KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Menguji kesabaran


__ADS_3

Pagi hari, di kediaman Nolan di buat heboh oleh suara teriakan mama Kiara. Bagaimana tidak, ia melihat keadaan wajah Naura yang sudah sangat pucat, di tambah terus mengeluh perut nya sangat sakit.


Papa Kaisar yang awal nya enggan bangun karena lelah bekerja keras di sepertiga malam, akhirnya terpaksa bangun. Begitupun dengan Kaila dan Kiano yang kamar nya bersebelahan dengan sang kakak, akhirnya ikut terbangun juga.


“Ken buruan kamu siapin mobil!” seru mama Kiara begitu gemas melihat putra nya yang nampak kebingungan.


“Buat apa Ma? Naura cuma datang bulan kan? Emang harus sampai begitu panik nya ya?” tanya Ken dengan polos nya.


“Kamu siapin mobil sekarang atau mama lempar kamu dari balkon!” seru nya menatap tajam pada Ken.


“Iya iya,” keluh nya menghela nafas kasar lalu ia segera berlari ke bawah menyiapkan mobil sesuai permintaan sang ratu.


“Sayang, bagaimana masih sakit?” tanya mama Kiara terus mengusap perut Naura.


“Sedikit Mah, tapi gak parah banget. Cuma mungkin sakit nya di atas sedikit dari sakit dapet biasa,” kata naura menahan nyeri.


“Apa kamu tadi jatuh? Atau gimana? Kenapa bisa sakit?” tanya mama Kiara beruntun.


“Jatuh?" gumam Naura pelan sambil berfikir, "tadi gak sengaja jatuh dari Sofa, tapi gak sakit Mah, cuma tadi pas—" Naura terdiam bingung harus menjelaskan bagaimana kepada mama mertua nya. Sangat tidak mungkin bila dirinya mengatakan habis melakukan pekerjaan berat di atas tempat tidur bersama Ken, oh ayolah itu sangat memalukan, batin Naura.

__ADS_1


“Tadi apa Sayang? Katakan sama Mama.”


“Gapapa Ma, itu tadi—“


“Mah, mobil sudah siap!” kata Kiano yang baru datang, tadi dirinya di tarik oleh sang kakak agar menemani nya turun ke bawah dan menyiapkan mobil. Ya, walaupun yang menyiapkan mobil bukan Ken sendiri, melainkan supir. Namun Ken yang tidak bisa melihat adiknya menganggur, akhirnya mengajaknya untuk turun ke bawa menemani nya memanggil supir.


“Kak Ken mana?” tanya mama Kiara menatap putra kedua nya.


“Di bawah lagi buat minum,” jawab Kiano di ambang pintu.


“Astaga, suruh kakak kamu kesini sekarang!” kata mama Kiara dengan tegas.


“Haiss, Kaila kamu turun!” ucap Kiano memberikan perintah kepada adik nya.


Tak berapa lama, kini Ken sudah sampai di kamar nya dengan membawa segelas susu di tangannya, “Ada apa Ma?” tanya nya santai.


“Allahuakbar Kenzoooo!” pekik mama Kiara semakin gemas dengan putra sulung nya, “Istri kamu lagi sakit, bisa bisa nya kamu malah buat susu begitu.”


“Mama mau?” tawar nya mengulurkan gelas nya ekpada mama Kiara, “Ets tapi jangan. Ini buat Naura biar kuat,” imbuh nya terkekeh melihat wajah mama nya kesal.

__ADS_1


'Astaghfirullah, sabar Kiara, sabar. Biar begitu itu anak kamu, jangan sampai khilaf!' gumam mama Kiara dalam hati seraya mengambil nafas sedalam mungkin untuk meredam rasa gemas nya.


“Ra, minum dulu,” ujar nya memberikan segelas susu hangat untuk istrinya, “Biar perut kamu enakan.”


Setelah Naura menghabiskan susu nya, Ken pun tanpa di suruh langsung mengangkat tubuh Naura dan menggendong nya menuruni tangga. Sebenarnya, Ken sudah tahu dan mengerti bahwa mama nya kesal dan khawatir. Dirinya juga tidak tega melihat Naura kesakitan, namun plis lah itu hanya datang bulan, tidak perlu sepanik itu, batin Ken berdecak.


Ken yang sudah tahu kebiasaan Naura bila datang bulan, begitu santai menghadapi Naura. Makanya tadi ia sempatkan membuatkan susu coklat hangat untuk Naura agar perut nya ke isi, karena sejak kemarin sore ia dan Naura juga belum makan. Mungkin karena itu Naura merasa perut nya sakit, pikir Ken.


.


.


.


.


Yang nanya, kapan si Ken dewasa nya karena sudah menjadi seorang SUAMI.


Begini Sayang, selain Ken masih muda, masih bocah dan manja, dia kan kang Rusuh. Mungkin akan ada saatnya dia menjadi dewasa, tapi kemungkinan besar sepuluh tahun mendatang 🙈🤣🤣

__ADS_1


Dahlah biarkan dia menikmati kebodohan nya dulu, 🙈🙈🙈🤣🤣


Oh iya, Mommy nulis begini juga bukan haluan semata ya. Ada beberapa orang di dunia nyata, meskipun dia sudah menikah sifat bocah dan tengil nya malah makin menjadi. So, sudah menikah atau belum, tidak mematok orang itu akan dewasa dan WARAS 🙈🙈🙈🙈


__ADS_2