kalian membawa ku kemari? Kenapa—“
“Tidak ada, aku hanya merindukan mu,” ucap Clay dengan seringai di wajah nya, ia langsung melepaskan rangkulan nya dari bahu Jesika lalu menghampiri Naura.
Seketika Naura langsung memundurkan langkah nya ketika Clay hendak menyentuh nya, “C—Clay, kamu .. ka—kamu masih marah padaku?” tanya Naura sedikit takut.
“Hahahha, kau tau Sayang, aku tidak akan pernah bisa marah sama kamu,” kata Clay dengan santai lalu ia langsung menarik tangan Naura dan membaw anya ke pelukan nya, “Aku sangat mencintai kamu dan aku tidak akan pernah menyakiti kamu,” bisik nya yang sukses membuat tubuh Naura merinding.
“Clay, aku mohon jangan ... “ kata Jesika memohon namun lagi lagi Clay tidak menanggapi nya.
__ADS_1
“Jes, lebih baik kamu pulang. Jangan biarkan papa kamu mencari mu, pergilah ... “ usir Clay lalu dengan cepat ia mengangkat tubuh Naura dan menggendong nya ala brydal style.
“Clay lepasin aku, aku gak mau! Clay aku pulang sama Jesika, aku mohon Clay jangan begini!” jerit Naura ketika merasakan tubuh nya melayang.
“Ssstttt diamlah, atau aku akan bersikap kasar padamu,” bisik Clay di telinga Naura.
“Kalian antar nona muda kalian pulang! Dan jangan ada yang berani naik ke lantai dua. Aku tidak ingin di ganggu!” ucap Clay begitu dingin hingga membuat tubuh Naura semakin menegang ketakutan.
“Jesika tolong aku Jes! Jesika tolong!” jerit Naura terus menatap ke arah Jesika, “Clay lepasin aku, kumohon lepasin,jangan begini hiks hiks hiks.” Naura terus meminta dan menangis di gendongan Clay, namun semakin ia memberontak maka akan semakin membuat Clay marah dan bersikap lebih kasar padanya.
__ADS_1
“Diam Ra, aku sudah memberikan mu peringatan berulang.” bisik Clay membuat Naura hanya bisa pasrah dan terpaksa menurut dengan apa yang di katakan oleh Clay.
“Clay jangan Clay, aku mohon! Clay lepasin Naura. Aku mohon Clay!” pintaJesika terus me njerit meski tangan nya sudah di cekal oleh dua pengawal yang di perintahkan oleh Clay, “Kalian lepasin aku! Lepasin gak, atau aku akan mengadukan kalian kepada papa dan ayah Stive, lepasin!” pekik Jesika memberontak namun tidak di hiraukan oleh dua pengawal itu, kini tubuh Jesika malah di angkat dan di bawa keluar rumah hingga membuat gadis itu tidak bisa mausk lagi ke dalam.
“Nona, lebih baik anda pulang. Tuan Jhon dan tuan Stive sedang berada di luar kota untuk beberapa hari, jadi lebih baik anda menuruti tuan Clayton.” Ucap salah satu pengawal.
Tidak ingin mengambil resiko lebih, akhirnya Jesika memutuskan untuk pulang. Tidak, Jesika tidak akan pulang ke rumah nya, karena sang mama masih beradadi luar negri. Beberapa hari yang lalu, papa nya pulang karea ingin membahas pekerjaan dengan ayah Stive, dan kini ternyata papa nya dengan ayah Stive kembali pergi ke luar kota. Jesika tidak memiliki jalan lain selain mengadu kepada bunda Ella. Jesika berharap, bunda Ella bisa membantu nya dan menyadarkan Clay bahwa Naura bukan lawan nya.
“Hanya bunda Ella yang bisa aku andalkan saat ini, ya Tuhan lindungi Naura sampai aku kembali nanti,’ gumam Jesika dalam hati dan ia segera melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
__ADS_1