KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Kulkas vs Rusuh


__ADS_3

“Lo pulang aja, biar Naura balik sama gue,” ucap Ken ketika masuk ke dalam ruangan Naura. Tadi, ia sempat mendengar sedikit perbincangan Clay dengan bunda nya saat melakukan panggilan telfon.


“Gak perlu—“


“Naura balik sama gue!” tekan Ken dengan tegas dan datar seolah sudah tidak ingin di bantah lagi.


“Aku bilang gak—“


“Gue capek Clay.” Ken menatap tajam pada Clay, begitupun sebaliknya, kini kedua nya saling menatap tajam dan dingin, “Gue udah biarin lo disini selama dua hari, apa masih belum cukup?”


“Gak akan cukup!” jawab Clay dengan cepat, “Aku lebih berhak disini, daripada kamu!”

__ADS_1


“Cih, yakin lo lebih berhak dari gue?” cibir Ken berdeak, ia pun melangkahkan kakinya dan mendekati brankar Naura, “Lo masih pacaran sama dia, jadi lebih baik lo pulang sekarang sebelum kesabaran gue habis!”


“Justru karena aku pacar nya, aku yang akan nemenin Naura dan nganterin dia pulang!” kata Clay juga tak mau kalah.


“Lo lupa siapa gue Clay? Mungkin gue memang gak ada apa-apa nya di banding lo. Dari segi kekayaan ataupun keahlian bela diri, tapi gue jauh lebih unggul dari lo soal Naura. Lo lupa status gue dan Naura? Biar bagaimana pun gue dan dia sepupu, jadi gue lebih berhak daripada lo!” imbuh Ken yang langsung membuat Clay terdiam.


Clay mengepalkan tangan nya dengan kuat, rahang nya mengeras hingga membuat gigi nya bergemurutuk.


“Kenapa kalian harus bertengkar sepagi ini sih?” gumam Naura dengan suara serak nya.


“Astaghfirullah, iya Clay, maafin aku. Aku lupa, lebih baik kamu pulang.Aku gapapa kok, aku bisa pulang sendiri, aku gak enak sama bunda kamu,” ucap Naura lirih dan merasa tak enak.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan pulang.” Clay menghela nafas nya dengan berat, perlahan tangan yang tadi mengepal kuat sudah mulai longgar, ia menghampiri Naura sebentar, “Nanti aku ke apartment kamu.”


“Dia akan tinggal di rumah gue!” kata Ken dengan cepat, membuat dahi Clay langsung berkerut.


“Orang tua kamu di luar negri kan? Bagaimana bisa Naura pulang dan tinggal di sana? Kalain akan tinggal berdua. Yang benar saja!” ujar Clay dengan suara sedikit meninggi karena tak rela Naura dan ken tinggal bersama, berdua lebih tepat nya.


“Apa lo pikir keluarga gue udah jatuh miskin sampai gak mampu bayar pembantu?” cetus Ken semakin tak kalah tinggi,“Di rumah gue banyak pembantu nya, gak punya rumah lo aja yang ada pembantu nya!” imbuh nya berdecak kesal.


“Aku gak pernah bilang begitu,” balas Clay dengan wajah datar.


“Astaga kepala gue pusing tau gak! Kenapa kalain selalu berdebat sih!” seru Naura tiba tiba membuat kedua laki laki yang tadinya saling menatap tajam itu beralih menatap ke arah nya, “Clay, kamu pulang dulu yah. Kasihan Bunda kamu dan Claudi, mereka pasti khawatir banget sama kamu, apalagi ayah kamu. Aku takut dia marah karena kamu disini bersama ku.” Imbuh Nuara menggenggam tangan Clay.

__ADS_1


“Ayah ku gak akan marah!” jawab Clay dengan cepat, namun ekspresi wajah nya masih saja datar.


Memang benar adanya, ayah Stive tak akan pernah marah dia kemana dengan siapa bahkan sampai tak pulang, asal masih berada di jalan yang benar. Ayah Stive malah senang bila dirinya tak ada di rumah, karena laki laki paruh baya bisa menjadi raja sepenuh nya di antara bunda Ella dan Claudi, ckck. Ingin rasanya Clay mengatakan begitu, namun ia urungkan, biarlah itu menjadi rahasia keluarga nya, ia pun mengalah dan segera pamit pulang. Merelakan Naura bersama dengan Ken berduaan, walau berat namun ia terpaksa.


__ADS_2