KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Sindiran Ken


__ADS_3

“I—iya Mah, tadi gak sengaja pas di kamar mandi jatuh. Gara gara saling dorong bercanda sama Susan,” kata Naura kembali berbohong.


‘Susan, maafin gue.’ Gumam Naura dalam hati,“Gue terpaksa fitnah lo, sorry.’


“Astaga, Sayang. Kenapa kamu gak hati hati,” wajah mama Kiara langsung berubah menjadi sangat panik dan cemas. Mau mama panggilin omAbas buat periksa kaki kamu? Atau mama panggilin tukang urut? Atau—“


“Gak perlu Mah, lagian om Abas bukan dokter patah tulang,” saut Ken dengan cepat berdecak.


“Oh iya, mama lupa. Mama khawatir sama Naura.”


“Naura gapapa Mah, emang dasar dia bandel jadi begitu. Hobi nya kan dari dulu begini, gak pernah hati hati. Jadi mama jangan khawatir. Nanti Ken yang urut kaki Naura, dan Ken pastiin dia gak akan ceroboh lagi,” kata Ken sok pahlawan yang membuat mata Naura langsung membulat dengan sempurna.


“Ah ya sudah, nanti mama minta mbok Inah buat anterin minyak gosok yah,” tawar mama Kiara.


“Gak mau Mah, nanti tangan Ken berminyak,” jawab Ken bergidik geli.

__ADS_1


“Terus kamu mau urut kaki Naura pakai apa kalau bukan minyak!”seru mama Kiara dengan kesal, karena putra sulung nya begitu banyak gaya.


“Ada lotion Ma. Udah ah, mama ganggu orang mau jalan aja,” kata Ken berdecak kembali hingga membuat sang mama mendengus.


“Sayang, kalau kamu gak kuat sama pijatan Ken, kamu teriak aja. Atau kamu pukul aja kepala suami kamu karena kebanyakan laki laki kalau di mintain tolong gak pernah ikhlas dan tulus!” cetus mama Kiara lalu ia segera pergi daripada berdebat dengan putra nya sendiri.


“Emang nya Ken itu Papa!” seru Ken seolah tak terima.


“Tapi kamu anak papa kamu! Jadi sifat kalian pasti sama,” saut Naura menghela nafas nya kasar.


“Kamu jadi eblain mama sih!” kata Ken memberikan tatapan tajam pada Naura.


Enak saja, mengatakan dirinya ceroboh, padahal ia sulit berjalan karena ulah Ken sendiri. Mengapa sekarang jadi seolah salah nya sendiir coba. Berarti memang benar bukan, kata kata mama Kiara barusan, batin Naura kesal.


“Ra, Naura. Kamu marah?” panggil Ken dan langsung mengejar jalan Naura.

__ADS_1


“Pikir aja sendiri,” cetus nya tidak perduli.


“Dih, kalau aku pikir sih aku gak ada salah apapun, jadi kenapa coba kamu marah?” tanya Kne bingung.


“Udah Ken, mending kamu diem. Ini aku masih sakit!” cetus Naura menghela nafas kasar.


“Oh, bilang dong.” Katanya santai. Lalu tanpa aba aba, Ken lngsung mengangkat tubuh Naura begitu saja hingga membuat wanita itu memekik kaget Karena Ken menggendong nya ala bridal style.


“Ken!” pekik nya dan spontan langsung mengalungkan tangan nya di leher Ken.


“Katanya sakit, kalau begini kan gak sakit,” jawab Ken tersenyum, dan kini ia tak segan untuk memberikan kecupan di kening Naura.


“Ken, malu ih! Gimana nanti kalau ada yang lihat!” seru Naura memanyunkan bibir nya.


“Biarkan saja, kita sudah menikah. Ngapain malu? Yang belum menikah aja banyak kok yang cium cium,” kata Ken tiba tiba berdecak kesal, kala mengingat bagaimana Clay mencium bibir Naura.

__ADS_1


“Kamu nyindir aku!” seru Naura tak terima.


“Enggak!” jawab nya dengan cepat, “Tapi kalau kamu merasa, ya sudah,” imbuh nya hingga membuat Naura mendengus.


__ADS_2