
Setelah perjalanan cukup jauh karena jarak rumah Arsy berlawanan dengan sekolah nya, kini akhirnya ketiga gadis itu sudah sampai di rumah besar milik keluarga Arsy ketika sore hari. Sebenarnya perjalanan tidak terlalu jauh, hanya saja macet dan tidak hafal jalan sehingga membuat Jesika yang membawa mobil sedikit bingung. Di tambah tadi mereka pulang sedikit sore dari biasanya.
Dan disini lah keempat gadis itu bersama dengan Arsy. Mereka memilih mengobrol di sebuah gazebo di taman belakang dekat dengan kolam ikan, sambil menikmati pemandangan.
“Aku gak nyangka kalian datang kesini,” kata Arsy tersenyum membuka suara.
“Ar ... “ Naura hendak berbicara dengan gadis itu, namun entah mengapa jantung nya berdetak dengan begitu cepat, mungkin Naura merasa sangat bersalah karena dirinya, sudah membuat Arsy dan Ken putus.
“Ada apa Ra? Bicaralah?” jawab Arsy masih dengan senyum teduh nya, yang mana malah semakin membuat hati Naura merasa sangat bersalah.
Naura menarik nafas nya dalam, lalu menatap wajah Arsy, “Ar, aku kesini karena mau meminta maaf sama kamu. Maafin aku Ar, karena aku, kamu dan Ken jadi—“
__ADS_1
“Astagfirullah Naura,” Arsy malah terkekeh mendengar ucapan Naura, hingga membuat ketiga gadis itu langsung bingung dan mengerutkan dahi nya, “Biasa saja Naura, jangan terlalu canggung begitu ah. Justru aku yang seharusnya meminta maaf sama kamu. Karena kehadiran ku sudah membuat hubungan kalian renggang.” Imbuh Arsy tulus meminta maaf.
“Seandainya aku tidak hadir di antara kalian, maka kalian tidak akan mengalami hal seperti ini. Maafin aku ya Ra, aku sadar, disini akulah yang salah. Dan aku juga sudah sadar bahwa berpacaran itu hanya akan menambah luka. Bukan hanya itu, sebenarnya, aku tau bahwa pacaran itu di larang oleh Allah. Tapi entahlah, iman ku belum kuat hingga aku tergoda dan pacaran dengan Ken. Naura, jangan pernah merasa bersalah lagi ya, jodoh mau rejeki semua sudah di takdir kan dan di garis kan oleh Allah. Jadi, kita fokus menatap ke depan yah, jadikan yang lalu sebagai pelajaran, dan aku harap kalian langgeng sampai maut memisahkan. Aku tulus mendoakan kalian, dan aku tulus meminta maaf.” Jelas Arsy panjang lebar hingga membuat Naura merasa tersentuh dan terharu.
“Gak salah kalau Ken mengagumi gadis sebaik kamu Ar,” Naura pun langsung memeluk Arsy dengan cukup erat, keduanya tersenyum namun matanya berembun. Hingga membuat Jesika dan Susan ikut terharu melihat kedekatan Naura dan Arsy.
“Oke sudah cukup adegan melow nya. Jadi gini Ar, kedatangan kami selain Naura yang ingin meminta maaf. Tapi kami juga mau menjalin silaturahmi, kita mau kamu gabung dengan grup kami!” kata Jesika begitu antusias di ikuti oleh Susan.
“Crazy squad!” balas Jesika tersenyum lebar.
“Tunggu Jes, Crazy squad? Pasukan orang gila?” celetuk Naura langsung menatap Jesika.
__ADS_1
“Apa kalian tidak sadar, bahwa kalian itu juga sudah gila?” tanya Jesika tanpa rasa bersalah, “Itu udah cocok dan sesuai sama nama genk kita.”
“Astaga, tapi kenapa harus gila? Aku masih waras!” saut Susan juga kurang setuju.
“Kalau kamu warsa gak bakal pacaran sama HP!” celetuk Jesika seketika membuat Susan diam dan memanyunkan bibir nya kesal.
“Oke oke, baiklah. Aku ikut aja, asal kalian gak gila beneran,” kata Arsy terkekeh.
“Oke, jadi hari ini peresmian nama persahabatan kita ya. Kalau suatu saat kita ada masalah, semoga kita bisa menangani nya dengan kedewasaan kita, ok! Aku harap, persahabatan kita selamanya, sampai kita menikah, punya anak, cucu, cicit apalagi itu entahlah. Intinya sampai maut memisahkan!” seru Jesika langsung mengulurkan tangan nya di tengah tengah.
“Amin!” seru Naura, Arsy dan Susan bersamaan ikut menumpuk tangan di atas tangan yang lain nya lalu tertawa bersama. Tanpa keempat nya sadari, ada sepasang mata yang menatap keempat nya dengan tatapan sendu di balik pintu.
__ADS_1
‘Aku harap senyum itu akan terus abadi menghiasi wajah kamu. Maafin aku,’ gumam nya memejamkan mata ketika merasakan dada nya yang begitu sesak melihat gadis yang selama ini berada di dekatnya bisa tertawa lepas bersama teman teman nya.