
"Si—siapa nama cewek lo?" tanya Susan memberanikan diri menatap Hary.
"Gak usah kepo!" jawab Hary dengan nada tak suka.
"Gue gak kepo!" balas Susan sedikit kesal.
"Ya udah gak usah nanya kalau begitu."
"Masalahnya cowok gue juga ada di Bali!"
"Apa hubungan nya Bali sama Singapura?" tanya Hary mengerutkan dahi nya, namun hanya beberapa detik tiba tiba matanya langsung membola dengan sempurna.
Kini, kedua mata Susan dan Hary saling menatap bingung serta tak percaya. Bali ada lokasi yang di katakan Hary kepada pasangan nya, sementara Singapura adalah lokasi Susan berada. Hanya sebuah kebohongan agar keduanya tak ada yang mengajak bertemu karena malu.
"Rainbow257."
"Donuts_HM."
__ADS_1
Ucap keduanya bersamaan, lalu saling menatap satu sama lain. Sementara Jesika dan Naura yang mendengar dua nama yang di sebut, semakin tak bisa menahan tawa nya.
"Stop dulu, jeda sebentar," kata Naura membuyarkan aksi saling memandang Hary dan Susan.
"Kalian gak ada nama lain? Kenapa harus sebangsa makanan?" tanya Jesika mewakili Naura.
"Rainbow itu pelangi Jes!" kata Susan dengan nada tak suka.
"Rainbow juga ada bentuk cake Susan. Dan donat, astaga, Hary lo terinspirasi dari si Ken yang sering manggil Susan donat?" tanya Jesika semakin berusaha menahan tawa.
Hary dan Susan tak ada yang menjawab. z keduanya masih sibuk berselencar di pikiran masing masing, kenapa bisa tahu. Dan apakah benar mereka adalah sepasang kekasih virtual. Batin keduanya menolak percaya.
"Sakit Ra!" seru Hary pura pura.
"Sakit? oh oke," bukan meminta maaf, Naura malah kembali memukul bahu Hary namun kali ini jauh lebih keras dari sebelumnya sehingga membuat Hary spontan benar benar memekik kesakitan..
Bug!
__ADS_1
"Naura!" seru Hary langsung berdiri matanya hampir berair menatap Naura yang tengah terkekeh dan berlari begitu saja.
"Ehhheemm!" Susan berdeham kecil untuk mengurangi kegugupan nya, "Jadi bener kalau lo—"
"Jangan katakan apapun, gue mau ke kelas!" kata Hary singkat dan hendak segera pergi.
"Baiklah, silahkan pergi. Kayaknya emang kita gak berjodoh, so kita sudahi sampai disini!" ucap Susan dengan wajah datar nya.
Deg!
Seketika itu juga, Hary langsung berhenti dan membalikkan tubuh nya menatap Susan.
"Sejak awal sudah ku katakan bukan, aku tidak sempurna. Dan jangan kecewa bila nanti kita bertemu, tapi kamu tetap kekuh gak akan kecewa. Kamu akan menerima ku apa adanya, dan kamu akan selalu bahagiain aku. Tapi sekarang kita sudah ketemu dan kamu menolak ku." Susan menghela nafasnya dengan erat, ia cukup sadar diri akan kekurangan nya.
Ia bukan gadis cantik seperti z Naura atau Jesika yang memiliki body bagus, lucu dan imut. Meski ia juga memiliki kulit putih dan wajah tak terlalu buruk, namun lemak lemak di tubuh nya yang sulit untuk di hempas kan. Membuat nya selalu insecure dan merasa kecil.
Susan mengambil ponsel nya di meja, ia mengetik sesuatu dan setelah itu ia pergi begitu saja. Hary tidak mengatakan apapun, ia hanya menatap kepergian Susan dengan tatapan yang sulit di artikan. Setelah itu, ia melihat ke layar ponsel nya dimana pesan chat itu adalah dari kekasih nya. Dan benar saja, ternyata itu adalah Susan yang baru saja mengirim kan foto dirinya tengah duduk santai di sofa.
__ADS_1
'Benarkah berakhir?' gumam Hary datar.